Laporan Kontribusi sebagai Awardee LPDP Disebut Tak Maksimal, Tasya Kamila Minta Maaf
Kamis, 26 Februari 2026 - 12:40 WIB
loading...
Tasya Kamila. Foto: Instagram
A
A
A
JAKARTA - Artis Tasya Kamila panen hujatan netizen usai dirinya mengunggah laporan kontribusi usai menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari pemerintah Indonesia. Postingan Tasya pun menuai pro kontra, hingga tak sedikit netizen menganggap kontribusi Tasya sabagai alumni LPDP belum maksimal.
Mengetahui kritikan itu, mantan penyanyi cilik ini menyampaikan permohonan maafnya. Ia terlihat membalaa kolom komentar netizen yang menganggap kontribusi Tasya tak sebanding dengan beasiswa yang ia terima di Columbia University, Amerika Serikat.
“Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang,” tulis Tasya di Instagram @tasyakamila, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga : Unggah Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Tuai Kritik hingga Pembelaan
Dalam komentar postingannya terkait kontribusi LPDP, seorang netizen menuliskan bahwa kontribusi Tasya tak berdampak besar mengingat dirinya mengemban ilmu di luar negeri dan kampus ternama menggunakan dana APBN.Kontribusi Tasya bahkan disebut bisa dilakukan oleh masyarakat umum yang tak menempuh pendidikan si luar negeri.
“Mbak, kok impactnya gak sebesar dana yang dikeluarkan ya? Ini lebih mirip prokeran BEM/program CST perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu lingkungan,” tulis salah seorang netizen.
Meski menyampaikan permohonan maaf, ibu dua anak ini mengaku sedih lantaran kontribusinya dianggap tak berdampak untuk Tanah Air usai melanjutkan kuliah dengan beasiswa.
Baca Juga : Merasa Difitnah Aurelie Moremans, Roby Tremonti Siap Tempuh Jalur Hukum
“Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak Aku mempraktikkankeilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan,” jelas Tasya.
“Gerakan-gerakan ini memang bisa danjustru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya,” tambahnya.
Sebelumnya, Tasya Kamila mengungkap laporan kontribusi yang sudah ia lakukan sebagai siswa penerima LPDP. Menempuh pendidikan S2 di Colombuia University, Amerika Serikat, ibu dua anak itu menjabarkan apa saja kontribusi yang sudah ia berikan pada Indonesia pasca lulus tahun 2018-2023.
“Berkomitmen untuk PULANG ke Indonesia pasca lulus dan selama masa bakti. Menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik. Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup (dan Kehutanan), terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan baik offline maupun online, hosting podcast, hingga menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022,” jelas Tasya dalam Instagram-nya @tasyakamila, Selasa (24/2/2026).
Tasya mengatakan masyarakat berhak tahu kontribusi yang sudah ia lakukan mengingat dirinya bersekolah di luar negeri dengan dana APBN. Pasca lulus, Tasya menjelaskan dirinya aktif di berbagai kegiatan dan kelembagaan di Indonesia, termasuk bekerja sama dengan sejumlah kementerian.
Mengetahui kritikan itu, mantan penyanyi cilik ini menyampaikan permohonan maafnya. Ia terlihat membalaa kolom komentar netizen yang menganggap kontribusi Tasya tak sebanding dengan beasiswa yang ia terima di Columbia University, Amerika Serikat.
“Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang,” tulis Tasya di Instagram @tasyakamila, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga : Unggah Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Tuai Kritik hingga Pembelaan
Dalam komentar postingannya terkait kontribusi LPDP, seorang netizen menuliskan bahwa kontribusi Tasya tak berdampak besar mengingat dirinya mengemban ilmu di luar negeri dan kampus ternama menggunakan dana APBN.Kontribusi Tasya bahkan disebut bisa dilakukan oleh masyarakat umum yang tak menempuh pendidikan si luar negeri.
“Mbak, kok impactnya gak sebesar dana yang dikeluarkan ya? Ini lebih mirip prokeran BEM/program CST perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu lingkungan,” tulis salah seorang netizen.
Meski menyampaikan permohonan maaf, ibu dua anak ini mengaku sedih lantaran kontribusinya dianggap tak berdampak untuk Tanah Air usai melanjutkan kuliah dengan beasiswa.
Baca Juga : Merasa Difitnah Aurelie Moremans, Roby Tremonti Siap Tempuh Jalur Hukum
“Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak Aku mempraktikkankeilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan,” jelas Tasya.
“Gerakan-gerakan ini memang bisa danjustru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya,” tambahnya.
Sebelumnya, Tasya Kamila mengungkap laporan kontribusi yang sudah ia lakukan sebagai siswa penerima LPDP. Menempuh pendidikan S2 di Colombuia University, Amerika Serikat, ibu dua anak itu menjabarkan apa saja kontribusi yang sudah ia berikan pada Indonesia pasca lulus tahun 2018-2023.
“Berkomitmen untuk PULANG ke Indonesia pasca lulus dan selama masa bakti. Menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik. Tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup (dan Kehutanan), terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan baik offline maupun online, hosting podcast, hingga menjadi Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022,” jelas Tasya dalam Instagram-nya @tasyakamila, Selasa (24/2/2026).
Tasya mengatakan masyarakat berhak tahu kontribusi yang sudah ia lakukan mengingat dirinya bersekolah di luar negeri dengan dana APBN. Pasca lulus, Tasya menjelaskan dirinya aktif di berbagai kegiatan dan kelembagaan di Indonesia, termasuk bekerja sama dengan sejumlah kementerian.
(wur)
Lihat Juga :