Biografi Terbaru Bantah Klaim Pangeran Harry soal Pertengkaran Fisik dengan Pangeran William
Rabu, 18 Februari 2026 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Dalam memoar tersebut, Harry menulis bahwa pertengkaran terjadi pada 2019 di Nottingham Cottage, kediamannya saat itu yang berada di kompleks Kensington Palace. Ia mengklaim pertengkaran dipicu oleh komentar William tentang istrinya, Meghan Markle, yang disebut “sulit,” “kasar,” dan “abrasif", dikutip dari People, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Kate Middleton Perkenalkan Pangeran William Tanpa Gelar Kerajaan saat Kunjungan ke Rumah Sakit
Harry menulis bahwa ia membela istrinya dan menuduh sang kakak hanya mengulang narasi media. Situasi disebut memanas hingga berujung pada tindakan fisik, di mana Harry mengaku ditarik kerahnya dan didorong hingga terjatuh.
Namun, buku terbaru tersebut menghadirkan sudut pandang berbeda. Sumber yang dikutip menyebut gambaran pertengkaran fisik dalam memoar Harry sebagai sesuatu yang “sangat dilebih-lebihkan.” Selain itu, disebutkan pula bahwa staf istana pada periode tersebut mengalami tekanan berat akibat situasi internal yang memanas.
Menurut sumber lain dalam buku itu, banyak staf merasa kelelahan secara emosional dan mental selama masa konflik keluarga kerajaan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya dirasakan oleh anggota keluarga kerajaan, tetapi juga oleh lingkungan kerja di sekitarnya.
Baca juga: Kate Middleton Perkenalkan Pangeran William Tanpa Gelar Kerajaan saat Kunjungan ke Rumah Sakit
Harry menulis bahwa ia membela istrinya dan menuduh sang kakak hanya mengulang narasi media. Situasi disebut memanas hingga berujung pada tindakan fisik, di mana Harry mengaku ditarik kerahnya dan didorong hingga terjatuh.
Namun, buku terbaru tersebut menghadirkan sudut pandang berbeda. Sumber yang dikutip menyebut gambaran pertengkaran fisik dalam memoar Harry sebagai sesuatu yang “sangat dilebih-lebihkan.” Selain itu, disebutkan pula bahwa staf istana pada periode tersebut mengalami tekanan berat akibat situasi internal yang memanas.
Menurut sumber lain dalam buku itu, banyak staf merasa kelelahan secara emosional dan mental selama masa konflik keluarga kerajaan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya dirasakan oleh anggota keluarga kerajaan, tetapi juga oleh lingkungan kerja di sekitarnya.
Lihat Juga :