Avip Priatna Bawa Orkestra Indonesia Tampil di Concertgebouw Amsterdam, Penonton Terpukau
Jum'at, 17 April 2026 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Avip Priatna mengatakan bahwa sebenarnya ia berharap melalui tur ke Eropa ini, ia bersama JCO dan BMS dapat turut mempromosikan karya simfonik Indonesia hasil kerja keras komposer-komposer berbakat dari Indonesia ini sehingga nantinya dapat diminati dan dimainkan juga oleh berbagai orkestra profesional dari mancanegara.
Baca Juga : Jadwal Konser FForever 2026 di Jakarta Dimajukan, Catat Tanggalnya
Avip juga sengaja memilih Het Concertgebouw karena akustiknya yang sangat baik, dan sejarah panjang serta nama besar gedung konser ini dimana banyak komposer legendaris dan konduktor besar dunia pernah tampil di sini.
Selain lagu bertema nusantara, JCO juga menampilkan karya simfonik orisinal seperti Rampak Melayu karya Arya Pugala Kitti dan Overture Fatahillah karya Fero Aldiansya Stefanus. Selain itu, bersama BMS, JCO juga menampilkan arransemen lagu-lagu daerah yang diantaranya adalah Tak Tong Tong, Sik Sik Sibatumanikam, dan Benggong.
Duo pemain flute JCO yaitu Meta Ariana dan Marini Widyastari memainkan variasi lagu Tokecang arransemen komposer film Elwin Hendrijanto yang dibawakan secara interaktif dengan seluruh penonton yang hadir.
"Saya tidak menyangka konser Symphony of the Archipelago bisa seru banget. Bangga rasanya melihat audience juga memberikan apresiasi yang sangat hangat." kata Anggita Abdi, diaspora Indonesia yang bekerja di Amsterdam.
Avip Priatna bersama dengan JCO dan BMS akan melanjutkan perjalanan turnya ke Basel, Swiss. Konser di Basel tanggal 17 April tersebut akan jadi bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun pembentukan hubungan diplomatik RI-Swiss.
Baca Juga : Jadwal Konser FForever 2026 di Jakarta Dimajukan, Catat Tanggalnya
Avip juga sengaja memilih Het Concertgebouw karena akustiknya yang sangat baik, dan sejarah panjang serta nama besar gedung konser ini dimana banyak komposer legendaris dan konduktor besar dunia pernah tampil di sini.
Selain lagu bertema nusantara, JCO juga menampilkan karya simfonik orisinal seperti Rampak Melayu karya Arya Pugala Kitti dan Overture Fatahillah karya Fero Aldiansya Stefanus. Selain itu, bersama BMS, JCO juga menampilkan arransemen lagu-lagu daerah yang diantaranya adalah Tak Tong Tong, Sik Sik Sibatumanikam, dan Benggong.
Duo pemain flute JCO yaitu Meta Ariana dan Marini Widyastari memainkan variasi lagu Tokecang arransemen komposer film Elwin Hendrijanto yang dibawakan secara interaktif dengan seluruh penonton yang hadir.
"Saya tidak menyangka konser Symphony of the Archipelago bisa seru banget. Bangga rasanya melihat audience juga memberikan apresiasi yang sangat hangat." kata Anggita Abdi, diaspora Indonesia yang bekerja di Amsterdam.
Avip Priatna bersama dengan JCO dan BMS akan melanjutkan perjalanan turnya ke Basel, Swiss. Konser di Basel tanggal 17 April tersebut akan jadi bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun pembentukan hubungan diplomatik RI-Swiss.
(wur)
Lihat Juga :