Kanker Bukan Vonis Menakutkan, Menkes : Ayo Deteksi Dini ke Puskesma, Jangan Tunggu Sakit
Jum'at, 06 Februari 2026 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Menkes, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Murti Utami yang biasa disapa Ami, memaparkan data yang menunjukkan urgensi deteksi dini kanker. Ia menyebutkan, 70 persen kematian akibat kanker di Indonesia disebabkan oleh keterlambatan penanganan.
“Terdapat sekitar 400 ribu kasus baru setiap tahunnya. Ini bukan sekadar angka, melainkan tentang masa depan keluarga yang terdampak. Saat ini, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) masih menjadi beban tertinggi,” jelas Ami.
Kanker, lanjut Ami, termasuk penyakit katastropik dengan pembiayaan tinggi. Tercatat, anggaran sebesar Rp5,9 triliun dikeluarkan negara untuk perawatan kanker.
“Beban ini tidak hanya dirasakan oleh negara, tetapi juga berdampak secara ekonomi pada masyarakat,” katanya.
Baca Juga : Pasien Cuci Darah Tak Bisa Berobat Pakai BPJS, Begini Penjelasan Kemenkes
“Terdapat sekitar 400 ribu kasus baru setiap tahunnya. Ini bukan sekadar angka, melainkan tentang masa depan keluarga yang terdampak. Saat ini, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) masih menjadi beban tertinggi,” jelas Ami.
Kanker, lanjut Ami, termasuk penyakit katastropik dengan pembiayaan tinggi. Tercatat, anggaran sebesar Rp5,9 triliun dikeluarkan negara untuk perawatan kanker.
“Beban ini tidak hanya dirasakan oleh negara, tetapi juga berdampak secara ekonomi pada masyarakat,” katanya.
Baca Juga : Pasien Cuci Darah Tak Bisa Berobat Pakai BPJS, Begini Penjelasan Kemenkes
Lihat Juga :