ARCH:ID 2026, Inovasi Pencahayaan Curi Perhatian
Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB
loading...
ARCH:ID 2026 ajang arsitektur bergengsi di Indonesia, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisinya sebagai produsen produk pencahayaan. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - ARCH:ID 2026 menjadi salah satu ajang arsitektur bergengsi di Indonesia, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisinya sebagai produsen produk pencahayaan di industri desain dan arsitektur.
ARCH:ID 2026 menjadi salah satu pameran arsitektur terbesar di Indonesia yang merupakan forum tahunan yang mempertemukan arsitek, desainer, hingga pelaku industri untuk berkolaborasi, berbagi ide, dan mengeksplorasi inovasi dalam dunia built environment.
Memasuki tahun ke-6, event ini menghadirkan kurang lebih 200 exhibitor dari berbagai sektor industri. Salah satunya Luby yang hadir perdana melalui konsep booth yang masuk dalam kategori curated exhibition, area eksklusif yang menampilkan kolaborasi desain dengan pendekatan lebih konseptual dan experience-driven.
Mengusung pendekatan aplikatif dan imersif, booth Luby dirancang tidak sekadar sebagai display produk, melainkan sebagai representasi nyata bagaimana pencahayaan berperan dalam membentuk suasana ruang.
Pengunjung diajak untuk menjelajahi berbagai zona yang merepresentasikan fungsi ruang berbeda baik area indoor maupun outdoor, dengan setiap jenis lampu ditampilkan sesuai dengan peruntukan dan karakter pencahayaannya.
Pendekatan ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan langsung efek cahaya, memahami intensitas, distribusi, serta ambience yang dihasilkan dalam konteks ruang sebenarnya.
“Partisipasi perdana kam ini menjadi momentum penting untuk lebih dekat dengan para arsitek, desainer interior dan pelaku industri. Melalui konsep curated booth ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencahayaan bukan sekadar produk, tetapi elemen krusial yang mampu menghidupkan ruang dan menciptakan pengalaman,” kata Head of Marketing BIG Group Acep M.
“Partisipasi kami ini juga merupakan langkah strategis yang sangat positif untuk memperkuat positioning perusahaan di industri arsitektur, desain, serta solusi pencahayaan modern. Event ini menjadi platform yang tepat untuk mempertemukan brand dengan para arsitek, desainer interior, developer, kontraktor, hingga end-user yang memiliki kebutuhan akan produk berkualitas, inovatif dan relevan dengan perkembangan pasar saat ini," tutur dia lagi.
Keiiutsertaan ini membawa value brand: inovasi, kualitas, efisiensi, dan komitmen terhadap kebutuhan konsumen Indonesia dan menjadi kesempatan penting untuk membangun awareness yang lebih luas, memperluas jaringan bisnis, membuka potensi kolaborasi strategis, serta menangkap insight pasar secara langsung dari para pelaku industri.
"Partisipasi ini juga memperkuat citra kami sebagai brand nasional yang terus berkembang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. Kami percaya bahwa brand yang kuat harus hadir di ruang-ruang strategis tempat tren industri dibentuk, dan ARCH:ID adalah salah satu panggung penting tersebut," ujar Acep.
Sementara, GM & VP Marketing BIG Group Ninov Akbar berharap keikutsertaan ini menjadi awal dari hubungan jangka panjang dengan komunitas arsitektur dan desain di Indonesia.
"Kami ingin terus menghadirkan produk yang semakin inovatif, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan pasar modern. Selain itu, kami berharap dapat memperluas kolaborasi dengan para profesional industri, memperkuat penetrasi pasar nasional, dan membawa LUBY menjadi brand kebanggaan Indonesia yang semakin dikenal di tingkat regional maupun global," ucapnya.
ARCH:ID 2026 menjadi salah satu pameran arsitektur terbesar di Indonesia yang merupakan forum tahunan yang mempertemukan arsitek, desainer, hingga pelaku industri untuk berkolaborasi, berbagi ide, dan mengeksplorasi inovasi dalam dunia built environment.
Memasuki tahun ke-6, event ini menghadirkan kurang lebih 200 exhibitor dari berbagai sektor industri. Salah satunya Luby yang hadir perdana melalui konsep booth yang masuk dalam kategori curated exhibition, area eksklusif yang menampilkan kolaborasi desain dengan pendekatan lebih konseptual dan experience-driven.
Mengusung pendekatan aplikatif dan imersif, booth Luby dirancang tidak sekadar sebagai display produk, melainkan sebagai representasi nyata bagaimana pencahayaan berperan dalam membentuk suasana ruang.
Pengunjung diajak untuk menjelajahi berbagai zona yang merepresentasikan fungsi ruang berbeda baik area indoor maupun outdoor, dengan setiap jenis lampu ditampilkan sesuai dengan peruntukan dan karakter pencahayaannya.
Pendekatan ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan langsung efek cahaya, memahami intensitas, distribusi, serta ambience yang dihasilkan dalam konteks ruang sebenarnya.
“Partisipasi perdana kam ini menjadi momentum penting untuk lebih dekat dengan para arsitek, desainer interior dan pelaku industri. Melalui konsep curated booth ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencahayaan bukan sekadar produk, tetapi elemen krusial yang mampu menghidupkan ruang dan menciptakan pengalaman,” kata Head of Marketing BIG Group Acep M.
“Partisipasi kami ini juga merupakan langkah strategis yang sangat positif untuk memperkuat positioning perusahaan di industri arsitektur, desain, serta solusi pencahayaan modern. Event ini menjadi platform yang tepat untuk mempertemukan brand dengan para arsitek, desainer interior, developer, kontraktor, hingga end-user yang memiliki kebutuhan akan produk berkualitas, inovatif dan relevan dengan perkembangan pasar saat ini," tutur dia lagi.
Keiiutsertaan ini membawa value brand: inovasi, kualitas, efisiensi, dan komitmen terhadap kebutuhan konsumen Indonesia dan menjadi kesempatan penting untuk membangun awareness yang lebih luas, memperluas jaringan bisnis, membuka potensi kolaborasi strategis, serta menangkap insight pasar secara langsung dari para pelaku industri.
"Partisipasi ini juga memperkuat citra kami sebagai brand nasional yang terus berkembang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. Kami percaya bahwa brand yang kuat harus hadir di ruang-ruang strategis tempat tren industri dibentuk, dan ARCH:ID adalah salah satu panggung penting tersebut," ujar Acep.
Sementara, GM & VP Marketing BIG Group Ninov Akbar berharap keikutsertaan ini menjadi awal dari hubungan jangka panjang dengan komunitas arsitektur dan desain di Indonesia.
"Kami ingin terus menghadirkan produk yang semakin inovatif, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan pasar modern. Selain itu, kami berharap dapat memperluas kolaborasi dengan para profesional industri, memperkuat penetrasi pasar nasional, dan membawa LUBY menjadi brand kebanggaan Indonesia yang semakin dikenal di tingkat regional maupun global," ucapnya.
(dra)
Lihat Juga :