Kasus Influenza Masih Jadi Tantangan, Akses Vaksinasi Harus Diperluas

Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WIB
loading...
Kasus Influenza Masih...
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat, sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus tergolong berat. Foto/SindoNews/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat, sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus tergolong berat. Kondisi ini menandakan kebutuhan akan perlindungan yang lebih optimal terhadap pencegahan influenza semakin mendesak, termasuk di Indonesia.

Menjawab tantangan untuk memperluas akses pencegahan influenza di Indonesia, PT Dexa Medica menghadirkan vaksin SKYCELLFLU Quadrivalent. Obat ini telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Baca juga: Tak Perlu Panik, Ini Efek Samping Vaksin Flu yang Perlu Diketahui

BPOM RI resmi menerbitkan Nomor Izin Edar (NIE) untuk vaksin influenza SKYCELLFLU Quadrivalent SH pada 9 Maret 2026, melengkapi persetujuan sebelumnya untuk SKYCELLFLU Quadrivalent NH. Kehadiran vaksin influenza quadrivalent ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit flu di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar menegaskan komitmen BPOM mendukung upaya pencegahan penyakit flu di Indonesia. BPOM mendukung percepatan akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang dibutuhkan, termasuk vaksin, melalui proses registrasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis sains. ”Sinergi dengan industri farmasi menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan produk yang aman dan berkualitas,” katanya, di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica Prof Raymond Tjandrawinata menambahkan vaksinasi influenza merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti efektif. Berbagai studi menunjukkan bahwa vaksinasi influenza dapat mengurangi risiko rawat inap akibat komplikasi influenza hingga 40–60%, terutama pada populasi berisiko tinggi.

Menurutnya, influenza seringkali dianggap ringan, namun dampaknya dapat signifikan, terutama bagi lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit kronis. Dengan vaksinasi yang tepat, kita dapat menurunkan angka kejadian, komplikasi, hingga beban sistem kesehatan secara keseluruhan terlebih menurut data WHO angka kematian terkait gangguan pernapasan mencapai sekitar 290.000 hingga 650.000 kasus setiap tahunnya. ”Kehadiran
SKYCELLFLU Quadrivalent diharapkan dapat memperluas akses terhadap vaksin influenza dengan standar kualitas global,” jelasnya.

Penularan influenza terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi. Penyakit ini ditandai dengan gejala yang muncul mendadak seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan dengan tingkat keparahan bervariasi.

Pada individu sehat, influenza umumnya dapat pulih dengan terapi suportif, istirahat, dan perbaikan nutrisi. Namun, pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Penanganan influenza dilakukan sesuai dengan kondisi klinis pasien. Sebagian besar kasus ringan hingga sedang cukup ditangani secara suportif untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan. Sementara itu, pada kasus yang lebih berat atau pada kelompok berisiko tinggi, terapi antivirus dapat dipertimbangkan untuk mengurangi durasi penyakit sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut.

Secara ilmiah, virus influenza termasuk dalam famili Orthomyxoviridae dan terdiri dari empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Di antara keempatnya, tipe A dan B merupakan penyebab utama influenza musiman pada manusia. Virus tipe A bersifat lebih dominan dan berpotensi menyebabkan pandemi, sedangkan tipe B menyumbang sekitar 15–30% kasus dengan risiko pandemi yang lebih rendah.

Di tengah dinamika tersebut, vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dalam pencegahan influenza. Vaksin influenza telah digunakan secara luas selama lebih dari enam dekade dengan profil keamanan dan efektivitas yang baik. Namun, karena virus terus bermutasi dan kekebalan dapat menurun seiring waktu, vaksinasi tahunan direkomendasikan dengan komposisi yang diperbarui berdasarkan surveilans global terhadap strain yang beredar.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi dalam teknologi produksi vaksin terus dilakukan, termasuk melalui metode berbasis kultur sel. Pendekatan ini menawarkan proses produksi yang lebih terkontrol serta perlindungan yang lebih konsisten. Dengan efektivitas yang kompetitif dan profil keamanan yang baik, vaksin influenza berbasis sel menjadi pilihan yang semakin relevan dalam mendukung program imunisasi tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi. Baca juga: Berhasil Raih 2 Penghargaan, Seluruh Produk Dexa Group Bersertifikat Halal

SKYCELLFLU Quadrivalent sebagai vaksin influenza yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap empat strain virus influenza yang direkomendasikan oleh WHO. Varian SH telah disesuaikan dengan rekomendasi WHO tahun 2024, sementara varian NH mengikuti rekomendasi terbaru untuk musim 2025–2026.

Pendekatan quadrivalent ini memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas dibandingkan vaksin trivalen, karena mencakup dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua strain influenza B dari garis keturunan berbeda. Hal ini menjadi penting mengingat virus influenza terus mengalami mutasi dan perubahan strain setiap tahunnya, yang dapat memengaruhi efektivitas perlindungan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Jangan Anggap Sepele!...
Jangan Anggap Sepele! Flu Singapura pada Anak Bisa Picu Radang Otak dan Kelumpuhan
Hati-hati! BPOM Sebut...
Hati-hati! BPOM Sebut Kosmetik Mengandung Merkuri dan Steroid Sangat Berbahaya
BPOM Temukan 11 Kosmetik...
BPOM Temukan 11 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri hingga Pemicu Kanker
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Rekomendasi
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Berita Terkini
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Miss Indonesia 2025...
Miss Indonesia 2025 dan Liliana Tanoesoedibjo Bangun Listrik Tenaga Surya untuk Masyarakat NTT
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved