Transformasi Pariwisata Berbasis Digital, Bikin Liburan Makin Mudah
Jum'at, 20 Februari 2026 - 18:12 WIB
loading...
Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk industri pariwisata. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk industri pariwisata. Transformasi pariwisata berbasis digital kini menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan kemudahan akses bagi wisatawan. Melalui pemanfaatan teknologi, proses perencanaan hingga pengalaman berwisata menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien.
Fenomena itu membuat platform pariwisata digital TourGuideIn brrkolaborasi dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) untuk upaya mempercepat transformasi pariwisata berbasis digital dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian dan CEO/Founder TourGuideIn Akmal Nahdi.
Kawendra mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan integrasi antara teknologi, komunitas, dan potensi lokal. Sinergi ini membuka akses baru bagi anggota Gekrafs
untuk terlibat langsung sebagai pemandu wisata profesional melalui platform digital yang terstruktur, transparan, dan akuntabel.
Dijelaskannya, melalui sistem pemesanan online yang terintegrasi, di mana pihaknya menghadirkan solusi digital yang mempertemukan wisatawan dengan pemandu wisata lokal secara langsung, aman, dan efisien.
Anggota Gekrafs pun kini memiliki peluang strategis untuk memperluas peran mereka dalam sektor perjalanan wisata. Tidak hanya sebagai pelaku kreatif, tetapi juga sebagai duta pengalaman lokal yang mampu menghadirkan narasi budaya, sejarah, dan potensi daerah secara autentik.
Langkah ini sekaligus memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, jelas
Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian.
Dalam kerja sama ini, anggota Gekrafs yang memenuhi kriteria dapat mendaftarkan diri sebagai tour guide resmi di platform TourGuideIn. Proses kurasi dan verifikasi dilakukan secara profesional untuk memastikan standar kualitas layanan tetap terjaga.
"Kami menyediakan dashboard khusus serta badge eksklusif "Gekrafs Verified” bagi anggota yang lolos proses verifikasi. Badge ini menjadi simbol kredibilitas, kualitas layanan, serta afiliasi resmi dengan komunitas ekonomi kreatif nasional," kata Akmal Nahdi.
Keberadaan sistem verifikasi ini memperkuat kepercayaan wisatawan. Transparansi profil, sistem ulasan, serta identitas terkonfirmasi menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kolaborasi ini juga menghadirkan program referral serta dukungan sponsorship untuk aktivasi komunitas. Skema ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif anggota, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat fondasi ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.
Pendekatan ini menempatkan komunitas sebagai pusat pertumbuhan. Aktivasi lokal akan mempercepat distribusi manfaat ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan ini adalah momentum strategis untuk membangun jembatan antara teknologi, kreativitas, dan potensi lokal Indonesia.
Di tengah percepatan transformasi digital, sinergi ini menghadirkan peluang nyata, memperluas lapangan penghasilan, serta memperkuat identitas pariwisata Indonesia di kancah global.
Ketika komunitas bergerak bersama dan teknologi menjadi penguat, maka pertumbuhan bukan lagi sekadar wacana. Ia menjadi kepastian arah.
"Kolaborasi ini adalah langkah tegas menuju ekosistem pariwisata digital yang inklusif, profesional, dan berdaya saing tinggi. Indonesia tidak hanya siap bertransformasi. Indonesia sedang memimpin perubahan itu," ucap dia.
Fenomena itu membuat platform pariwisata digital TourGuideIn brrkolaborasi dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) untuk upaya mempercepat transformasi pariwisata berbasis digital dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian dan CEO/Founder TourGuideIn Akmal Nahdi.
Kawendra mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan integrasi antara teknologi, komunitas, dan potensi lokal. Sinergi ini membuka akses baru bagi anggota Gekrafs
untuk terlibat langsung sebagai pemandu wisata profesional melalui platform digital yang terstruktur, transparan, dan akuntabel.
Dijelaskannya, melalui sistem pemesanan online yang terintegrasi, di mana pihaknya menghadirkan solusi digital yang mempertemukan wisatawan dengan pemandu wisata lokal secara langsung, aman, dan efisien.
Anggota Gekrafs pun kini memiliki peluang strategis untuk memperluas peran mereka dalam sektor perjalanan wisata. Tidak hanya sebagai pelaku kreatif, tetapi juga sebagai duta pengalaman lokal yang mampu menghadirkan narasi budaya, sejarah, dan potensi daerah secara autentik.
Langkah ini sekaligus memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, jelas
Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian.
Dalam kerja sama ini, anggota Gekrafs yang memenuhi kriteria dapat mendaftarkan diri sebagai tour guide resmi di platform TourGuideIn. Proses kurasi dan verifikasi dilakukan secara profesional untuk memastikan standar kualitas layanan tetap terjaga.
"Kami menyediakan dashboard khusus serta badge eksklusif "Gekrafs Verified” bagi anggota yang lolos proses verifikasi. Badge ini menjadi simbol kredibilitas, kualitas layanan, serta afiliasi resmi dengan komunitas ekonomi kreatif nasional," kata Akmal Nahdi.
Keberadaan sistem verifikasi ini memperkuat kepercayaan wisatawan. Transparansi profil, sistem ulasan, serta identitas terkonfirmasi menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kolaborasi ini juga menghadirkan program referral serta dukungan sponsorship untuk aktivasi komunitas. Skema ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif anggota, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat fondasi ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.
Pendekatan ini menempatkan komunitas sebagai pusat pertumbuhan. Aktivasi lokal akan mempercepat distribusi manfaat ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan ini adalah momentum strategis untuk membangun jembatan antara teknologi, kreativitas, dan potensi lokal Indonesia.
Di tengah percepatan transformasi digital, sinergi ini menghadirkan peluang nyata, memperluas lapangan penghasilan, serta memperkuat identitas pariwisata Indonesia di kancah global.
Ketika komunitas bergerak bersama dan teknologi menjadi penguat, maka pertumbuhan bukan lagi sekadar wacana. Ia menjadi kepastian arah.
"Kolaborasi ini adalah langkah tegas menuju ekosistem pariwisata digital yang inklusif, profesional, dan berdaya saing tinggi. Indonesia tidak hanya siap bertransformasi. Indonesia sedang memimpin perubahan itu," ucap dia.
(dra)
Lihat Juga :