Menguak Sejarah Masa Bersiap, Luka Lama Pasca-Proklamasi Kemerdekaan

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:33 WIB
loading...
Menguak Sejarah Masa...
Menguak luka lama pasca proklamasi Kemerdekaan bersama Robby Purba.
A A A
JAKARTA - Pada episode Kata Mereka kali ini, Bang Robby Purba mengajak penonton untuk mengulik dan melihat sisi lain sejarah Indonesia yang jarang dibicarakan secara terang-terangan. Ia membuka episode kali ini dengan menyoroti keluhan sebagian besar masyarakat yang sering kali membandingkan kondisi Indonesia saat ini dengan masa kolonial, hingga mempertanyakan mengapa keturunan Belanda kini jarang ditemui di Indonesia.

Menurut Bang Robby, pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab secara sederhana. Secara historis, Belanda menjajah Indonesia lebih dari 3,5 abad. Dalam kurun waktu sepanjang itu, secara logika, seharusnya ada banyak sekali jejak keturunan Belanda yang tersebar luas di Nusantara. Namun nyatanya, darah dan garis keturunan Belanda seolah hilang memudar dari ruang sosial Indonesia.

Bang Robby membawa penonton untuk melihat awal kedatangan Belanda ke Nusantara. Pada abad ke-16, Belanda awalnya datang ke Nusantara sebagai pedagang rempah-rempah melalui VOC. Hubungan dagang yang awalnya tampak setara perlahan mulai bergerak berubah menjadi dominasi ekonomi. VOC mulai menentukan harga, jalur distribusi, hingga siapa yang boleh berdagang. Dari monopoli ekonomi inilah, kekuasaan politik kolonial tumbuh.

Akibat adanya dominasi dan monopoli ekonomi ini, rakyat Indonesia kemudian dipaksa menyerahkan tanah, tenaga, dan waktu melalui sistem tanam paksa dan kerja rodi. Luka yang hampir dirasakan seluruh rakyat Indonesia akibat penindasan tersebut akhirnya terus menumpuk dan tersimpan hingga pada akhirnya Perang Dunia II menjadi titik balik sejarah. Jepang menyerah pada Agustus 1945 dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Namun, harapan rakyat akan kebebasan penuh justru dibayangi oleh upaya Belanda untuk kembali berkuasa.

Di sinilah Bang Robby memperkenalkan salah satu situasi yang jarang disinggung oleh masyarakat “masa bersiap”, periode kelam pasca-proklamasi yang berlangsung akhir 1945 hingga awal 1946. Masa ini ditandai oleh kekacauan, ketakutan, dan kekerasan yang meluas. Identitas menjadi penentu nasib. Nama, aksen, dan warna kulit bisa berujung pada penangkapan, pengusiran, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bang Robby menegaskan bahwa masa bersiap bukanlah sekedar cerita hitam-putih. Masa ini merupakan sebuah gambaran manusia dalam kondisi ekstrem, ketika hukum belum hadir sepenuhnya dan emosi mengambil alih kendali. Dari periode inilah, ratusan ribu warga keturunan Belanda dan Indo-European meninggalkan Indonesia, sementara yang tersisa memilih utnuk menyembunyikan identitas mereka dan berasimilasi.

Menutup pembahasan, Bang Robby mengajak penonton untuk memahami sejarah secara utuh. Kemerdekaan tidak selalu datang dengan damai, dan masa lalu Indonesia menyimpan luka yang perlu dipahami, bukan disangkal.

Saksikan kisah lengkapnya hanya di channel YouTube @robbypurbaofficial.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Bukan Modal Besar, Refa...
Bukan Modal Besar, Refa Ardhi Sebut Hal Ini yang Membantunya Raih 1 Juta Subscribers
Saat Banyak Kreator...
Saat Banyak Kreator Bersaing Ketat, Refa Ardhi Justru Torehkan Pencapaian Besar
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved