Saat Chat Jadi Alat Diet, Perubahan Gaya Hidup Sehat Makin Diminati
Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB
loading...
Bayangkan turunkan berat badan tanpa unduh app baru, cukup chat WhatsApp seperti biasa. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Bayangkan turunkan berat badan tanpa unduh app baru, cukup chat WhatsApp seperti biasa. Saat AS-Eropa rayakan sukses calorie tracker (Lose It! hilangkan 45,36 juta kilogram, MyFitnessPal 90,72 juta kilogram), Indonesia hadapi 1/3 dewasa obesitas (UNICEF).
Tapi peluangnya gila: pasar kesehatan digital tembus US$12,7 miliar (Rp200 triliun) pada 2031 dari US$3,8 miliar (64 triliun) tahun ini. Kalg jawab tantangan itu sebagai calorie tracker AI pertama berbasis WhatsApp—platform nomor satu Indonesia (90% pengguna, 1 jam 52 menit/hari).
Kirim foto nasi goreng atau rendang via chat, Kalg hitung kalori akurat pakai database 100% lokal: porsi, bumbu, jajanan pasar. "Masyarakat kita anti app baru dan subscription abadi. Kalg buat program personal—AI prediksi 3-6 bulan doang, bayar sesuai target, stop pas ideal," tegas Chandra Ishano, Founder Kalg.
Lebih jauh Chandra memaparkan bahwa Melihat kesuksesan aplikasi pelacak kalori (calorie tracker) di luar negeri dan kebiasaan digital unik di Indonesia, Kalg hadir dengan pendekatan berbeda. terbesar di pasar Indonesia bukanlah adopsi terhadap teknologi AI, tetapi resistensi masyarakat untuk mengunduh aplikasi baru. Mereka lebih nyaman menggunakan platform yang sudah familiar seperti WhatsApp. Karena itulah Kalg tidak meminta pengguna mengunduh aplikasi terpisah; interaksi utama dilakukan melalui WhatsApp, memanfaatkan kebiasaan
“WhatsApp heavy” masyarakat. Cukup kirim foto atau deskripsi makanan melalui chat, dan AI Kalg akan menghitung kalori serta memberikan rekomendasi.
Luthfi Hariz, Head of Engineering & Product, tambahkan: "Kalg paham kebiasaan dan tentang makanan Indonesia, bukan tebak global. Ini jembatan agar kita pimpin gerakan sehat Asia Tenggara."
Coba sekarang: kunjungi www.kalg.ai, tracking kalori makananmu dan jadilah bagian dari komunitas yang ubah 1/5 anak sekolah dari obesitas!
Tapi peluangnya gila: pasar kesehatan digital tembus US$12,7 miliar (Rp200 triliun) pada 2031 dari US$3,8 miliar (64 triliun) tahun ini. Kalg jawab tantangan itu sebagai calorie tracker AI pertama berbasis WhatsApp—platform nomor satu Indonesia (90% pengguna, 1 jam 52 menit/hari).
Kirim foto nasi goreng atau rendang via chat, Kalg hitung kalori akurat pakai database 100% lokal: porsi, bumbu, jajanan pasar. "Masyarakat kita anti app baru dan subscription abadi. Kalg buat program personal—AI prediksi 3-6 bulan doang, bayar sesuai target, stop pas ideal," tegas Chandra Ishano, Founder Kalg.
Lebih jauh Chandra memaparkan bahwa Melihat kesuksesan aplikasi pelacak kalori (calorie tracker) di luar negeri dan kebiasaan digital unik di Indonesia, Kalg hadir dengan pendekatan berbeda. terbesar di pasar Indonesia bukanlah adopsi terhadap teknologi AI, tetapi resistensi masyarakat untuk mengunduh aplikasi baru. Mereka lebih nyaman menggunakan platform yang sudah familiar seperti WhatsApp. Karena itulah Kalg tidak meminta pengguna mengunduh aplikasi terpisah; interaksi utama dilakukan melalui WhatsApp, memanfaatkan kebiasaan
“WhatsApp heavy” masyarakat. Cukup kirim foto atau deskripsi makanan melalui chat, dan AI Kalg akan menghitung kalori serta memberikan rekomendasi.
Luthfi Hariz, Head of Engineering & Product, tambahkan: "Kalg paham kebiasaan dan tentang makanan Indonesia, bukan tebak global. Ini jembatan agar kita pimpin gerakan sehat Asia Tenggara."
Coba sekarang: kunjungi www.kalg.ai, tracking kalori makananmu dan jadilah bagian dari komunitas yang ubah 1/5 anak sekolah dari obesitas!
(dra)
Lihat Juga :