Cahaya Muda Indonesia 2026 Lahirkan Dai Muda Berbakat
Minggu, 15 Maret 2026 - 15:15 WIB
loading...
Cahaya Muda Indonesia menghasilkan dai-dai muda berbakat. Foto : Annastasya Rizqa
A
A
A
JAKARTA - iNews Media Group menghadirkan program pencarian bakat religi pertama, lewat program Cahaya Muda Indonesia , kali ini talent search ini dibuat untuk mencari Dai-Dai yang mampu menebar cahaya Quran dari seluruh penjuru Nusantara. Acara ini kembali digelar di Studio 15 MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Setelah melalui babak audisi yang diikuti oleh ratusan kandidat, terpilih lah 10 finalis yang telah tampil di babak eliminasi. Setelahnya, malam puncak Grand Final pun diisi oleh 4 kandidat tersisa dan dimenangkan oleh kontestan, Sulthon asal Sarolangun.
“Luar biasa sekali para pesertanya. Diharapkan bisa lanjut terus tahun depan kita mencari bibit unggul untuk para pendakwah, makanya disebut dengan Cahaya Muda Indonesia,” ungkap Syafril Nasution, Vice CEO & News Director iNews Media Group, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga : Dakwahnya Keren, Sulthon Jadi Juara 1 Cahaya Muda Indonesia 2026
4 finalis ini berjuang dengan menunjukan dakwah terbaiknya untuk mendapatkan predikat sebagai Juara Cahaya Muda Indonesia. Mereka adalah Fadly - Bone, Kecap - Jakarta, Sulthon - Sarolangun dan Duo Z - Kampar.
Sulthon berhasil mendapat gelar Juara 1 setelah menampilkan materi menarik dan berhasil menjawab soal tantangan dari para dewan juri. Kegigihannya di malam Grand Final berhasil membawanya menjadi Juara Pertama.
Adapun Juara Terfavorit diraih oleh Duo Z asal Kampar, Juara 3 oleh Kecap - Jakarta, dan Juara 2 oleh Fadly - Bone.
Kesuksesan acara ini pun diharapkan bisa menjadi wadah untuk menghasilka pendakwah muda yang berbakat di Tanah Air.
“Ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari MUI. Harapan kami bisa membuat acara yang lebih baik lagi dan berkesinambungan dan menghasilkan pendakwah muda yang punya potensi,” tambah Syafril.
Baca Juga : Malam Puncak Grand Final Cahaya Muda Indonesia, Kontestan Bersaing Ketat!
Cahaya Muda Indonesia 2026 dipandu oleh Host Ruben Onsu, dan tentunya Dai-Dai muda ini di nilai oleh para ulama-ulama dan guru terbaik negeri ini, beliau adalah Habib Nabiel Al Musawa, Ust. Abi Amir Faishol, dan Habib Muhamad Syahab.
Selain itu, penampilan musisi Armand Maulana juga turut mewarnai babak Grand Final Cahaya Muda Indonesia. Suara merdu dan lagu religi juga mewarnai keindahan malam penentuan juara Cahaya Muda Indonesia 2026.
Setelah melalui babak audisi yang diikuti oleh ratusan kandidat, terpilih lah 10 finalis yang telah tampil di babak eliminasi. Setelahnya, malam puncak Grand Final pun diisi oleh 4 kandidat tersisa dan dimenangkan oleh kontestan, Sulthon asal Sarolangun.
“Luar biasa sekali para pesertanya. Diharapkan bisa lanjut terus tahun depan kita mencari bibit unggul untuk para pendakwah, makanya disebut dengan Cahaya Muda Indonesia,” ungkap Syafril Nasution, Vice CEO & News Director iNews Media Group, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga : Dakwahnya Keren, Sulthon Jadi Juara 1 Cahaya Muda Indonesia 2026
4 finalis ini berjuang dengan menunjukan dakwah terbaiknya untuk mendapatkan predikat sebagai Juara Cahaya Muda Indonesia. Mereka adalah Fadly - Bone, Kecap - Jakarta, Sulthon - Sarolangun dan Duo Z - Kampar.
Sulthon berhasil mendapat gelar Juara 1 setelah menampilkan materi menarik dan berhasil menjawab soal tantangan dari para dewan juri. Kegigihannya di malam Grand Final berhasil membawanya menjadi Juara Pertama.
Adapun Juara Terfavorit diraih oleh Duo Z asal Kampar, Juara 3 oleh Kecap - Jakarta, dan Juara 2 oleh Fadly - Bone.
Kesuksesan acara ini pun diharapkan bisa menjadi wadah untuk menghasilka pendakwah muda yang berbakat di Tanah Air.
“Ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari MUI. Harapan kami bisa membuat acara yang lebih baik lagi dan berkesinambungan dan menghasilkan pendakwah muda yang punya potensi,” tambah Syafril.
Baca Juga : Malam Puncak Grand Final Cahaya Muda Indonesia, Kontestan Bersaing Ketat!
Cahaya Muda Indonesia 2026 dipandu oleh Host Ruben Onsu, dan tentunya Dai-Dai muda ini di nilai oleh para ulama-ulama dan guru terbaik negeri ini, beliau adalah Habib Nabiel Al Musawa, Ust. Abi Amir Faishol, dan Habib Muhamad Syahab.
Selain itu, penampilan musisi Armand Maulana juga turut mewarnai babak Grand Final Cahaya Muda Indonesia. Suara merdu dan lagu religi juga mewarnai keindahan malam penentuan juara Cahaya Muda Indonesia 2026.
(wur)
Lihat Juga :