Rekomendasi Film Anak yang Aman Ditonton dan Sarat Pesan Positif
Rabu, 29 April 2026 - 11:50 WIB
loading...
Memilih tontonan untuk anak kini bukan perkara mudah. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Memilih tontonan untuk anak kini bukan perkara mudah. Di tengah banyaknya pilihan konten digital, orang tua tidak hanya perlu memastikan apa yang aman ditonton, tetapi juga mempertimbangkan apakah tontonan tersebut membawa nilai yang baik bagi perkembangan anak.
Tantangannya bukan sekadar membatasi screen time, tetapi juga menemukan konten yang bisa menjadi bagian dari proses belajar anak, tanpa terasa memaksa atau menggurui.
Salah satu pendekatan yang mulai banyak dicari adalah tontonan yang mampu menyampaikan nilai lewat cerita.
Serial animasi seperti Nussa menjadi salah satu contoh konten yang sering direkomendasikan orang tua. Sejak pertama kali tayang pada 2018, Nussa hadir dengan cerita sederhana yang dekat dengan keseharian anak-anak, sekaligus membawa nilai-nilai yang berakar dari ajaran Islami. Mulai dari kebiasaan berdoa, menjaga adab kepada orang tua, hingga memahami arti syukur.
Menariknya, nilai-nilai tersebut tidak disampaikan secara langsung. Anak-anak tidak merasa sedang dinasihati, melainkan menikmati cerita yang dekat dengan keluarga Indonesia. Dalam cerita “Janji Manis”, misalnya, Rarra merasa dijanjikan hadiah oleh Abba yang sedang sibuk bekerja.
Situasi ini terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak keluarga. Dari situ, anak-anak bisa belajar tentang menepati janji, sementara orang tua juga diingatkan tentang pentingnya hadir dan konsisten terhadap anak. Cerita sederhana ini kemudian berkembang menjadi momen tentang saling memahami dan meminta maaf.
Di cerita lain seperti “Hujan”, yang ditonton lebih dari 1,7 juta kali dalam waktu dua bulan, anak-anak diajak melihat hujan sebagai bentuk rahmat dan kebaikan. Pesan yang ringan seperti ini seringkali justru lebih mudah dipahami dan diingat.
Sementara itu, melalui cerita “Menjaga Wudhu”, anak-anak diperkenalkan pada konsep kebersihan dan kedisiplinan dalam beribadah. Berbeda dengan cerita “Kostum Bulan”, di sini anak-anak diajak untuk belajar sains, tentang fase bulan dipadukan dengan rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan, sebuah pendekatan yang menghubungkan rasa ingin tahu dengan nilai keimanan.
Selain kisah sederhana, unsur musikal yang hadir di berbagaiceritajuga menjadi nilai tambah. Lagu-lagu yang ringan dan mudah diingat membantu anak-anak memahami pesan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Bagi orang tua, tontonan seperti ini bisa menjadi alat bantu untuk membuka percakapan. Setelah menonton, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi ringan:
“Menurut kamu, kenapa tadi Rarra sedih?”
“Kalau kamu di posisi Nussa, apa yang akan kamu lakukan?”
Pendekatan ini membantu anak tidak hanya mengetahui apa yang benar dan salah, tetapi juga memahami alasan di baliknya.
Di bawah pengelolaan Visinema Studios, Nussa terus menghadirkan cerita-cerita baru yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.
Pada akhirnya, tidak ada satu formula pasti dalam memilih tontonan anak. Namun, konten yang mampu menggabungkan hiburan dengan nilai yang relevan bisa menjadi salah satu pilihan yang membantu orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, dengan cara yang terasa lebih ringan dan alami.
Tantangannya bukan sekadar membatasi screen time, tetapi juga menemukan konten yang bisa menjadi bagian dari proses belajar anak, tanpa terasa memaksa atau menggurui.
Salah satu pendekatan yang mulai banyak dicari adalah tontonan yang mampu menyampaikan nilai lewat cerita.
Serial animasi seperti Nussa menjadi salah satu contoh konten yang sering direkomendasikan orang tua. Sejak pertama kali tayang pada 2018, Nussa hadir dengan cerita sederhana yang dekat dengan keseharian anak-anak, sekaligus membawa nilai-nilai yang berakar dari ajaran Islami. Mulai dari kebiasaan berdoa, menjaga adab kepada orang tua, hingga memahami arti syukur.
Menariknya, nilai-nilai tersebut tidak disampaikan secara langsung. Anak-anak tidak merasa sedang dinasihati, melainkan menikmati cerita yang dekat dengan keluarga Indonesia. Dalam cerita “Janji Manis”, misalnya, Rarra merasa dijanjikan hadiah oleh Abba yang sedang sibuk bekerja.
Situasi ini terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak keluarga. Dari situ, anak-anak bisa belajar tentang menepati janji, sementara orang tua juga diingatkan tentang pentingnya hadir dan konsisten terhadap anak. Cerita sederhana ini kemudian berkembang menjadi momen tentang saling memahami dan meminta maaf.
Di cerita lain seperti “Hujan”, yang ditonton lebih dari 1,7 juta kali dalam waktu dua bulan, anak-anak diajak melihat hujan sebagai bentuk rahmat dan kebaikan. Pesan yang ringan seperti ini seringkali justru lebih mudah dipahami dan diingat.
Sementara itu, melalui cerita “Menjaga Wudhu”, anak-anak diperkenalkan pada konsep kebersihan dan kedisiplinan dalam beribadah. Berbeda dengan cerita “Kostum Bulan”, di sini anak-anak diajak untuk belajar sains, tentang fase bulan dipadukan dengan rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan, sebuah pendekatan yang menghubungkan rasa ingin tahu dengan nilai keimanan.
Selain kisah sederhana, unsur musikal yang hadir di berbagaiceritajuga menjadi nilai tambah. Lagu-lagu yang ringan dan mudah diingat membantu anak-anak memahami pesan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Bagi orang tua, tontonan seperti ini bisa menjadi alat bantu untuk membuka percakapan. Setelah menonton, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi ringan:
“Menurut kamu, kenapa tadi Rarra sedih?”
“Kalau kamu di posisi Nussa, apa yang akan kamu lakukan?”
Pendekatan ini membantu anak tidak hanya mengetahui apa yang benar dan salah, tetapi juga memahami alasan di baliknya.
Di bawah pengelolaan Visinema Studios, Nussa terus menghadirkan cerita-cerita baru yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.
Pada akhirnya, tidak ada satu formula pasti dalam memilih tontonan anak. Namun, konten yang mampu menggabungkan hiburan dengan nilai yang relevan bisa menjadi salah satu pilihan yang membantu orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, dengan cara yang terasa lebih ringan dan alami.
(dra)
Lihat Juga :