Gangguan Irama Jantung Bisa Sebabkan Stroke, Dialami hingga 7 Juta Orang Indonesia

Kamis, 05 Maret 2026 - 16:00 WIB
loading...
Gangguan Irama Jantung...
Press conference Lets Check the Beat di Siloam Hospitals TB Simatupang. Foto/Niko Prayoga.
A A A
JAKARTA - Gangguan irama jantung atau aritmia adalah salah satu kondisi yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memicu komplikasi serius seperti stroke . Salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi adalah fibrilasi atrium (AF).

Ahli kardiologi dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP mengungkapkan, jumlah penderita fibrilasi atrium di Indonesia tergolong besar. Bahkan berdasar penelitian menggunakan gadget seperti smartwatch di sejumlah kota besar, angka AF di Indonesia mencapai sekitar 3,2 persen.

Baca juga: Susu Almond, Alternatif Sehat Tanpa Laktosa yang Baik untuk Jantung hingga Kulit

Itu artinya jika dihitung dari total populasi masyarakat Indonesia, ada 7 juta lebih orang yang mengalami AF.

“Kalau dihitung dengan jumlah populasi Indonesia pada 2023, berarti lebih dari 7 juta orang mengalami fibrilasi atrium. Ini jumlah yang sangat besar,” ujar dr. Yoga saat press conference Let's Check the Beat di Siloam Hospitals TB Simatupang, Kamis (5/3/2026).

Fibrilasi atrium berbahaya karena dapat memicu terbentuknya gumpalan darah di serambi kiri jantung. Jika gumpalan tersebut lepas dan menyumbat pembuluh darah di otak, maka dapat menyebabkan stroke.

Baca juga: Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung

dr. Yoga menjelaskan, selama ini risiko stroke pada penderita AF diperkirakan lima kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa gangguan AF. Namun data terbaru menunjukkan risikonya bahkan bisa mencapai 10 kali lipat.

Tak hanya itu, stroke akibat fibrilasi atrium juga cenderung lebih berat. Di mana lebih banyak penderita yang meninggal dan mengalami kecacatan.

“Stroke yang berkaitan dengan AF itu lebih parah, lebih banyak yang meninggal dan lebih banyak yang mengalami kecacatan,” jelasnya.

Untuk itu dalam upaya mencegah komplikasi, deteksi dini adalah langkah yang penting. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah meraba denyut nadi sendiri atau dikenal dengan istilah MENARI.

Caranya cukup mudah, yakni meraba denyut nadi selama 30 detik lalu dikalikan dua untuk mengetahui jumlah denyut per menit. Selain menghitung jumlah denyut, masyarakat juga dianjurkan memperhatikan apakah ritmenya teratur atau tidak.

Jika terasa tidak teratur, pemeriksaan lanjutan seperti elektrokardiogram (EKG) perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis. Adapun deteksi dini dianjurkan dilakukan mulai usia 40 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, gagal jantung, atau sering mengalami jantung berdebar.

Selain pemeriksaan manual, bisa juga menggunakan teknologi seperti smartphone dan smartwatch yang dapat membantu mendeteksi gangguan irama jantung. Namun tentu saja hasil dari perangkat tersebut tetap harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis.

“Kalau ada dugaan fibrilasi atrium dari smartwatch atau smartphone, tetap harus dilakukan EKG untuk memastikan diagnosis,” ujarnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ibunda Terapi Robot...
Ibunda Terapi Robot Usai Stroke, Aldi Taher dan Sang Kakak Kompak Bagi Tugas Cari Uang
Aldi Taher Ungkap Kondisi...
Aldi Taher Ungkap Kondisi Terkini Ibunda, Pulih Usai Berjuang Melawan Stroke 5 Kali
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Kondisi Kesehatan Haji...
Kondisi Kesehatan Haji Bolot Sudah Membaik, Ingin Segera Pulang dan Beraktivitas
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Rekomendasi
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
Berita Terkini
Ibunda Terapi Robot...
Ibunda Terapi Robot Usai Stroke, Aldi Taher dan Sang Kakak Kompak Bagi Tugas Cari Uang
Fany Sulf Sentil Fenomena...
Fany Sulf Sentil Fenomena Netizen Suka Komentar Lewat Lagu Orang-Orang
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 5: Kelanjutan Kebohongan Jaka Mengguncang Rumah Tangga Mila
True Love In Disguise,...
'True Love In Disguise', Drama China Romantis tentang Kencan Buta Penuh Rahasia di V+Short
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
Apa Itu Longevity? Gaya...
Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
Infografis
Jika Perang Nuklir Terjadi,...
Jika Perang Nuklir Terjadi, 300 Juta Orang di AS Bisa lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved