Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui

Kamis, 02 April 2026 - 16:09 WIB
loading...
Varian Baru COVID-19...
Varian baru COVID-19 yang dijuluki Cicada tengah menjadi perhatian otoritas kesehatan global.. Foto/NBS.
A A A
JAKARTA - Varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada” tengah menjadi perhatian otoritas kesehatan global. Varian dengan kode BA.3.2 tersebut saat ini dipantau oleh World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) karena penyebarannya yang mulai terdeteksi di berbagai negara.

Meski namanya identik dengan serangga yang bersuara keras, istilah “Cicada” kini justru merujuk pada varian baru virus SARS-CoV-2 yang termasuk dalam keluarga Omicron. Para peneliti menemukan bahwa varian ini memiliki tingkat mutasi yang cukup tinggi sehingga memunculkan perhatian dari komunitas medis internasional.

Baca juga: Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files

Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi pada November 2024. Sejak saat itu, virus ini dilaporkan telah menyebar ke setidaknya 23 negara di dunia. Di Amerika Serikat sendiri, varian tersebut telah terdeteksi di 25 negara bagian hingga Februari 2026, menurut data CDC.

Meski demikian, para ahli menyebutkan bahwa BA.3.2 hingga saat ini belum menjadi varian dominan dalam penyebaran COVID-19. Profesor penyakit menular dari Vanderbilt University, William Schaffner, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah varian ini akan menjadi varian utama di masa mendatang.



“Kita masih harus menunggu dan melihat apakah varian ini akan berada di garis depan penyebaran COVID-19,” ujarnya, dikutip dari CBS news, Kamis (2/4/2026)

Memiliki Puluhan Mutasi


BA.3.2 diketahui merupakan bagian dari keluarga Omicron dengan tingkat mutasi yang tinggi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal The Lancet menyebutkan varian ini memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi.

Studi tersebut juga menemukan bahwa vaksin COVID-19 yang ada saat ini memiliki efektivitas lebih rendah terhadap BA.3.2 dibandingkan dengan varian yang saat ini dominan. Meski begitu, vaksin tetap memberikan perlindungan tertentu terhadap infeksi dan gejala berat.

Menurut Schaffner, temuan awal menunjukkan bahwa varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sebagian perlindungan imun yang telah terbentuk dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.

“Masih terlalu awal untuk menarik kesimpulan pasti, tetapi ada indikasi varian ini memiliki kapasitas untuk menghindari sebagian perlindungan yang kita miliki,” katanya.

Baca juga: Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?

Belum Terbukti Lebih Parah


Sejauh ini, CDC belum melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam kasus penyakit berat akibat COVID-19 secara nasional. Bahkan secara umum, angka kasus, kunjungan gawat darurat, dan rawat inap cenderung menurun.

Namun, situasi di beberapa wilayah tetap perlu diperhatikan. Beberapa negara bagian seperti Massachusetts dan Florida diperkirakan mengalami peningkatan kasus dalam periode tertentu.

Kontributor medis CBS News, Celine Gounder, yang juga editor kesehatan masyarakat di KFF Health News, mengatakan hingga kini belum ada bukti bahwa varian Cicada menyebabkan penyakit yang lebih parah.

“Kami belum melihat bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih serius atau peningkatan rawat inap di wilayah lain,” jelasnya.

Gejala dan Imbauan Vaksinasi


Gejala infeksi COVID-19 akibat varian baru ini pada dasarnya masih serupa dengan varian sebelumnya. Beberapa gejala yang umum dilaporkan antara lain:

Demam
Batuk
Sesak napas
Sakit tenggorokan
Hidung tersumbat atau pilek

CDC tetap mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk melakukan vaksinasi COVID-19 terbaru. Kelompok yang disarankan mendapatkan vaksin antara lain:

Lansia usia 65 tahun ke atas
Orang yang belum pernah menerima vaksin COVID-19
Individu dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung, paru-paru, atau diabetes
Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah

Para ahli juga memperkirakan kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 pada musim panas, sebagaimana pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Schaffner menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan vaksinasi tambahan pada akhir Mei hingga awal Juni guna meningkatkan perlindungan terhadap potensi peningkatan kasus.

“Kami memperkirakan peningkatan kasus pada musim panas seperti yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga vaksinasi tambahan dapat memberikan perlindungan,” ujarnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Gejala Varian Covid-19...
Gejala Varian Covid-19 Stratus yang Dominan di Indonesia, Suara Serak Jadi Ciri Khas
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Berita Terkini
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Pecahkan Rekor, Ratusan...
Pecahkan Rekor, Ratusan Affiliator Lakukan Siaran Langsung Penjualan Bersama di Satu Lokasi
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved