Film '402: Rumah Sakit Angker Korea', Teror Found Footage Bikin Penonton Serasa Jadi Korban
Jum'at, 17 April 2026 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Diandra Agatha sebagai Arum tampil ambisius dan nekat demi konten. Ia menggambarkan karakternya sebagai pekerja keras tanpa batas. “Arum akan melakukan apa saja demi tujuan,” ujarnya.
Aktor Arbani Yasiz yang memerankan tokoh Juna tampil dengan karakter lebih gelap. Ia menyebut pengalaman syuting terasa jauh lebih intens. “Penonton akan melihat sisi baru yang penuh misteri,” ujarnya.
Lea Ciarachel memerankan Yuri, karakter yang lebih tertutup dan penuh keraguan. Ia menggambarkan sosoknya sebagai orang yang sebenarnya takut. “Sejak awal Yuri merasa tidak nyaman berada di lokasi,” kata Lea.
Aylena Fusil yang debut sebagai Tyas menghadirkan sudut pandang rasional. Karakternya digambarkan skeptis terhadap hal mistis. “Tyas ingin membuktikan sendiri kebenaran di lokasi,” katanya.
Penulis skenario sekaligus produser kreatif, Lele Laila, menambahkan, cerita diperkuat agar relevan dengan penonton Indonesia. Lele Laila juga menyebut proses produksi memakan waktu dua tahun. Ia ikut langsung dalam syuting di Korea Selatan.
CEO dan Founder MD Entertainment, Manoj Punjabi, menegaskan ambisi besar proyek yang disebutnya memakan biaya tinggi ini. Ia menyebut horor masih mendominasi sekitar 50 persen minat penonton Indonesia. “Kami ingin terus menaikkan standar produksi horor Indonesia dengan konsep baru,” katanya.
Aktor Arbani Yasiz yang memerankan tokoh Juna tampil dengan karakter lebih gelap. Ia menyebut pengalaman syuting terasa jauh lebih intens. “Penonton akan melihat sisi baru yang penuh misteri,” ujarnya.
Lea Ciarachel memerankan Yuri, karakter yang lebih tertutup dan penuh keraguan. Ia menggambarkan sosoknya sebagai orang yang sebenarnya takut. “Sejak awal Yuri merasa tidak nyaman berada di lokasi,” kata Lea.
Aylena Fusil yang debut sebagai Tyas menghadirkan sudut pandang rasional. Karakternya digambarkan skeptis terhadap hal mistis. “Tyas ingin membuktikan sendiri kebenaran di lokasi,” katanya.
Penulis skenario sekaligus produser kreatif, Lele Laila, menambahkan, cerita diperkuat agar relevan dengan penonton Indonesia. Lele Laila juga menyebut proses produksi memakan waktu dua tahun. Ia ikut langsung dalam syuting di Korea Selatan.
CEO dan Founder MD Entertainment, Manoj Punjabi, menegaskan ambisi besar proyek yang disebutnya memakan biaya tinggi ini. Ia menyebut horor masih mendominasi sekitar 50 persen minat penonton Indonesia. “Kami ingin terus menaikkan standar produksi horor Indonesia dengan konsep baru,” katanya.
(wur)
Lihat Juga :