Bersaing dengan 10 Negara, Seniman Asal Malang Raih Juara Colour4Life Asia Pacific
Kamis, 23 April 2026 - 12:52 WIB
loading...
Karya seni Yohan Purnomo berjudul Shell of Cosmos yang memenangkan kompetisi Colour4Life Asia Pacific 2025/2026. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Seniman asal Malang Yohan Purnomo meraih hadiah utama Kompetisi Seni Internasional Colour4Life Asia Pacific 2025/2026. Faber-Castell International Indonesia secara resmi menyerahkan hadiah utama di Pabrik Marker Faber-Castell, Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Jawa Barat, pada Senin (20/4/2026).
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim, serta disaksikan oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste. Kehadiran perwakilan diplomatik tersebut turut menegaskan eratnya hubungan kerja sama budaya dan industri kreatif antara Indonesia dan Jerman.
Baca juga: Pameran Kolektif, 2Madison Gallery Tampilkan 120 Karya Seni Rupa dari 49 Seniman
Yohan Purnomo berhasil meraih posisi tertinggi setelah melalui proses seleksi ketat dan kompetitif, mengungguli peserta dari sembilan negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.
Karya yang mengantarkannya menjadi pemenang berjudul “Shell of Cosmos”, sebuah eksplorasi visual bertema Penyu yang menggabungkan elemen estetika dengan pesan mendalam mengenai keberlanjutan lingkungan, siklus kehidupan, serta refleksi nilai-nilai budaya Nusantara.
Karya dari Yohan Purnomo bertemakan “Shell of Cosmos” berhasil menjadi juara dalam lomba Colour4life 2025-2026 yang diadakan oleh Faber-Castell, dan berhak memperoleh hadiah utama, berkunjung ke kantor Faber-Castell di Stein, Jerman.
Melalui pendekatan artistik yang kuat dan narasi visual yang relevan dengan isu global, karya tersebut dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara kreativitas, pesan budaya, lingkungan dan sosial sejalan dengan semangat yang diusung dalam program Colour4Life.
Sebagai pemenang utama, Yohan memperoleh kesempatan eksklusif untuk mengunjungi kantor pusat Faber-Castell di Stein, Jerman, bersama satu orang pendamping. Selain itu, Yohan juga menerima berbagai hadiah menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian yang diraih di tingkat regional.
Dalam sambutannya, Yandramin Halim menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa talenta kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah internasional.
“Keberhasilan Yohan Purnomo tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga mencerminkan potensi besar seniman Indonesia dalam komunikasi pesan-pesan penting melalui media seni. Colour4Life kami hadirkan sebagai platform yang tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga membangun kesadaran terhadap isu-isu global yang relevan,” ujar Halim, melalui siaran pers, Kamis (23/4/2026).
Yohan Purnomo menjelaskan, karya seni yang ia buat menggambarkan seekor Penyu yang selalu pulang untuk bertelur. "Tidak peduli seberapa jauh ia pergi, ia kembali ke tempat asalnya untuk memenuhi tugasnya, membawa budaya yang telah berakar sejak lahir. Sebagai manusia, kita tidak boleh meninggalkan atau melupakan warisan budaya yang diturunkan dari leluhur kita," terangnya.
"Tanggung jawab kita adalah untuk melindungi dan melestarikan budaya negara ini. Saya mengilustrasikan pola batik Jawa, motif Kalimantan, ornamen Bali, dan pola cangkang untuk mewakili negara saya, Indonesia, yang kaya akan etnis dan agama, dengan ribuan pulau yang bersatu sebagai satu,” lanjutnya.
Program Colour4Life merupakan inisiatif regional dari Faber-Castell Asia Pasifik yang diselenggarakan di berbagai negara, dengan tujuan menginspirasi para seniman dan pengiat untuk mengekspresikan gagasan mereka melalui seni visual. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk mengangkat isu-isu strategis seperti keberlanjutan lingkungan, keberagaman budaya, serta tanggung jawab sosial.
Partisipasi dari sepuluh negara di kawasan Asia Pasifik pada edisi tahun ini menunjukkan meningkatnya antusiasme dan kualitas karya yang dihasilkan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Colour4Life sebagai salah satu inisiatif kreatif yang berdampak di tingkat regional, tercatat lebih dari 6,693 peserta mengikuti kegiatan pada tahun ini.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Faber-Castell International Indonesia berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung perkembangan ekosistem industri kreatif, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim, serta disaksikan oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste. Kehadiran perwakilan diplomatik tersebut turut menegaskan eratnya hubungan kerja sama budaya dan industri kreatif antara Indonesia dan Jerman.
Baca juga: Pameran Kolektif, 2Madison Gallery Tampilkan 120 Karya Seni Rupa dari 49 Seniman
Yohan Purnomo berhasil meraih posisi tertinggi setelah melalui proses seleksi ketat dan kompetitif, mengungguli peserta dari sembilan negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.
Karya yang mengantarkannya menjadi pemenang berjudul “Shell of Cosmos”, sebuah eksplorasi visual bertema Penyu yang menggabungkan elemen estetika dengan pesan mendalam mengenai keberlanjutan lingkungan, siklus kehidupan, serta refleksi nilai-nilai budaya Nusantara.
Karya dari Yohan Purnomo bertemakan “Shell of Cosmos” berhasil menjadi juara dalam lomba Colour4life 2025-2026 yang diadakan oleh Faber-Castell, dan berhak memperoleh hadiah utama, berkunjung ke kantor Faber-Castell di Stein, Jerman.
Melalui pendekatan artistik yang kuat dan narasi visual yang relevan dengan isu global, karya tersebut dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara kreativitas, pesan budaya, lingkungan dan sosial sejalan dengan semangat yang diusung dalam program Colour4Life.
Sebagai pemenang utama, Yohan memperoleh kesempatan eksklusif untuk mengunjungi kantor pusat Faber-Castell di Stein, Jerman, bersama satu orang pendamping. Selain itu, Yohan juga menerima berbagai hadiah menarik lainnya sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian yang diraih di tingkat regional.
Dalam sambutannya, Yandramin Halim menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa talenta kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah internasional.
“Keberhasilan Yohan Purnomo tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga mencerminkan potensi besar seniman Indonesia dalam komunikasi pesan-pesan penting melalui media seni. Colour4Life kami hadirkan sebagai platform yang tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga membangun kesadaran terhadap isu-isu global yang relevan,” ujar Halim, melalui siaran pers, Kamis (23/4/2026).
Yohan Purnomo menjelaskan, karya seni yang ia buat menggambarkan seekor Penyu yang selalu pulang untuk bertelur. "Tidak peduli seberapa jauh ia pergi, ia kembali ke tempat asalnya untuk memenuhi tugasnya, membawa budaya yang telah berakar sejak lahir. Sebagai manusia, kita tidak boleh meninggalkan atau melupakan warisan budaya yang diturunkan dari leluhur kita," terangnya.
"Tanggung jawab kita adalah untuk melindungi dan melestarikan budaya negara ini. Saya mengilustrasikan pola batik Jawa, motif Kalimantan, ornamen Bali, dan pola cangkang untuk mewakili negara saya, Indonesia, yang kaya akan etnis dan agama, dengan ribuan pulau yang bersatu sebagai satu,” lanjutnya.
Program Colour4Life merupakan inisiatif regional dari Faber-Castell Asia Pasifik yang diselenggarakan di berbagai negara, dengan tujuan menginspirasi para seniman dan pengiat untuk mengekspresikan gagasan mereka melalui seni visual. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk mengangkat isu-isu strategis seperti keberlanjutan lingkungan, keberagaman budaya, serta tanggung jawab sosial.
Partisipasi dari sepuluh negara di kawasan Asia Pasifik pada edisi tahun ini menunjukkan meningkatnya antusiasme dan kualitas karya yang dihasilkan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Colour4Life sebagai salah satu inisiatif kreatif yang berdampak di tingkat regional, tercatat lebih dari 6,693 peserta mengikuti kegiatan pada tahun ini.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Faber-Castell International Indonesia berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung perkembangan ekosistem industri kreatif, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.
(nnz)
Lihat Juga :