AYIMUN Al-Muhajirien MUN, Ruang Kolaborasi 200 Anak Muda dari Berbagai Sekolah
Jum'at, 17 April 2026 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 200 delegasi dari 61 sekolah di wilayah Jabodetabek maupun luar Jabodetabek, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, berpartisipasi dalam konferensi ini dengan semangat tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan. Kegiatan ini mencerminkan komitmen AYIMUN dalam memperluas akses pembelajaran diplomasi internasional bagi pelajar di berbagai daerah di Indonesia.
Al-Muhajirien MUN menghadirkan dua council yakni United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk peserta junior (usia 11-14 tahun) dengan topik "Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Onlines Spaces for Students" dan World Health Organization (WHO) untuk peserta regular (15 tahun ke atas) dengan topik "Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation". Setiap sesi yang diikuti para delegasi juga dipadu oleh moderator atau chairs yang berpengalaman, memastikan sesi diskusi berjalan dengan baik dan interaktif. Chairs yang hadir dalam konferensi ini antara lain adalah Fatima Massa asal Spanyol, Zara Pang asal Malaysia, Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose yang keduanya berasal dari Indonesia.
Salah satu peserta junior, Revina Nadine Nugraha, membagikan pengalamannya bahwa ia sangat menyukai program Model United Nations yang diselenggarakan oleh International Global Network. Nadine, demikian ia biasa disapa, menceritakan di atas panggung bahwa sebelumnya ia merupakan anak yang pemalu dan cenderung antisosial. Program Al-Muhajirien MUN merupakan program MUN ke-6 yang ia ikuti, setelah sebelumnya berpartisipasi dalam Asia Youth International MUN Bangkok, AYIMUN Chapter Kelapa Gading, serta berbagai program MUN lainnya. Melalui keikutsertaannya dalam program MUN, Nadine mengungkapkan bahwa dia menjadi lebih percaya diri dan bisa lebih nyaman bersosialisasi dengan lebih banyak orang.
Kisah Nadine menjadi salah satu bukti nyata bahwa melalui ruang yang tepat, setiap anak muda memiliki potensi untuk berkembang, menemukan suaranya, dan berani melangkah lebih jauh. Selain itu, dengan adanya AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN ini diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai isu-isu global, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan negosiasi yang esensial dalam menghadapi tantangan masa depan.
Al-Muhajirien MUN menghadirkan dua council yakni United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk peserta junior (usia 11-14 tahun) dengan topik "Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Onlines Spaces for Students" dan World Health Organization (WHO) untuk peserta regular (15 tahun ke atas) dengan topik "Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation". Setiap sesi yang diikuti para delegasi juga dipadu oleh moderator atau chairs yang berpengalaman, memastikan sesi diskusi berjalan dengan baik dan interaktif. Chairs yang hadir dalam konferensi ini antara lain adalah Fatima Massa asal Spanyol, Zara Pang asal Malaysia, Paris Crishen Liu dan Hino Samuel Jose yang keduanya berasal dari Indonesia.
Salah satu peserta junior, Revina Nadine Nugraha, membagikan pengalamannya bahwa ia sangat menyukai program Model United Nations yang diselenggarakan oleh International Global Network. Nadine, demikian ia biasa disapa, menceritakan di atas panggung bahwa sebelumnya ia merupakan anak yang pemalu dan cenderung antisosial. Program Al-Muhajirien MUN merupakan program MUN ke-6 yang ia ikuti, setelah sebelumnya berpartisipasi dalam Asia Youth International MUN Bangkok, AYIMUN Chapter Kelapa Gading, serta berbagai program MUN lainnya. Melalui keikutsertaannya dalam program MUN, Nadine mengungkapkan bahwa dia menjadi lebih percaya diri dan bisa lebih nyaman bersosialisasi dengan lebih banyak orang.
Kisah Nadine menjadi salah satu bukti nyata bahwa melalui ruang yang tepat, setiap anak muda memiliki potensi untuk berkembang, menemukan suaranya, dan berani melangkah lebih jauh. Selain itu, dengan adanya AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN ini diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai isu-isu global, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan negosiasi yang esensial dalam menghadapi tantangan masa depan.
(dra)
Lihat Juga :