Rilis Single I Do, Manifestasi Proses Spiritual Shanty
Minggu, 15 Februari 2026 - 20:20 WIB
loading...
Penyanyi karismatik Shanty mewarnai industri musik tanah air dengan karya terbaru berjudul I Do
A
A
A
Penyanyi karismatik Shanty kembali mewarnai industri musik tanah air dengan karya terbaru berjudul "I Do".
Dirilis secara resmi pada Jumat (13/2/2026), lagu ini bukan sekadar deretan lirik biasa, melainkan buah dari sebuah proses spiritual dan "manifestasi" yang ditulis Shanty dalam jurnal pribadinya.
Shanty pun membagikan kisah di balik single terbarunya, “I Do”, yang dirilis pada 13 Februari 2026. Single ini merupakan hasil dari rutinitas barunya selama dua tahun terakhir ini, dia rutin menuliskan doa dan harapan dalam jurnal pribadi. Salah satu doa itu terwujud lewat lagu terbarunya secara tak disangka.
Shanty bercerita bahwa keinginannya menciptakan lagu legendaris seperti “Oh Kasih” dan “Hanya Memuji” pernah ia tulis pada awal 2024.
Meski sempat terlupakan di dalam laci, keinginan itu tetap melekat di benaknya. Sambil menunjukkan buku jurnalnya yang tebal, ia mengungkapkan bahwa kalimat "I Do" sudah tertulis di sana jauh sebelum lagu itu tercipta.
"Lagu ini sesuai banget dengan apa yang saya tulis di jurnal manifestasi saya. Saya percaya dengan kekuatan saat kita menuliskan pena ke tangan; ada energi yang menyelaraskan keinginan kita. Kita sedang mempersiapkan diri untuk apa yang kita minta," ujar Shanty dalam sesi wawancara melalui aplikasi Zoom, belum lama ini.
Tak lama selepas itu, pada November 2025, manajernya memperdengarkan demo lagu yang langsung membuatnya merinding dan berkaca-kaca. Reaksi emosional itu, kata Shanty, berkaitan dengan doa-doa yang pernah ia tulis dalam catatan manifestasinya.
“Tapi visi saya untuk mendapatkan lagu original itu enggak pernah lepas dari pikiran saya,” tegas Shanty.
Dia melanjutkan, “Tiba-tiba manajer saya telepon, ‘Neng, ada lagu, nih, kayaknya cocok buat lo.’ Terus gua dengerin. Begitu gua dengerin liriknya, bikin saya merinding. Benar-benar merinding sampai pertama kali saya dengerin itu langsung saya berkaca-kaca gitu dengarnya.”ucapnya.
Bagi Shanty, hidupnya saat ini adalah bukti nyata dari apa yang ia tulis. Keinginannya untuk pulang ke Indonesia dan menetap di Bali akhirnya terwujud, meski ia mengaku perjalanannya tidaklah mudah.
"Perjalanannya berliku-liku, tapi di sinilah saya sekarang, di Bali. Sejak pulang ke Indonesia tiga tahun lalu, saya sudah merilis lima single. Itu pencapaian besar bagi saya. Saya merasa dijaga dan didengar oleh semesta," kata penyanyi 47 tahun ini.
Tak hanya soal tempat tinggal, Shanty juga menceritakan bagaimana impiannya manggung di festival besar seperti Synchronize Fest menjadi kenyataan setelah ia "mengaminkannya" dalam hati.
Untuk menjelaskan keterkaitan itu, Shanty pun membacakan sebagian catatan manifestasinya. Ia berharap akan mendapatkan cinta yang ia pantas untuknya, bahkan sampai mencoba untuk mendeskripsikan karakteristik seseorang itu.
“Kalau bisa lihat, judulnya ‘Sunrise 4 Agustus 2025’... Saya bacain aja. ‘I manifest my divine love that I deserve. The one that puts me on pedestal, the one that makes me feel matters, seen, understood, and heard’. Kemudian banyak sekali nih orderannya sama universe, ya, banyak detail gitu,” cerita Shanty.
“Dan saya tutup dengan ‘Hey my soulmate, I'm waiting for you. You are coming right on time. The one who will put a ring on my finger and propose and I say I do’.”
Demo lagu “I Do” ditulis oleh Pringgo Aryo Pradana bersama Vicky Shu. Meski Shanty berada di bawah satu manajemen yang sama dengan Vicky, ia mengaku tak pernah bertukar sapa dengannya secara langsung.
“Terus begitu saya lihat liriknya, ‘wah, kok bisa plek-ketiplek gitu kan,” kenang Shanty.
Bagi Shanty, mencintai orang lain dimulai dari menghargai diri sendiri. "Saya ingin cinta yang menghormati saya, itu berarti saya harus menghargai diri saya sendiri terlebih dahulu."
Menghadapi industri musik yang kini didominasi oleh Gen Z, Shanty memilih jalan yang berbeda. Ia menegaskan tidak akan menggunakan gimmick atau trik khusus untuk menarik perhatian.
"Saya serahkan sama yang di Atas saja. Saya tidak bikin gimmick untuk sengaja cari perhatian. Saya lepaskan lagi ke alam semesta dan Tuhan. Untuk urusan promosi, mungkin saya akan lebih aktif di media sosial, khususnya TikTok, karena saya jarang sekali live di sana," ucap mantan VJ MTV ini.
Proses pembuatan video klip "I Do" juga menjadi pengalaman baru bagi Shanty. Ia turun tangan langsung sebagai co-director dan bekerja sama dengan rumah produksi baru.
Mengambil lokasi di kawasan Nusa Dua, Bali, mulai dari pantai, hotel, hingga pusat kebugaran, proses syuting berjalan sangat lancar.
"Semua flow-nya lancar meski saya bekerja dengan orang-orang baru. Bayangkan, latihan menari hanya satu jam sebelum syuting! Penarinya dua orang Indonesia dan dua orang asing. Semuanya menyatu dengan indah sampai akhirnya lagu 'I Do' ini lahir," tutur Shanty dengan senyum lebar.
Dengan semangat baru dan energi positif yang meluap, Shanty membuktikan bahwa dengan keyakinan, kerja keras, dan kekuatan doa yang tertulis, semua impian bisa menjadi nyata.
Secara musikal, “I Do” menangkap momen emosional transisi cinta, dari keterkejutan saat menerima lamaran hingga keyakinan untuk berkomitmen.
Lirik yang menyentuh hati dipadukan dengan aransemen dinamis dan sinematik membuat lagu ini cocok menjadi soundtrack untuk konten media sosial romantis. “I Do” sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital mulai 13 Februari 2026.
Dirilis secara resmi pada Jumat (13/2/2026), lagu ini bukan sekadar deretan lirik biasa, melainkan buah dari sebuah proses spiritual dan "manifestasi" yang ditulis Shanty dalam jurnal pribadinya.
Shanty pun membagikan kisah di balik single terbarunya, “I Do”, yang dirilis pada 13 Februari 2026. Single ini merupakan hasil dari rutinitas barunya selama dua tahun terakhir ini, dia rutin menuliskan doa dan harapan dalam jurnal pribadi. Salah satu doa itu terwujud lewat lagu terbarunya secara tak disangka.
Shanty bercerita bahwa keinginannya menciptakan lagu legendaris seperti “Oh Kasih” dan “Hanya Memuji” pernah ia tulis pada awal 2024.
Meski sempat terlupakan di dalam laci, keinginan itu tetap melekat di benaknya. Sambil menunjukkan buku jurnalnya yang tebal, ia mengungkapkan bahwa kalimat "I Do" sudah tertulis di sana jauh sebelum lagu itu tercipta.
"Lagu ini sesuai banget dengan apa yang saya tulis di jurnal manifestasi saya. Saya percaya dengan kekuatan saat kita menuliskan pena ke tangan; ada energi yang menyelaraskan keinginan kita. Kita sedang mempersiapkan diri untuk apa yang kita minta," ujar Shanty dalam sesi wawancara melalui aplikasi Zoom, belum lama ini.
Tak lama selepas itu, pada November 2025, manajernya memperdengarkan demo lagu yang langsung membuatnya merinding dan berkaca-kaca. Reaksi emosional itu, kata Shanty, berkaitan dengan doa-doa yang pernah ia tulis dalam catatan manifestasinya.
“Tapi visi saya untuk mendapatkan lagu original itu enggak pernah lepas dari pikiran saya,” tegas Shanty.
Dia melanjutkan, “Tiba-tiba manajer saya telepon, ‘Neng, ada lagu, nih, kayaknya cocok buat lo.’ Terus gua dengerin. Begitu gua dengerin liriknya, bikin saya merinding. Benar-benar merinding sampai pertama kali saya dengerin itu langsung saya berkaca-kaca gitu dengarnya.”ucapnya.
Bagi Shanty, hidupnya saat ini adalah bukti nyata dari apa yang ia tulis. Keinginannya untuk pulang ke Indonesia dan menetap di Bali akhirnya terwujud, meski ia mengaku perjalanannya tidaklah mudah.
"Perjalanannya berliku-liku, tapi di sinilah saya sekarang, di Bali. Sejak pulang ke Indonesia tiga tahun lalu, saya sudah merilis lima single. Itu pencapaian besar bagi saya. Saya merasa dijaga dan didengar oleh semesta," kata penyanyi 47 tahun ini.
Tak hanya soal tempat tinggal, Shanty juga menceritakan bagaimana impiannya manggung di festival besar seperti Synchronize Fest menjadi kenyataan setelah ia "mengaminkannya" dalam hati.
Untuk menjelaskan keterkaitan itu, Shanty pun membacakan sebagian catatan manifestasinya. Ia berharap akan mendapatkan cinta yang ia pantas untuknya, bahkan sampai mencoba untuk mendeskripsikan karakteristik seseorang itu.
“Kalau bisa lihat, judulnya ‘Sunrise 4 Agustus 2025’... Saya bacain aja. ‘I manifest my divine love that I deserve. The one that puts me on pedestal, the one that makes me feel matters, seen, understood, and heard’. Kemudian banyak sekali nih orderannya sama universe, ya, banyak detail gitu,” cerita Shanty.
“Dan saya tutup dengan ‘Hey my soulmate, I'm waiting for you. You are coming right on time. The one who will put a ring on my finger and propose and I say I do’.”
Demo lagu “I Do” ditulis oleh Pringgo Aryo Pradana bersama Vicky Shu. Meski Shanty berada di bawah satu manajemen yang sama dengan Vicky, ia mengaku tak pernah bertukar sapa dengannya secara langsung.
“Terus begitu saya lihat liriknya, ‘wah, kok bisa plek-ketiplek gitu kan,” kenang Shanty.
Bagi Shanty, mencintai orang lain dimulai dari menghargai diri sendiri. "Saya ingin cinta yang menghormati saya, itu berarti saya harus menghargai diri saya sendiri terlebih dahulu."
Menghadapi industri musik yang kini didominasi oleh Gen Z, Shanty memilih jalan yang berbeda. Ia menegaskan tidak akan menggunakan gimmick atau trik khusus untuk menarik perhatian.
"Saya serahkan sama yang di Atas saja. Saya tidak bikin gimmick untuk sengaja cari perhatian. Saya lepaskan lagi ke alam semesta dan Tuhan. Untuk urusan promosi, mungkin saya akan lebih aktif di media sosial, khususnya TikTok, karena saya jarang sekali live di sana," ucap mantan VJ MTV ini.
Proses pembuatan video klip "I Do" juga menjadi pengalaman baru bagi Shanty. Ia turun tangan langsung sebagai co-director dan bekerja sama dengan rumah produksi baru.
Mengambil lokasi di kawasan Nusa Dua, Bali, mulai dari pantai, hotel, hingga pusat kebugaran, proses syuting berjalan sangat lancar.
"Semua flow-nya lancar meski saya bekerja dengan orang-orang baru. Bayangkan, latihan menari hanya satu jam sebelum syuting! Penarinya dua orang Indonesia dan dua orang asing. Semuanya menyatu dengan indah sampai akhirnya lagu 'I Do' ini lahir," tutur Shanty dengan senyum lebar.
Dengan semangat baru dan energi positif yang meluap, Shanty membuktikan bahwa dengan keyakinan, kerja keras, dan kekuatan doa yang tertulis, semua impian bisa menjadi nyata.
Secara musikal, “I Do” menangkap momen emosional transisi cinta, dari keterkejutan saat menerima lamaran hingga keyakinan untuk berkomitmen.
Lirik yang menyentuh hati dipadukan dengan aransemen dinamis dan sinematik membuat lagu ini cocok menjadi soundtrack untuk konten media sosial romantis. “I Do” sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital mulai 13 Februari 2026.
(unt)
Lihat Juga :