Kelenteng Toasebio Bersolek Sambut Imlek 2577, Ribuan Lilin Siap Dinyalakan di Malam Sacapme
Minggu, 15 Februari 2026 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Karyawan Bagian Pelayanan Umat Kelenteng Toasebio, Hendri Budi Santoso mengatakan bahwa, persiapan perayaan Imlek di kelenteng ini sudah dilakukan sejak satu Minggu yang lalu. Salah satunya adalah pembersihan area dan bsngunan kelenteng serta pencucian rumpang (patung dewa dewi).
“Nah, yang pasti kalau persiapannya kita sudah mempersiapkan dari awal itu kita bersih-bersih yang pertama. Kemudian yang kedua ini kita juga ada melakukan yang namanya cuci rumpang. Jadi rumpang itu adalah patung dewa dewi yang ada disini. Setelah kita bersihkan kita juga ada bersih-bersih area sekitar kelenteng untuk menyambut hari raya Imlek ini,” kata Hendro saat diwawancarai, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga : Riuh Imlek di Petak Sembilan: Lampion, Kuliner, dan Tradisi yang Tak Pernah Sepi
Selain pembersihan area bangunan dan pencucian rumpang, pengurus kelenteng mulai menata lilin-lilin besar yang menjadi simbol penerangan harapan di tahun yang baru. Meja-meja penyangga khusus mulai dipasang untuk menampung ribuan lilin pesanan umat yang akan mulai dinyalakan tepat pada pergantian tahun.
“Dan khususnya pada hari ini kita juga menyiapkan papan ya, papan meja untuk penyalaan lilin yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari jam 12 malam di Vihara Dharma Jaya Toasebio,” ucap dia.
Ia menjelaskan bahwa malam pada tanggal 16 Februari atau malam perayaan Imlek, kelenteng ini akan menjadi kawasan yang cukup ramai lantaran adanya gelaran Malam Sacapne. Pads malam tersebut juga banyak umat yang ingin memanjatkan syukur atas tahun yang telah berlalu.
Meski tidak ada seremoni besar di pagi hari, suasana khidmat akan mencapai puncaknya pada tengah malam melalui prosesi doa bersama disertai penyalaan lilin yang telah disediakan.
“Nah, yang pasti kalau persiapannya kita sudah mempersiapkan dari awal itu kita bersih-bersih yang pertama. Kemudian yang kedua ini kita juga ada melakukan yang namanya cuci rumpang. Jadi rumpang itu adalah patung dewa dewi yang ada disini. Setelah kita bersihkan kita juga ada bersih-bersih area sekitar kelenteng untuk menyambut hari raya Imlek ini,” kata Hendro saat diwawancarai, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga : Riuh Imlek di Petak Sembilan: Lampion, Kuliner, dan Tradisi yang Tak Pernah Sepi
Selain pembersihan area bangunan dan pencucian rumpang, pengurus kelenteng mulai menata lilin-lilin besar yang menjadi simbol penerangan harapan di tahun yang baru. Meja-meja penyangga khusus mulai dipasang untuk menampung ribuan lilin pesanan umat yang akan mulai dinyalakan tepat pada pergantian tahun.
“Dan khususnya pada hari ini kita juga menyiapkan papan ya, papan meja untuk penyalaan lilin yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari jam 12 malam di Vihara Dharma Jaya Toasebio,” ucap dia.
Ia menjelaskan bahwa malam pada tanggal 16 Februari atau malam perayaan Imlek, kelenteng ini akan menjadi kawasan yang cukup ramai lantaran adanya gelaran Malam Sacapne. Pads malam tersebut juga banyak umat yang ingin memanjatkan syukur atas tahun yang telah berlalu.
Meski tidak ada seremoni besar di pagi hari, suasana khidmat akan mencapai puncaknya pada tengah malam melalui prosesi doa bersama disertai penyalaan lilin yang telah disediakan.
Lihat Juga :