ArtSwara Hidupkan Era 80-90an Lewat Vintage Sounds
Rabu, 18 Februari 2026 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Malam penuh memori ini dibuka dengan penuh energi melalui komposisi "Alam Maya", hits ikonis 90-an dari The Kids Brother yang langsung memicu sorak-sorai penonton. Suasana auditorium seketika berubah menjadi mesin waktu instan yang membawa penonton kembali ke masa lalu.
Tepat setelah hentakan pembuka tersebut dan sejumlah nomor komposisi, suasana berubah menjadi syahdu dan emosional dalam sebuah segmen spesial untuk mengenang seniman besar Indonesia, Titiek Puspa. Penyanyi teater Gabriel Harvianto tampil membawakan lagu "Cinta" dengan penghayatan yang sangat dalam. Vokal Gabriel yang penuh rasa berhasil menciptakan momen yang mengharukan, membuat banyak penonton terhanyut saat mengenang kontribusi luar biasa sang legenda bagi industri musik tanah air.
Sentuhan Magis Big Band Tohpati
Secara musikal, pergelaran ini tampil tanpa celah berkat tangan dingin Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Aransemen berformat Big Band yang diusung Tohpati memberikan napas baru yang segar dan groovy pada repertoar klasik seperti "Selamat Datang Cinta", "Asmaraku Asmaramu", hingga "Cinta dan Damai", tanpa menghilangkan jiwa asli dari lagu-lagu tersebut.
Sinergi Lintas Seni: Dari Iwa K hingga Lukisan Pasir
Tepat setelah hentakan pembuka tersebut dan sejumlah nomor komposisi, suasana berubah menjadi syahdu dan emosional dalam sebuah segmen spesial untuk mengenang seniman besar Indonesia, Titiek Puspa. Penyanyi teater Gabriel Harvianto tampil membawakan lagu "Cinta" dengan penghayatan yang sangat dalam. Vokal Gabriel yang penuh rasa berhasil menciptakan momen yang mengharukan, membuat banyak penonton terhanyut saat mengenang kontribusi luar biasa sang legenda bagi industri musik tanah air.
Sentuhan Magis Big Band Tohpati
Secara musikal, pergelaran ini tampil tanpa celah berkat tangan dingin Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Aransemen berformat Big Band yang diusung Tohpati memberikan napas baru yang segar dan groovy pada repertoar klasik seperti "Selamat Datang Cinta", "Asmaraku Asmaramu", hingga "Cinta dan Damai", tanpa menghilangkan jiwa asli dari lagu-lagu tersebut.
Sinergi Lintas Seni: Dari Iwa K hingga Lukisan Pasir
Lihat Juga :