Puncak Perayaan Thaipusam di Murugan Temple Jakarta Dihadiri 1.000 Orang
Minggu, 01 Februari 2026 - 16:47 WIB
loading...
Puncak perayaan Thaipusam di Murugan Temple dihadiri 1.000 orang. Foto: Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Umat Hindu di sekitar Jabodetabek merayakan Hari Raya Thaipusam 2026 di Murugan Temple, Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu (1/2/2026). Perayaan ini menjadi momen sakral untuk memperingati kemenangan Dewa Murugan dalam menumpas adharma atau kejahatan, sekaligus ajakan bagi umat untuk memperbaiki diri secara lahir dan batin.
Ketua Umum Yayasan Sri Sanathana Dharma Aalayam, Selvendran menjelaskan Thaipusam dirayakan umat Hindu di berbagai belahan dunia sebagai hari suci Dewa Murugan.
“Thaipusam adalah hari kemenangan, hari di mana Dewa Murugan menghancurkan adharma, yaitu kejahatan yang dilambangkan oleh Surapadman. Ini adalah simbol penindasan kejahatan di dunia,” ujar Selvendran saat ditemui setelah acara pada Minggu (1/2/2026).
BacaJuga : Puncak Perayaan Thaipusam 2026 di Jakarta Murugan Temple Diperkirakan Tembus Ribuan Orang
Ia menjelaskan, makna utama Thaipusam bukan hanya ritual semata namun juga refleksi diri bagi umat Hindu untuk mengendalikan emosi, nafsu, dan sifat angkara murka yang menjadi sumber kejahatan. Umat diajak mengontrol diri, memperbaiki sikap, sekaligus membersihkan batin.
“Angkara murka itu timbul karena nafsu dan emosi. Maka melalui Thaipusam, umat diajak untuk lebih mengontrol diri, memperbaiki sikap, dan membersihkan batin,” jelasnya.
Dalam perayaan Thaipusam, umat melakukan pembersighan diri dengan berpuasa dan melakukan ritual tententu. Tradisi ini dilakukan sekaligus untuk mengendalikan diri, bukan sekedar rutinitas semata.
“Ada ritual seperti menahan bicara, puasa, bahkan simbol menusuk lidah. Itu bukan untuk menyakiti diri, tapi melambangkan pengendalian diri, menahan ucapan yang tidak baik dan menahan nafsu,” tambahnya.
Menurutnya, inti dari seluruh rangkaian Thaipusam adalah kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat membawa dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kita, umat Hindu baik umat Hindu India maupun masyarakat Indonesia secara umum bisa menjadi lebih baik setiap tahunnya. Kalau manusianya lebih baik, negaranya juga akan menjadi lebih baik,” katanya.
Antusiasme umat dalam perayaan Thaipusam tahun ini pun mengalami peningkatan signifikan. Selvendran menyebut, sekitar 1.000 umat hadir mengikuti rangkaian ritual di Jakarta Murugan Temple.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, peningkatannya sangat terasa. Tahun sebelumnya sekitar 200 sampai 250 orang. Tahun ini kurang lebih 1.000 peserta,” ujarnya.
Ia optimis jumlah peserta akan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang. Apalagi fasilitas di rumah ibadah ini masih akan terus dikembangkan sehingga diperkirakan tahun depan perayaan Thaipusam dapat dihadiri 3.000 hingga 4.000 umat.
“Kami yakin tahun depan, setelah pembangunan menara selesai, bisa menghadirkan 3.000 sampai 4.000 umat,” kata Selvendran.
Ketua Umum Yayasan Sri Sanathana Dharma Aalayam, Selvendran menjelaskan Thaipusam dirayakan umat Hindu di berbagai belahan dunia sebagai hari suci Dewa Murugan.
“Thaipusam adalah hari kemenangan, hari di mana Dewa Murugan menghancurkan adharma, yaitu kejahatan yang dilambangkan oleh Surapadman. Ini adalah simbol penindasan kejahatan di dunia,” ujar Selvendran saat ditemui setelah acara pada Minggu (1/2/2026).
BacaJuga : Puncak Perayaan Thaipusam 2026 di Jakarta Murugan Temple Diperkirakan Tembus Ribuan Orang
Ia menjelaskan, makna utama Thaipusam bukan hanya ritual semata namun juga refleksi diri bagi umat Hindu untuk mengendalikan emosi, nafsu, dan sifat angkara murka yang menjadi sumber kejahatan. Umat diajak mengontrol diri, memperbaiki sikap, sekaligus membersihkan batin.
“Angkara murka itu timbul karena nafsu dan emosi. Maka melalui Thaipusam, umat diajak untuk lebih mengontrol diri, memperbaiki sikap, dan membersihkan batin,” jelasnya.
Dalam perayaan Thaipusam, umat melakukan pembersighan diri dengan berpuasa dan melakukan ritual tententu. Tradisi ini dilakukan sekaligus untuk mengendalikan diri, bukan sekedar rutinitas semata.
“Ada ritual seperti menahan bicara, puasa, bahkan simbol menusuk lidah. Itu bukan untuk menyakiti diri, tapi melambangkan pengendalian diri, menahan ucapan yang tidak baik dan menahan nafsu,” tambahnya.
Menurutnya, inti dari seluruh rangkaian Thaipusam adalah kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat membawa dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kita, umat Hindu baik umat Hindu India maupun masyarakat Indonesia secara umum bisa menjadi lebih baik setiap tahunnya. Kalau manusianya lebih baik, negaranya juga akan menjadi lebih baik,” katanya.
Antusiasme umat dalam perayaan Thaipusam tahun ini pun mengalami peningkatan signifikan. Selvendran menyebut, sekitar 1.000 umat hadir mengikuti rangkaian ritual di Jakarta Murugan Temple.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, peningkatannya sangat terasa. Tahun sebelumnya sekitar 200 sampai 250 orang. Tahun ini kurang lebih 1.000 peserta,” ujarnya.
Ia optimis jumlah peserta akan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang. Apalagi fasilitas di rumah ibadah ini masih akan terus dikembangkan sehingga diperkirakan tahun depan perayaan Thaipusam dapat dihadiri 3.000 hingga 4.000 umat.
“Kami yakin tahun depan, setelah pembangunan menara selesai, bisa menghadirkan 3.000 sampai 4.000 umat,” kata Selvendran.
(wur)
Lihat Juga :