Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
Kamis, 26 Februari 2026 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Namun, terdapat faktor gaya hidup yang mempengaruhi perbedaan angka kejadian di masing-masing negara. Di Indonesia, angka kanker paru dinilai cukup tinggi, salah satunya berkaitan dengan kebiasaan merokok orang Indonesia.
“Kontrol lifestyle itu ada yang memang di Indonesia lebih tinggi dari Inggris karena perbedaan kultur atau gaya hidup,” katanya.
Dokter Suyanto menjelaskan bahwa di Inggris, kemungkinan kanker lebih sering ditemukan pada stadium dini daripada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan sistem kesehatan, kesadaran masyarakat, dan juga akses terhadap pemeriksaan dan teknologi diagnostik yang lebih luas di sana.
Dengan sistem skrining dan akses layanan kesehatan yang baik, pasien di Inggris cenderung memeriksakan diri lebih awal ketika muncul gejala atau bahkan sebelum gejala muncul melalui program deteksi dini. Sementara di Indonesia, masih menghadapi tantangan di mana masyarakat masih kurang kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin dan juga keterbatasan akses fasilitas kesehatan di beberapa wilayah.
Untuk itu Dokter Suyanto menilai, peningkatan edukasi dan juga deteksi dini menjadi kunci penting untuk menekan angka kematian akibat kanker.
“Kontrol lifestyle itu ada yang memang di Indonesia lebih tinggi dari Inggris karena perbedaan kultur atau gaya hidup,” katanya.
Dokter Suyanto menjelaskan bahwa di Inggris, kemungkinan kanker lebih sering ditemukan pada stadium dini daripada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan sistem kesehatan, kesadaran masyarakat, dan juga akses terhadap pemeriksaan dan teknologi diagnostik yang lebih luas di sana.
Dengan sistem skrining dan akses layanan kesehatan yang baik, pasien di Inggris cenderung memeriksakan diri lebih awal ketika muncul gejala atau bahkan sebelum gejala muncul melalui program deteksi dini. Sementara di Indonesia, masih menghadapi tantangan di mana masyarakat masih kurang kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin dan juga keterbatasan akses fasilitas kesehatan di beberapa wilayah.
Untuk itu Dokter Suyanto menilai, peningkatan edukasi dan juga deteksi dini menjadi kunci penting untuk menekan angka kematian akibat kanker.
(nnz)
Lihat Juga :