Meledak di Awal, Mengapa Penjualan DEADLINE BLACKPINK Turun Tajam?
Selasa, 03 Maret 2026 - 17:34 WIB
loading...
BLACKPINK
A
A
A
JAKARTA - Comeback besar BLACKPINK melalui album DEADLINE memang berhasil mencuri perhatian global ketika pertama dirilis. Namun, beberapa saat setelah periode rilis awal, angka penjualan album ini justru menurun secara signifikan.
Saat hari-hari pertama rilis, DEADLINE mencetak angka penjualan yang kuat karena antusias yang tinggi dari BLINK (fandom BLACKPINK). Namun setelah minggu pertama, penjualan fisik dan digital justru turun, dan merupakan hal yang tidak biasa bagi grup besar sekelas BLACKPINK.
Namun beberapa analisis memprediksi bahwa penurunan ini bukan berarti album DEADLINE gagal. Tetapi lebih kepada perubahan pola konsumsi para penggemar.
Baca Juga : Keliling Jakarta, Lisa BLACKPINK Ngaku Ketagihan Nasi Goreng hingga Sate
Beberapa alasan yang diduga kuat menjadi faktor penurunan penjualan DEADLINE di antaranya:
- Streaming Mendominasi
Musik kini semakin banyak dikonsumsi lewat layanan streaming, bukan lagi pembelian fisik atau unduhan digital secara langsung. Walaupun DEADLINE mendapat streaming besar di platform musik global, penjualan fisik dan digital biasanya tidak merefleksikan total konsumsi musik.
Artinya, meskipun album terjual lebih rendah, bukan berarti jumlah orang yang mendengarkan musik itu berkurang, mereka mungkin hanya mengalihkan cara konsumsi melalui streaming yang lebih praktis.
- Durasi Hype yang Lebih Singkat
Fenomena penurunan cepat setelah rilis juga sering terjadi saat banyak fans mendengarkan album secara intens di awal minggu. Mereka menyelesaikan maraton album dalam beberapa hari pertama.
Namun setelah euforia tersebut, trafik streaming langsung menurun. Apalagi di era yang dipenuhi dengan konten baru setiap minggu.
Baca Juga : Konser BTS di Gwanghwamun Square Diprediksi Membeludak, Polisi Seoul Siagakan Pengamanan
- Perubahan Preferensi Fans
Ada juga yang menduga bahwa para penggemar saat ini punya perubahan selera dan cara konsumsi musik. Di mana fans lebih suka playlist variasi daripada album panjang.
Dengan kata lain, penurunan penjualan fisik bukan berarti para penggemar tidak puas, namun bisa jadi ini adalah cara baru fans menikmati musik di era digital. Para analis juga menekankan bahwa penjualan album bukan satu-satunya indikator kesuksesan.
Ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti jumlah streaming global, jumlah penonton video musik di platform digital, pertumbuhan media sosial dan eksposur brand, hingga konser.
Grup sebesar BLACKPINK disebut tetap memperoleh keuntungan besar dari aspek selain penjualan fisik album, misalnya dengan konser dunia, endorsement, dan kemitraan global.
Saat hari-hari pertama rilis, DEADLINE mencetak angka penjualan yang kuat karena antusias yang tinggi dari BLINK (fandom BLACKPINK). Namun setelah minggu pertama, penjualan fisik dan digital justru turun, dan merupakan hal yang tidak biasa bagi grup besar sekelas BLACKPINK.
Namun beberapa analisis memprediksi bahwa penurunan ini bukan berarti album DEADLINE gagal. Tetapi lebih kepada perubahan pola konsumsi para penggemar.
Baca Juga : Keliling Jakarta, Lisa BLACKPINK Ngaku Ketagihan Nasi Goreng hingga Sate
Beberapa alasan yang diduga kuat menjadi faktor penurunan penjualan DEADLINE di antaranya:
- Streaming Mendominasi
Musik kini semakin banyak dikonsumsi lewat layanan streaming, bukan lagi pembelian fisik atau unduhan digital secara langsung. Walaupun DEADLINE mendapat streaming besar di platform musik global, penjualan fisik dan digital biasanya tidak merefleksikan total konsumsi musik.
Artinya, meskipun album terjual lebih rendah, bukan berarti jumlah orang yang mendengarkan musik itu berkurang, mereka mungkin hanya mengalihkan cara konsumsi melalui streaming yang lebih praktis.
- Durasi Hype yang Lebih Singkat
Fenomena penurunan cepat setelah rilis juga sering terjadi saat banyak fans mendengarkan album secara intens di awal minggu. Mereka menyelesaikan maraton album dalam beberapa hari pertama.
Namun setelah euforia tersebut, trafik streaming langsung menurun. Apalagi di era yang dipenuhi dengan konten baru setiap minggu.
Baca Juga : Konser BTS di Gwanghwamun Square Diprediksi Membeludak, Polisi Seoul Siagakan Pengamanan
- Perubahan Preferensi Fans
Ada juga yang menduga bahwa para penggemar saat ini punya perubahan selera dan cara konsumsi musik. Di mana fans lebih suka playlist variasi daripada album panjang.
Dengan kata lain, penurunan penjualan fisik bukan berarti para penggemar tidak puas, namun bisa jadi ini adalah cara baru fans menikmati musik di era digital. Para analis juga menekankan bahwa penjualan album bukan satu-satunya indikator kesuksesan.
Ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti jumlah streaming global, jumlah penonton video musik di platform digital, pertumbuhan media sosial dan eksposur brand, hingga konser.
Grup sebesar BLACKPINK disebut tetap memperoleh keuntungan besar dari aspek selain penjualan fisik album, misalnya dengan konser dunia, endorsement, dan kemitraan global.
(wur)
Lihat Juga :