Stephanie Bangga Jadi Juara MasterChef Indonesia Season 13: Ini Achievement Terbesarku
Minggu, 15 Maret 2026 - 23:35 WIB
loading...
Stephanie dan Angela Tanoesoedibjo. Foto: Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Stephanie resmi menjadi juara di MasterChef Indonesia Season 13 . Kemenangan ini menjadi momen paling membanggakan dalam perjalanan hidupnya.
Seusai memenangkan piala MasterChef Season 13, Stephanie mengaku tak menyangka. Ia menyebut kemenangan ini sebagai pencapaian terbesar selama hidupnya.
“Aku perasaanku sangat bangga dengan diriku sendiri, karena bagiku ini adalah satu achievement terbesarku selama aku 30 tahun hidup. I couldn’t be more proud of myself,” ujar Stephanie.
Baca Juga : Luke J. Lindberg Cicip Gohu Khas Maluku hingga Masakan Rumahan, Apresiasi Olahan Indonesia
Ia mengaku tak menyangka bisa memenangkan kompetisi memasak ini. Apalagi persaingan ketat selama kompetisi sempat membuat dirinya tidak percaya diri untuk bisa menjadi juara.
Stephanie menilai, kontestan lain memiliki kemampuan yang sangat kuat. Sehingga ketika mengetahui dirinya dan Bunga lolos ke babak grand final, Stephanie seakan tak menyangka dan mengaku sangat bersyukur.
“Jujur aku nggak nyangka banget bisa jadi pemenangnya. Banyak kontender yang sangat-sangat strong, seperti Jonathan dan Rizky. Tapi di grand final akhirnya tinggal aku dan Bunga, dan itu already a great achievement buat aku,” ungkapnya.
Selama menjalani kompetisi, Stephanie mengungkap ilmu penting yang ia dapatkan. Ia mengaku banyak belajar soal melatih fokus dan mental.
Baca Juga : Duel Sengit Dua Ibu Rumah Tangga di Grand Final MasterChef Indonesia: Siapa yang Akan Mengangkat Trofi?
Menurut Stephanie, mood sangat berpengaruh pada hasil masakan. Ketika mood tidak happy, maka akan mempengaruhi rasa pada makanan yang dihasilkan.
“Di sini aku belajar kalau kita harus fokus, tenang, dan mental itu benar-benar harus dijaga. Mood itu sangat berpengaruh ke masakan. Kalau lagi nggak happy, hasil masakan juga ikut kena,” jelasnya.
Dalam kemenangannya kali ini, ia pun mempersembahkan piala tersebut untuk dirinya sendiri dan sang anak. Mengingat selama menjalani kompetisi, ia harus meninggalkan anaknya selama beberapa waktu.
“Piala ini aku persembahkan buat diriku sendiri dan anakku,” tutup Stephanie dengan haru.
Seusai memenangkan piala MasterChef Season 13, Stephanie mengaku tak menyangka. Ia menyebut kemenangan ini sebagai pencapaian terbesar selama hidupnya.
“Aku perasaanku sangat bangga dengan diriku sendiri, karena bagiku ini adalah satu achievement terbesarku selama aku 30 tahun hidup. I couldn’t be more proud of myself,” ujar Stephanie.
Baca Juga : Luke J. Lindberg Cicip Gohu Khas Maluku hingga Masakan Rumahan, Apresiasi Olahan Indonesia
Ia mengaku tak menyangka bisa memenangkan kompetisi memasak ini. Apalagi persaingan ketat selama kompetisi sempat membuat dirinya tidak percaya diri untuk bisa menjadi juara.
Stephanie menilai, kontestan lain memiliki kemampuan yang sangat kuat. Sehingga ketika mengetahui dirinya dan Bunga lolos ke babak grand final, Stephanie seakan tak menyangka dan mengaku sangat bersyukur.
“Jujur aku nggak nyangka banget bisa jadi pemenangnya. Banyak kontender yang sangat-sangat strong, seperti Jonathan dan Rizky. Tapi di grand final akhirnya tinggal aku dan Bunga, dan itu already a great achievement buat aku,” ungkapnya.
Selama menjalani kompetisi, Stephanie mengungkap ilmu penting yang ia dapatkan. Ia mengaku banyak belajar soal melatih fokus dan mental.
Baca Juga : Duel Sengit Dua Ibu Rumah Tangga di Grand Final MasterChef Indonesia: Siapa yang Akan Mengangkat Trofi?
Menurut Stephanie, mood sangat berpengaruh pada hasil masakan. Ketika mood tidak happy, maka akan mempengaruhi rasa pada makanan yang dihasilkan.
“Di sini aku belajar kalau kita harus fokus, tenang, dan mental itu benar-benar harus dijaga. Mood itu sangat berpengaruh ke masakan. Kalau lagi nggak happy, hasil masakan juga ikut kena,” jelasnya.
Dalam kemenangannya kali ini, ia pun mempersembahkan piala tersebut untuk dirinya sendiri dan sang anak. Mengingat selama menjalani kompetisi, ia harus meninggalkan anaknya selama beberapa waktu.
“Piala ini aku persembahkan buat diriku sendiri dan anakku,” tutup Stephanie dengan haru.
(wur)
Lihat Juga :