Menikmati Kopi dan Kuliner Tradisional Kaya Cita Rasa Sarat Sejarah di Kawisari Menteng
Sabtu, 04 April 2026 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dinding utama di bagian belakang ruang, terpampang mural besar bernuansa tropis menampilkan lanskap perkebunan lengkap dengan pohon kelapa, para pekerja, dan elemen alam. Lukisan ini seolah menjadi penghubung visual antara ruang makan di Jakarta dengan asal-usul cerita yang dibawa dari Jawa Timur.
Di tengah komposisi tersebut, Kawisari Menteng hadir sebagai perpanjangan pengalaman dari perkebunan Kawisari dan Sengon di Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Jaringan Tugu Hotels & Restaurants menghadirkan outlet keempat ini di Jalan Teuku Cik Ditiro No.4 Jakarta, berdampingan dengan restoran legendaris Lara Djonggrang, setelah sebelumnya sukses di Kebon Sirih Jakarta, Malang, dan Canggu, Bali.
Baca juga: Rekomendasi 5 Resto Jepang di Jakarta yang Cocok untuk Berbuka Puasa
Kopi yang disajikan membawa jejak panjang sejak 1870, saat perkebunan Kawisari didirikan pascasistem tanam paksa oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Varietas Arabika, Robusta, hingga Kopi Luwak dipanen secara tradisional oleh ratusan warga desa, lalu diproses dengan metode full washed untuk menghasilkan kualitas terbaik. Pengakuan internasional pun diraih melalui International AVPA France Gourmet Award 2019 untuk kategori kopi Robusta terbaik. “Setiap cangkir membawa cerita panjang dari perkebunan,” ujar Regional Sales & Marketing Manager Tugu Hotels, Rosiany T. Chandra.
Tak hanya kopi, hasil perkebunan lain seperti karet, cengkeh, serta sayur dan buah organik turut menjadi bagian dari konsep yang dihadirkan. Menu yang ditawarkan mengangkat kekayaan kuliner pedesaan Jawa Timur. Antara lain nasi besek bebek goreng lengkuas dengan pelengkap sayuran dan sambal matah Bali, disajikan dalam wadah anyaman bambu yang memperkuat identitas tradisional. “Kami ingin menghadirkan pengalaman autentik, bukan sekadar minum kopi. From farm to table,” tambah Rosiany.
Di tengah komposisi tersebut, Kawisari Menteng hadir sebagai perpanjangan pengalaman dari perkebunan Kawisari dan Sengon di Wlingi, Blitar, Jawa Timur. Jaringan Tugu Hotels & Restaurants menghadirkan outlet keempat ini di Jalan Teuku Cik Ditiro No.4 Jakarta, berdampingan dengan restoran legendaris Lara Djonggrang, setelah sebelumnya sukses di Kebon Sirih Jakarta, Malang, dan Canggu, Bali.
Baca juga: Rekomendasi 5 Resto Jepang di Jakarta yang Cocok untuk Berbuka Puasa
Kopi yang disajikan membawa jejak panjang sejak 1870, saat perkebunan Kawisari didirikan pascasistem tanam paksa oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Varietas Arabika, Robusta, hingga Kopi Luwak dipanen secara tradisional oleh ratusan warga desa, lalu diproses dengan metode full washed untuk menghasilkan kualitas terbaik. Pengakuan internasional pun diraih melalui International AVPA France Gourmet Award 2019 untuk kategori kopi Robusta terbaik. “Setiap cangkir membawa cerita panjang dari perkebunan,” ujar Regional Sales & Marketing Manager Tugu Hotels, Rosiany T. Chandra.
Tak hanya kopi, hasil perkebunan lain seperti karet, cengkeh, serta sayur dan buah organik turut menjadi bagian dari konsep yang dihadirkan. Menu yang ditawarkan mengangkat kekayaan kuliner pedesaan Jawa Timur. Antara lain nasi besek bebek goreng lengkuas dengan pelengkap sayuran dan sambal matah Bali, disajikan dalam wadah anyaman bambu yang memperkuat identitas tradisional. “Kami ingin menghadirkan pengalaman autentik, bukan sekadar minum kopi. From farm to table,” tambah Rosiany.
Lihat Juga :