Film Danur: The Last Chapter Jadi Momen Penutup yang Emosional bagi Prilly Latuconsina
Senin, 09 Maret 2026 - 16:45 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Rumah produksi MD Pictures bersiap kembali meluncurkan peluru karya film andalan guna merebut penonton momen libur lebaran lewat film horor terbaru Danur: The Last Chapter. Film yang dibintangi Prilly Latuconsina dan Zee Ashadel ini menjadi babak penutup perjalanan waralaba Danur yang diadaptasi dari kisah Risa Saraswati.
Prilly sebagai pemeran utama film universe dari Danur ini menjadi proyek pemungkas ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan mengharukan. Memulai debutnya sebagai Risa pada usia 19 tahun, Prilly pun seolah tumbuh dan berkembang bersama karakter tersebut lantaran dia tidak menerima film horor dia pun menilai ini jadi momen penutup emosional.
“Danur buat aku bukan cuma sekadar film, tapi awal dari perjalanan juga, awal dari perjalanan karier, awal perjalanan dari film hororku juga. Jadi rasanya kami sudah di pengujung perjalanan tuh pasti mengharukan banget, dan semoga ini menjadi penutup yang manis buat perjalanan Danur,” kata Prilly di jumpa pers di gala premiere Danur: The Last Chapter di XXI Agora, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Dia mengaku begitu kuat ikatannya dengan waralaba ini membuatnya mendedikasikan 10 tahun kariernya di genre horor secara eksklusif hanya untuk Danur. Sepanjang satu dekade ini, ia secara konsisten menolak tawaran film horor lain demi menjaga komitmen untuk merampungkan menyelesaikan kisah perjalanan Risa secara tuntas.
Untuk babak terakhir film Danur ini, Prilly Latuconsina banyak mengorbankan tubuhnya untuk terlihat tidak baik-baik saja dengan menggunakan prostetik make up."Pertama aku pakai prostetik di film," ucap wanita berusia 29 tahun ini.
Proses kreatif Danur: The Last Chapter juga cukup menantang. Jarak waktu tujuh tahun dari rilisnya Danur 3 (2019) ke seri keempat ini bukan cuma lantaran pandemi, melainkan juga disebut produser dan CEO MD Entertainment Manoj Punjabi karena kehati-hatian ekstra dalam mengemas cerita yang dinilai disukai penonton.
“Danur 4 ini tadinya mau untuk tahun 2020 tapi dari segi cerita, cerita Risa kan banyak, cuma mau ambil angle mana untuk Danur divisualkan tuh enggak tepat. Jadi ide ini sudah ada, kami bolak-balik opsinya mau ambil arahan ke mana, dari sisi Risa yang mana yang mau kami ceritakan. Jadi di The Last Chapter ini kami benar-benar ceritanya sampai semua puas banget,” tambah Manoj Punjabi.
Manoj Punjabi, mengatakan, memproduksi film 'Danur: The Last Chapter' butuh totalitas hingga rela menggelontorkan uang yang banyak.
“Produksi film Danur ini digarap luar biasa baik dengan dua kali lipat dari pembuatan film-film horor yang pernah dibuatnya seperti membuat dua film demi menyempurnakan film. Dengan budget setinggi ini, kami yakin semua total penonton Danur akan jadi satu di film ini dan raih box office saat Lebaran," kata Manoj Punjabi.
Sutradara Awi Suryadi mengungkapkan skala produksi film penutup ini. Membawa beban dna tantangan yang tak mudah untuk menyajikan sesuatu yang segar bagi penggemarnya yang telah lama menunggu, Awi tidak ingin film ini hanya menjadi pengulangan dari seri-seri sebelumnya.
“Skala produksinya jauh melampaui film-film awal. Sebagai perbandingan, jika Danur 1 hanya memakan waktu syuting 11 hari dan Danur 2 selama 12 hari, Danur: The Last Chapter bahkan membutuhkan waktu 12 hari murni hanya untuk additional shoot (syuting tambahan). Hal ini membuat ritme kerjanya terasa seperti memproduksi dua film sekaligus,”tutupnya.
Film ini melanjutkan kisah setelah peristiwa di Danur: Sunyaruri (2019), ketika Risa memutuskan berpisah dengan teman-teman hantunya dan mencoba menjalani kehidupan normal. Namun keadaan berubah ketika Riri dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua dan mulai menunjukkan perilaku yang janggal menjelang pernikahannya.
Risa pun kembali mengalami berbagai kejadian misterius, seolah dirinya mengalami kematian menyakitkan berulang kali. Dia menduga hal tersebut berkaitan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh sahabat-sahabat hantunya, Peter Cs.
Selain Prilly Latuconsina dan Zee Asadel, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor lain seperti Dian Nitami, Dito Darmawan, Lewis Robert, Muhammad Fauzan, Ayden Jeffrey, Said Darian, Fillio Dheno, Anya Zen, Gilang Devialdy, Fajar Nugra, hingga Pritt Timothy.
Setelah hampir sepuluh tahun menemani penonton Indonesia, Danur: The Last Chapter akan menjadi akhir dari kisah Risa Saraswati dan Peter Cs di layar lebar, sekaligus menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinantikan pada Lebaran 2026 di bioskop mulai 18 Maret 2026.
Prilly sebagai pemeran utama film universe dari Danur ini menjadi proyek pemungkas ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan mengharukan. Memulai debutnya sebagai Risa pada usia 19 tahun, Prilly pun seolah tumbuh dan berkembang bersama karakter tersebut lantaran dia tidak menerima film horor dia pun menilai ini jadi momen penutup emosional.
“Danur buat aku bukan cuma sekadar film, tapi awal dari perjalanan juga, awal dari perjalanan karier, awal perjalanan dari film hororku juga. Jadi rasanya kami sudah di pengujung perjalanan tuh pasti mengharukan banget, dan semoga ini menjadi penutup yang manis buat perjalanan Danur,” kata Prilly di jumpa pers di gala premiere Danur: The Last Chapter di XXI Agora, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Dia mengaku begitu kuat ikatannya dengan waralaba ini membuatnya mendedikasikan 10 tahun kariernya di genre horor secara eksklusif hanya untuk Danur. Sepanjang satu dekade ini, ia secara konsisten menolak tawaran film horor lain demi menjaga komitmen untuk merampungkan menyelesaikan kisah perjalanan Risa secara tuntas.
Untuk babak terakhir film Danur ini, Prilly Latuconsina banyak mengorbankan tubuhnya untuk terlihat tidak baik-baik saja dengan menggunakan prostetik make up."Pertama aku pakai prostetik di film," ucap wanita berusia 29 tahun ini.
Proses kreatif Danur: The Last Chapter juga cukup menantang. Jarak waktu tujuh tahun dari rilisnya Danur 3 (2019) ke seri keempat ini bukan cuma lantaran pandemi, melainkan juga disebut produser dan CEO MD Entertainment Manoj Punjabi karena kehati-hatian ekstra dalam mengemas cerita yang dinilai disukai penonton.
“Danur 4 ini tadinya mau untuk tahun 2020 tapi dari segi cerita, cerita Risa kan banyak, cuma mau ambil angle mana untuk Danur divisualkan tuh enggak tepat. Jadi ide ini sudah ada, kami bolak-balik opsinya mau ambil arahan ke mana, dari sisi Risa yang mana yang mau kami ceritakan. Jadi di The Last Chapter ini kami benar-benar ceritanya sampai semua puas banget,” tambah Manoj Punjabi.
Manoj Punjabi, mengatakan, memproduksi film 'Danur: The Last Chapter' butuh totalitas hingga rela menggelontorkan uang yang banyak.
“Produksi film Danur ini digarap luar biasa baik dengan dua kali lipat dari pembuatan film-film horor yang pernah dibuatnya seperti membuat dua film demi menyempurnakan film. Dengan budget setinggi ini, kami yakin semua total penonton Danur akan jadi satu di film ini dan raih box office saat Lebaran," kata Manoj Punjabi.
Sutradara Awi Suryadi mengungkapkan skala produksi film penutup ini. Membawa beban dna tantangan yang tak mudah untuk menyajikan sesuatu yang segar bagi penggemarnya yang telah lama menunggu, Awi tidak ingin film ini hanya menjadi pengulangan dari seri-seri sebelumnya.
“Skala produksinya jauh melampaui film-film awal. Sebagai perbandingan, jika Danur 1 hanya memakan waktu syuting 11 hari dan Danur 2 selama 12 hari, Danur: The Last Chapter bahkan membutuhkan waktu 12 hari murni hanya untuk additional shoot (syuting tambahan). Hal ini membuat ritme kerjanya terasa seperti memproduksi dua film sekaligus,”tutupnya.
Film ini melanjutkan kisah setelah peristiwa di Danur: Sunyaruri (2019), ketika Risa memutuskan berpisah dengan teman-teman hantunya dan mencoba menjalani kehidupan normal. Namun keadaan berubah ketika Riri dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua dan mulai menunjukkan perilaku yang janggal menjelang pernikahannya.
Risa pun kembali mengalami berbagai kejadian misterius, seolah dirinya mengalami kematian menyakitkan berulang kali. Dia menduga hal tersebut berkaitan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh sahabat-sahabat hantunya, Peter Cs.
Selain Prilly Latuconsina dan Zee Asadel, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor lain seperti Dian Nitami, Dito Darmawan, Lewis Robert, Muhammad Fauzan, Ayden Jeffrey, Said Darian, Fillio Dheno, Anya Zen, Gilang Devialdy, Fajar Nugra, hingga Pritt Timothy.
Setelah hampir sepuluh tahun menemani penonton Indonesia, Danur: The Last Chapter akan menjadi akhir dari kisah Risa Saraswati dan Peter Cs di layar lebar, sekaligus menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinantikan pada Lebaran 2026 di bioskop mulai 18 Maret 2026.
(unt)
Lihat Juga :