Unik dan Sarat Makna, Masjid Tjia Kaang Hoo Hadir dengan Nuansa Tionghoa di Jakarta Timur
Kamis, 26 Februari 2026 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi yang pertama untuk mengenai arsitekturnya itu sebetulnya ini berbentuk agak seperti kelenteng. Nah, kenapa seperti kelenteng? Karena awal mula disinilah mengingat sejarah daripada almarhum Haji Abdul Soleh atau Tjia Kaang Hoo ini pada saat belum memeluk agama Islam atau belum mualaf, beliau ini keyakinannya bukan Islam sehingga kita abadikan dalam sebuah bangunan,” kata Frans saat diwawancarai di Masid Tjia Kaang Hoo, Rabu (25/2/2026).
Namun jika diperhatikan lebih detail, arsitektur masjid ini ternyata merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, Betawi dan Tiong Hoa. Hal itu dapat dilihat dari hiasan gigi balang khas Betawi yang terpasang di bagian luar masjid dengan sangat rapih dan presisi.
“Nah, ini seperti gigi (gigi balang) di depan ada disebutnya di Betawi, ini khasnya Betawi ini adalah yang menonjol dalam budaya Betawi ini paling menonjol ini seperti ini,” ucap dia.
Baca Juga : Sentuhan Betawi, Tionghoa, dan Hindu di Masjid Hidayatullah
Sementara, di bagian dalam terdapat kaligrafi Asmaul Husna atau 99 sifat Allah yang memenuhi tembok area imam shalat. Bahkan kaligrafi tersebut sangat mengkilat dengan balutan warna emas yang menghiasi setiap ukirannya. Lampu-lampu yang digunakan juga turut menambah kilauan emas yang terpancar dari kaligrafi tersebut.
![Unik dan Sarat Makna, Masjid Tjia Kaang Hoo Hadir dengan Nuansa Tionghoa di Jakarta Timur]()
“Di samping sebagai hiasan, kami juga menyisipkan pesan di sana. Artinya apa? Inilah sifat Tuhan kami gitu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi yang kami sisipkan kepada orang yang beribadah di sini, yang pertama jangan pernah ragu untuk kita selalu berdoa, kita selalu beribadah, jangan pernah ragu dengan apa yang dimiliki sifat daripada Tuhan kami Allah yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” ungkap Frans.
Namun jika diperhatikan lebih detail, arsitektur masjid ini ternyata merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, Betawi dan Tiong Hoa. Hal itu dapat dilihat dari hiasan gigi balang khas Betawi yang terpasang di bagian luar masjid dengan sangat rapih dan presisi.
“Nah, ini seperti gigi (gigi balang) di depan ada disebutnya di Betawi, ini khasnya Betawi ini adalah yang menonjol dalam budaya Betawi ini paling menonjol ini seperti ini,” ucap dia.
Baca Juga : Sentuhan Betawi, Tionghoa, dan Hindu di Masjid Hidayatullah
Sementara, di bagian dalam terdapat kaligrafi Asmaul Husna atau 99 sifat Allah yang memenuhi tembok area imam shalat. Bahkan kaligrafi tersebut sangat mengkilat dengan balutan warna emas yang menghiasi setiap ukirannya. Lampu-lampu yang digunakan juga turut menambah kilauan emas yang terpancar dari kaligrafi tersebut.

“Di samping sebagai hiasan, kami juga menyisipkan pesan di sana. Artinya apa? Inilah sifat Tuhan kami gitu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi yang kami sisipkan kepada orang yang beribadah di sini, yang pertama jangan pernah ragu untuk kita selalu berdoa, kita selalu beribadah, jangan pernah ragu dengan apa yang dimiliki sifat daripada Tuhan kami Allah yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” ungkap Frans.
Lihat Juga :