Ruam di Leher Trump Jadi Sorotan, Kondisi Kesehatannya Dipertanyakan
Selasa, 03 Maret 2026 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai presiden tertua yang pernah dilantik, Trump memang kerap berada di bawah sorotan publik terkait kondisi kesehatannya. Perhatian itu meningkat setelah muncul tanda-tanda kelelahan selama tahun pertamanya kembali menjabat, ditambah minimnya penjelasan detail dari dokter dan ajudannya mengenai kondisi kesehatannya.
Dalam setahun terakhir, Trump juga beberapa kali terlihat memiliki memar yang cukup jelas di tangannya. Saat memar muncul di tangan kanan, pejabat Gedung Putih menyebut penyebabnya adalah kebiasaan berjabat tangan. Trump pun sempat menutupi memar tersebut dengan riasan. Ketika memar muncul di tangan kirinya bulan lalu, ia mengatakan bahwa itu terjadi karena tangannya terbentur meja dan saat itu ia sedang mengonsumsi aspirin.
Selain itu, Trump juga kerap terlihat mengalami pembengkakan pada kaki. Menurut dokter dan para ajudannya, kondisi tersebut disebabkan oleh insufisiensi vena kronis, yaitu gangguan pada pembuluh darah vena yang menyebabkan aliran darah kembali ke jantung tidak berjalan optimal.
Baca Juga : Nyaris Terjebak Perang Iran vs Israel-AS, Raisa Tinggalkan Dubai Sesaat sebelum Serangan Rudal
Selama lebih dari satu dekade, Trump beserta dokter dan ajudannya kerap mengeluarkan pernyataan singkat, optimistis, dan cenderung samar terkait kondisi kesehatannya. Pada akhir 2015, Dr. Harold Bornstein, dokter pribadinya saat itu, bahkan menyatakan bahwa Trump akan menjadi “individu paling sehat yang pernah terpilih menjadi presiden.” Sementara pada 2018, Dr. Ronny L. Jackson, dokter Gedung Putih, menyebut bahwa dengan pola makan yang lebih baik, Trump bisa hidup hingga usia 200 tahun.
Dalam setahun terakhir, Trump juga beberapa kali terlihat memiliki memar yang cukup jelas di tangannya. Saat memar muncul di tangan kanan, pejabat Gedung Putih menyebut penyebabnya adalah kebiasaan berjabat tangan. Trump pun sempat menutupi memar tersebut dengan riasan. Ketika memar muncul di tangan kirinya bulan lalu, ia mengatakan bahwa itu terjadi karena tangannya terbentur meja dan saat itu ia sedang mengonsumsi aspirin.
Selain itu, Trump juga kerap terlihat mengalami pembengkakan pada kaki. Menurut dokter dan para ajudannya, kondisi tersebut disebabkan oleh insufisiensi vena kronis, yaitu gangguan pada pembuluh darah vena yang menyebabkan aliran darah kembali ke jantung tidak berjalan optimal.
Baca Juga : Nyaris Terjebak Perang Iran vs Israel-AS, Raisa Tinggalkan Dubai Sesaat sebelum Serangan Rudal
Selama lebih dari satu dekade, Trump beserta dokter dan ajudannya kerap mengeluarkan pernyataan singkat, optimistis, dan cenderung samar terkait kondisi kesehatannya. Pada akhir 2015, Dr. Harold Bornstein, dokter pribadinya saat itu, bahkan menyatakan bahwa Trump akan menjadi “individu paling sehat yang pernah terpilih menjadi presiden.” Sementara pada 2018, Dr. Ronny L. Jackson, dokter Gedung Putih, menyebut bahwa dengan pola makan yang lebih baik, Trump bisa hidup hingga usia 200 tahun.
Lihat Juga :