Penuh Imajinasi dan Air Mata, Na Willa Jadi Film Keluarga Wajib Tonton saat Libur Lebaran
Rabu, 25 Maret 2026 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
“Kenapa natural dan berhasil magical? Karena shot itu lahir dari kolaborasi manusia. Shot itu lahir bukan dari keajaiban instan, tapi dari kolaborasi yang sangat manusiawi,” kenang Ryan.
Salah satu yang juga terlihat sangat natural adalah adegan kue cucur. Ketika Na Willa dan salah satu temannya, Farida, masuk ke kamar Kakak Farida, Mbak Martini. Di momen itu, Farida dan Na Willa memakan kue cucur. Namun, di sisi lain, Mbak Martini tengah resah dengan rencana pernikahannya. Ryan menangkap potret kepolosan anak-anak dengan secara natural, melihat realitas yang dihadapi orang yang sudah lebih besar dari sudut pandang anak-anak.
Ryan juga menyuguhkan kebahagiaan dunia anak seperti saat Na Willa dan geng Krembangan, teman-temannya saat bermain di tanah lapang yang mungkin saat ini jarang ditemui sehingga membuat nostalgia. Momen-momen keajaiban juga ditampilkan Ryan dengan berbagai elemen benda mati yang terasa hidup, seperti debu-debu kasur yang menyerupai kerlip bintang, air hujan yang tampak sparkling, atau buku-buku di ruang kelas yang beterbangan.
Film ini dibintangi Luisa Adreena, Freya Mikhayla, dan Azamy Syauqi. Nama lain seperti Arsenio Rafisqy dan Irma Rihi turut memperkuat cerita. Junior Liem hingga Ira Wibowo juga hadir memberi kedalaman emosi.
Antusiasme penonton terlihat sejak special screening hingga gala premiere. Sutradara Riri Riza menilai film ini memiliki kedekatan emosional kuat. “Filmnya dekat dengan perasaan dan sangat menyenangkan,” ujarnya. Ia juga menyebut formula film anak ini terasa tepat. Hal senada diungkapkan oleh host dan aktor Reza Chandika. “Seperti rest area terbaik untuk orang dewasa,” katanya.
Salah satu yang juga terlihat sangat natural adalah adegan kue cucur. Ketika Na Willa dan salah satu temannya, Farida, masuk ke kamar Kakak Farida, Mbak Martini. Di momen itu, Farida dan Na Willa memakan kue cucur. Namun, di sisi lain, Mbak Martini tengah resah dengan rencana pernikahannya. Ryan menangkap potret kepolosan anak-anak dengan secara natural, melihat realitas yang dihadapi orang yang sudah lebih besar dari sudut pandang anak-anak.
Ryan juga menyuguhkan kebahagiaan dunia anak seperti saat Na Willa dan geng Krembangan, teman-temannya saat bermain di tanah lapang yang mungkin saat ini jarang ditemui sehingga membuat nostalgia. Momen-momen keajaiban juga ditampilkan Ryan dengan berbagai elemen benda mati yang terasa hidup, seperti debu-debu kasur yang menyerupai kerlip bintang, air hujan yang tampak sparkling, atau buku-buku di ruang kelas yang beterbangan.
Film ini dibintangi Luisa Adreena, Freya Mikhayla, dan Azamy Syauqi. Nama lain seperti Arsenio Rafisqy dan Irma Rihi turut memperkuat cerita. Junior Liem hingga Ira Wibowo juga hadir memberi kedalaman emosi.
Antusiasme penonton terlihat sejak special screening hingga gala premiere. Sutradara Riri Riza menilai film ini memiliki kedekatan emosional kuat. “Filmnya dekat dengan perasaan dan sangat menyenangkan,” ujarnya. Ia juga menyebut formula film anak ini terasa tepat. Hal senada diungkapkan oleh host dan aktor Reza Chandika. “Seperti rest area terbaik untuk orang dewasa,” katanya.
Lihat Juga :