ADOR Sita Aset Ibu Danielle, Gugatan Rp500 Miliar Kian Memanas
Rabu, 29 April 2026 - 11:42 WIB
loading...
danielle NewJeans. Foto: Koreaboo
A
A
A
SEOUL - ADOR kembali mengambil langkah lanjutan dalam gugatan ganti rugi bernilai besar terhadap Danielle NewJeans . Berdasarkan laporan terbaru, ADOR mengajukan permohonan penyitaan sementara terhadap aset milik mantan CEO Min Hee Jin serta ibu dari Danielle. Langkah ini merupakan bagian dari gugatan sebelumnya senilai 43 miliar KRW (sekitar USD29,2 juta USD).
Menurut Ilgan Sports, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyetujui permohonan tersebut pada 2 Februari. Pengadilan membekukan aset senilai 5 miliar KRW milik Min Hee Jin dan 2 miliar KRW milik ibu Danielle.
Properti yang terdampak meliputi apartemen dan vila di Seoul, yang kini tidak dapat dijual maupun digunakan secara bebas hingga proses hukum selesai.Meski nama Danielle sempat tercantum dalam gugatan awal, ia tidak termasuk dalam tindakan penyitaan aset ini.
Baca Juga : Sidang Gugatan ADOR ke Danielle NewJeans Dimulai, Tuntutan Tembus Rp480 Miliar
Sebelumnya, pada 29 Desember 2025, ADOR mengajukan gugatan terhadap Danielle, ibunya, dan Min Hee Jin. Namun, saat mengajukan permohonan penyitaan sementara pada 23 Januari, ADOR hanya menargetkan Min dan ibu Danielle.
Untuk Min Hee Jin, aset yang disita mencakup apartemen di Yongsan-gu dan vila di Mapo-gu. Apartemen tersebut sebenarnya sudah lebih dulu dikenai penyitaan sementara pada 23 Desember 2025 sebesar 500 juta KRW, dan kini ditambah lagi. Penyitaan awal dikaitkan dengan dugaan kasus di mana seorang staf ADOR menerima pembayaran jasa styling secara pribadi dari pihak eksternal selama masa jabatan Min sebagai CEO.
Sementara itu, vila di Mapo-gu juga ikut disita sebagai tambahan. Sebelumnya, properti tersebut sudah lebih dulu terkena penyitaan senilai 100 juta KRW sejak 1 September 2024, terkait sengketa hukum dengan mantan karyawan ADOR yang melibatkan tuduhan pelecehan di tempat kerja.
Baca Juga: Danielle Akhirnya Buka Suara setelah Digugat ADOR Rp500 Miliar
Di sisi lain, ibu Danielle juga terdampak penyitaan atas vila miliknya di Gwangjin-gu, Seoul, serta kantor di Anyang, Provinsi Gyeonggi. Ia menerima pemberitahuan resmi pada 13 Februari, sementara proses pemberitahuan kepada Min Hee Jin masih berlangsung dan dilakukan melalui pengumuman publik.
Penyitaan sementara sendiri merupakan langkah hukum untuk mengamankan aset selama proses gugatan berlangsung. Aset yang dibekukan tidak bisa dijual atau dijadikan jaminan, sehingga semakin lama persidangan berjalan, semakin besar pula pembatasan yang harus ditanggung pihak yang digugat.
Dalam perkembangan terbaru, situasi semakin memanas. Seluruh tim hukum ADOR secara mengejutkan mengundurkan diri hanya beberapa minggu sebelum sidang berikutnya. Hal ini memicu spekulasi bahwa persidangan bisa tertunda, mengingat tim hukum baru membutuhkan waktu untuk mempelajari kasus.
Menariknya, pihak Danielle menolak kemungkinan penundaan tersebut. Mereka sebelumnya menuding ADOR sengaja mencoba mengulur waktu dan meminta agar sidang tetap berjalan sesuai jadwal.
Dengan nilai gugatan yang sangat besar dan perbedaan strategi hukum di kedua kubu, konflik ini diperkirakan akan berlangsung panjang dan semakin kompleks ke depannya.
Menurut Ilgan Sports, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyetujui permohonan tersebut pada 2 Februari. Pengadilan membekukan aset senilai 5 miliar KRW milik Min Hee Jin dan 2 miliar KRW milik ibu Danielle.
Properti yang terdampak meliputi apartemen dan vila di Seoul, yang kini tidak dapat dijual maupun digunakan secara bebas hingga proses hukum selesai.Meski nama Danielle sempat tercantum dalam gugatan awal, ia tidak termasuk dalam tindakan penyitaan aset ini.
Baca Juga : Sidang Gugatan ADOR ke Danielle NewJeans Dimulai, Tuntutan Tembus Rp480 Miliar
Sebelumnya, pada 29 Desember 2025, ADOR mengajukan gugatan terhadap Danielle, ibunya, dan Min Hee Jin. Namun, saat mengajukan permohonan penyitaan sementara pada 23 Januari, ADOR hanya menargetkan Min dan ibu Danielle.
Untuk Min Hee Jin, aset yang disita mencakup apartemen di Yongsan-gu dan vila di Mapo-gu. Apartemen tersebut sebenarnya sudah lebih dulu dikenai penyitaan sementara pada 23 Desember 2025 sebesar 500 juta KRW, dan kini ditambah lagi. Penyitaan awal dikaitkan dengan dugaan kasus di mana seorang staf ADOR menerima pembayaran jasa styling secara pribadi dari pihak eksternal selama masa jabatan Min sebagai CEO.
Sementara itu, vila di Mapo-gu juga ikut disita sebagai tambahan. Sebelumnya, properti tersebut sudah lebih dulu terkena penyitaan senilai 100 juta KRW sejak 1 September 2024, terkait sengketa hukum dengan mantan karyawan ADOR yang melibatkan tuduhan pelecehan di tempat kerja.
Baca Juga: Danielle Akhirnya Buka Suara setelah Digugat ADOR Rp500 Miliar
Di sisi lain, ibu Danielle juga terdampak penyitaan atas vila miliknya di Gwangjin-gu, Seoul, serta kantor di Anyang, Provinsi Gyeonggi. Ia menerima pemberitahuan resmi pada 13 Februari, sementara proses pemberitahuan kepada Min Hee Jin masih berlangsung dan dilakukan melalui pengumuman publik.
Penyitaan sementara sendiri merupakan langkah hukum untuk mengamankan aset selama proses gugatan berlangsung. Aset yang dibekukan tidak bisa dijual atau dijadikan jaminan, sehingga semakin lama persidangan berjalan, semakin besar pula pembatasan yang harus ditanggung pihak yang digugat.
Dalam perkembangan terbaru, situasi semakin memanas. Seluruh tim hukum ADOR secara mengejutkan mengundurkan diri hanya beberapa minggu sebelum sidang berikutnya. Hal ini memicu spekulasi bahwa persidangan bisa tertunda, mengingat tim hukum baru membutuhkan waktu untuk mempelajari kasus.
Menariknya, pihak Danielle menolak kemungkinan penundaan tersebut. Mereka sebelumnya menuding ADOR sengaja mencoba mengulur waktu dan meminta agar sidang tetap berjalan sesuai jadwal.
Dengan nilai gugatan yang sangat besar dan perbedaan strategi hukum di kedua kubu, konflik ini diperkirakan akan berlangsung panjang dan semakin kompleks ke depannya.
(wur)
Lihat Juga :