ARDI Tolak Royalti LMKN Senilai Rp25 Juta, Ikke Nurjanah: Harus Transparan!
Rabu, 08 April 2026 - 14:31 WIB
loading...
Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI) tegas menolak royalti sebesar Rp25 juta dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Foto/IG Ikke Nurjanah.
A
A
A
JAKARTA - Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI) tegas menolak royalti sebesar Rp25 juta dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional ( LMKN ). Royalti itu dikeluarkan untuk periode pertama Januari hingga Juni 2025.
Ketua ARDI, Ikke Nurjanah, menjelaskan penolakan tersebut disampaikan melalui surat tertulis.
"Rp 25 (juta) itu kita melakukan surat menolak," kata Ikke Nurjanah saat ditemui di Soneta Record, Depok, Jawa Barat belum lama ini.
Baca juga: Royalti ARDI Anjlok ke Rp25 Juta, Ikke Nurjanah Desak Transparansi LMKN
Menurutnya, penolakan tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan transparansi terkait kepada pihak LMKN. Sebagai penerima, Ikke merasa ARDI perlu mengetahui dasar perhitungan tersebut.
"Kita akan menerima kalau dibuka transparansi atas dasar apa Rp25 juta ini, atas data penggunaan dan proxy yang kita punya. Oke, proxy-nya apa? Data penggunaannya apa? Terus cara ngitungnya gimana?" ujar Ikke.
"Karena setahu kita dalam penghitungan itu kita sangat memikirkan lagu ‘Terlena’, punya tiga penyanyi, pemusiknya beda-beda. Ini gimana caranya, ini dapat dari mana? Tolong kasih tahu kita," tambahnya.
"Jadi kita langsung bersurat, kita menolak kalau tidak ada transparansi bagaimana skema dan segala macamnya," kata Ikke lagi.
Selain itu, Ikke juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak LMKN. Namun, ia mengklaim belum mendapat respons positif.
"Makanya sampai sekarang kita juga ini maunya gimana ya? Dan kita selalu, habis ketemu mereka, yuk kita ngobrol dong yang sudah kamu lakukan apa, kita kasih masukan atau kita saling koreksi. Tapi enggak ada," tutur dia.
"Jadi cuma verbal saja, tapi secara teknisnya enggak pernah ada kelanjutan. Pokoknya keputusannya begini, terima," lanjut Ikke.
Ikke menegaskan sikap tegas pihaknya bukan untuk memicu konflik, melainkan guna mencari titik tengah terkait urusan royalti. Ia justru berharap persoalan ini selesai dengan damai.
"Padahal kita sangat terbuka karena kita enggak pengen ribut. Ngapain gitu lho? Uangnya ada, datanya ada, kita juga ada, ya ngobrol lah. Kenapa jadi kita di sana, kamu di sini," kata Ikke.
Ketua ARDI, Ikke Nurjanah, menjelaskan penolakan tersebut disampaikan melalui surat tertulis.
"Rp 25 (juta) itu kita melakukan surat menolak," kata Ikke Nurjanah saat ditemui di Soneta Record, Depok, Jawa Barat belum lama ini.
Baca juga: Royalti ARDI Anjlok ke Rp25 Juta, Ikke Nurjanah Desak Transparansi LMKN
Menurutnya, penolakan tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan transparansi terkait kepada pihak LMKN. Sebagai penerima, Ikke merasa ARDI perlu mengetahui dasar perhitungan tersebut.
"Kita akan menerima kalau dibuka transparansi atas dasar apa Rp25 juta ini, atas data penggunaan dan proxy yang kita punya. Oke, proxy-nya apa? Data penggunaannya apa? Terus cara ngitungnya gimana?" ujar Ikke.
"Karena setahu kita dalam penghitungan itu kita sangat memikirkan lagu ‘Terlena’, punya tiga penyanyi, pemusiknya beda-beda. Ini gimana caranya, ini dapat dari mana? Tolong kasih tahu kita," tambahnya.
"Jadi kita langsung bersurat, kita menolak kalau tidak ada transparansi bagaimana skema dan segala macamnya," kata Ikke lagi.
Selain itu, Ikke juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak LMKN. Namun, ia mengklaim belum mendapat respons positif.
"Makanya sampai sekarang kita juga ini maunya gimana ya? Dan kita selalu, habis ketemu mereka, yuk kita ngobrol dong yang sudah kamu lakukan apa, kita kasih masukan atau kita saling koreksi. Tapi enggak ada," tutur dia.
"Jadi cuma verbal saja, tapi secara teknisnya enggak pernah ada kelanjutan. Pokoknya keputusannya begini, terima," lanjut Ikke.
Ikke menegaskan sikap tegas pihaknya bukan untuk memicu konflik, melainkan guna mencari titik tengah terkait urusan royalti. Ia justru berharap persoalan ini selesai dengan damai.
"Padahal kita sangat terbuka karena kita enggak pengen ribut. Ngapain gitu lho? Uangnya ada, datanya ada, kita juga ada, ya ngobrol lah. Kenapa jadi kita di sana, kamu di sini," kata Ikke.
(nnz)
Lihat Juga :