Ini 3 Cara Penanganan Kanker Payudara Selain Kemoterapi

Senin, 09 Maret 2026 - 06:30 WIB
loading...
Ini 3 Cara Penanganan...
Kanker payudara seringkali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, kanker payudara menjadi kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memperkirakan pada tahun 2022 terdapat 66.271 kasus barukanker payudara di Indonesia, dengan 22.598 kematian, serta prevalensi 5-tahun sekitar 209.748 orang (perkiraan jumlah pasien yang masih hidup dalam 5 tahun setelah diagnosis).

Kanker payudara seringkali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

“Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal, tumor payudara, terutama yang ganas tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Baca Juga : Perempuan Indonesia Diajak Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat Program Skrining Nasional

Sementara itu, pengobatan seperti kemoterapi pun biasanya jadi salah satu acuan bagi pasien kanker. Kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Kemoterapi sering kali diberikan sebelum atau setelah operasi untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan/ukuran tumor.

Selain kemoterapi, dr. Ivan mengungkap terdapat empat jenis pengobatan lainnya yang dapat dilakukan untuk menangani kanker payudara. Apa saja jenis pengobatannya? Berikut informasinya:

1. Operasi

Pertama ada tindakan operasi. Adapun beberapa jenis operasi seperti Lumpektomi (Breast-conserving surgery), yakni pengangkatan tumor sambil mempertahankan sebagian besar payudara.
Kemudian ada operasi Mastektomi. dr. Ivan menjelaskan bedah ini merupakan pengangkatan seluruh payudara bila tumor sangat besar atau tersebar luas.

Baca Juga : Kasus Kanker Payudara Tertinggi di Indonesia, Deteksi Dini Jadi Kunci Keselamatan

2. Radioterapi

Pengobatan radioterapi juga bisa dilakukan untuk kanker payudara Penggunaan sinar untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi, terutama pada pasien dengan tumor yang lebih besar atau yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening.

3. Terapi Hormon dan Imunoterapi

Pada kanker payudara yang hormon-reseptor positif, terapi hormon dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Imunoterapi dan Terapi Target digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh atau menargetkan protein tertentu dalam sel kanker.

“Melalui kolaborasi tim medis yang multidisiplin serta dukungan teknologi medis yang memadai, kami berharap setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat, dengan harapan terbaik untuk kesembuhan dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Target Turunkan Kematian...
Target Turunkan Kematian Kanker Payudara 2,5% Per Tahun, Kemenkes Gaspol Implementasi RAN Kanker
Kanker Payudara Tertinggi...
Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
Kemenkes Akan Upgrade...
Kemenkes Akan Upgrade Cek Kesehatan Gratis 2026, Kanker Payudara Masuk Prioritas
Kanker Payudara Juga...
Kanker Payudara Juga Bisa Menyerang Piria, Ini Gejala yang Patut Diwaspadai
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia Diajak Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat Program Skrining Nasional
Pewarna Rambut dan Catokan...
Pewarna Rambut dan Catokan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
SORELLA dan Lovepink...
SORELLA dan Lovepink Bersatu di Indonesia Goes Pink 2025
Operasi Robotic Mastectomy...
Operasi Robotic Mastectomy Pertama di Indonesia
Kemlu Bantu Pemulangan...
Kemlu Bantu Pemulangan Jenazah Yurike Sanger Istri ke-7 Bung Karno dari Amerika
Rekomendasi
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Berita Terkini
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved