Bukan Sekadar Hiburan, Irene Umar Nilai Willa Na Punya Pesan Hangat untuk Keluarga
Rabu, 11 Maret 2026 - 07:15 WIB
loading...
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar turut hadir dan memberikan sambutan saat press screening film Na Willa pada Selasa (10/3/2026) di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Foto: Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar turut hadir dan memberikan sambutan saat press screening film Na Willa pada Selasa (10/3/2026) di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Ia menilai film Na Willa menjadi salah satu gebrakan baru bagi industri film anak di Indonesia.
Menurut Irene, film ini bukan sekedar tontonan keluarga, tetapi juga contoh bagaimana sebuah karya kreatif bisa berkembang dari berbagai sisi industri.
“Buat saya ini satu gebrakan lagi dari Cinema Go-Ahead Indonesia. Luar biasa banget,” ujar Irene.
Irene menjelaskan bahwa Na Willa merupakan adaptasi dari buku cerita anak yang kemudian diperluas menjadi film. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan kekayaan intelektual (IP) di sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga : Film Na Willa Tayang di Libur Lebaran, Angkat Peran Ibu dan Anak
“Ini bukan hanya sebuah adaptasi dari buku, tapi juga perluasan IP. Dari buku cerita bisa menjadi film, dan nantinya bisa berkembang ke licensing dan merchandising,” kata Irene.
Di luar potensi ekonomi kreatif, Irene menilai nilai utama dari film ini adalah pesan kehangatan yang dibawa kepada penonton, khususnya keluarga. Ia menyebut Na Willa bisa menjadi pilihan tontonan bagi orang tua yang ingin mengajak anak, keponakan, atau keluarga menonton film saat libur Lebaran.
“Kalau bingung mau bawa ponakan, anak, atau cucu nonton apa saat Lebaran, ini sudah ada pilihannya,” ujarnya.
Baca Juga : Tanpa Skrip, Adegan Vidi Aldiano di film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' Kini Jadi Kenangan Terakhir
Irene juga menilai bahwa film anak seperti Na Willa juga memiliki pesan yang relevan bagi orang dewasa. Di mana kehidupan orang dewasa sering kali terlalu serius, sehingga film ini menjadi pengingat untuk tetap menikmati hidup dengan sederhana.
“Kadang hidup kita terlalu serius. Film ini mengingatkan kita bahwa jadi anak-anak itu seru, dan kita yang dewasa pun masih boleh sesekali jadi anak-anak,” katanya.
Selain itu, Irene juga menilai film ini merepresentasikan nilai keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia. Ia menyebut semangat Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam pesan yang dihadirkan film tersebut.
Irene pun berharap kehadiran Na Willa dapat menghadirkan kebahagiaan bagi penonton sekaligus mengingatkan pentingnya kejujuran, kepolosan, dan kehangatan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Irene, film ini bukan sekedar tontonan keluarga, tetapi juga contoh bagaimana sebuah karya kreatif bisa berkembang dari berbagai sisi industri.
“Buat saya ini satu gebrakan lagi dari Cinema Go-Ahead Indonesia. Luar biasa banget,” ujar Irene.
Irene menjelaskan bahwa Na Willa merupakan adaptasi dari buku cerita anak yang kemudian diperluas menjadi film. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan kekayaan intelektual (IP) di sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga : Film Na Willa Tayang di Libur Lebaran, Angkat Peran Ibu dan Anak
“Ini bukan hanya sebuah adaptasi dari buku, tapi juga perluasan IP. Dari buku cerita bisa menjadi film, dan nantinya bisa berkembang ke licensing dan merchandising,” kata Irene.
Di luar potensi ekonomi kreatif, Irene menilai nilai utama dari film ini adalah pesan kehangatan yang dibawa kepada penonton, khususnya keluarga. Ia menyebut Na Willa bisa menjadi pilihan tontonan bagi orang tua yang ingin mengajak anak, keponakan, atau keluarga menonton film saat libur Lebaran.
“Kalau bingung mau bawa ponakan, anak, atau cucu nonton apa saat Lebaran, ini sudah ada pilihannya,” ujarnya.
Baca Juga : Tanpa Skrip, Adegan Vidi Aldiano di film 'Tunggu Aku Sukses Nanti' Kini Jadi Kenangan Terakhir
Irene juga menilai bahwa film anak seperti Na Willa juga memiliki pesan yang relevan bagi orang dewasa. Di mana kehidupan orang dewasa sering kali terlalu serius, sehingga film ini menjadi pengingat untuk tetap menikmati hidup dengan sederhana.
“Kadang hidup kita terlalu serius. Film ini mengingatkan kita bahwa jadi anak-anak itu seru, dan kita yang dewasa pun masih boleh sesekali jadi anak-anak,” katanya.
Selain itu, Irene juga menilai film ini merepresentasikan nilai keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia. Ia menyebut semangat Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam pesan yang dihadirkan film tersebut.
Irene pun berharap kehadiran Na Willa dapat menghadirkan kebahagiaan bagi penonton sekaligus mengingatkan pentingnya kejujuran, kepolosan, dan kehangatan dalam kehidupan sehari-hari.
(wur)
Lihat Juga :