Rupa Kala 2026 Angkat Kekayaan Budaya Nusantara
Sabtu, 02 Mei 2026 - 11:23 WIB
loading...
Pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan karya yang relevan, kontekstual, dan berdampak. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan karya yang relevan, kontekstual, dan berdampak. Langkah ini diwujudkan Binus University melalui School of Design bersama Sarinah menggelar "Rupa Kala – Pameran Karya Mahasiswa" di Sarinah, mulai 30 April - 11 Mei 2026.
Mengusung tema Budaya Nusantara dari Waktu ke Waktu, pameran ini menghadirkan karya-karya terpilih mahasiswa School of Design Binus University kepada publik, sekaligus memperkuat posisi Sarinah sebagai ruang kurasi budaya dan kreativitas Indonesia.
"Rupa Kala" merupakan representasi dari pendekatan pembelajaran di Binus University yang mengintegrasikan eksplorasi budaya dengan inovasi desain kontemporer, termasuk pemanfaatan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence sebagai bagian dari proses kreatif yang human-centered.
Beragam karya yang ditampilkan mengangkat inspirasi dari warisan budaya Nusantara, mulai dari motif tradisional, kearifan lokal, hingga nilai-nilai budaya yang diinterpretasikan ulang melalui perspektif generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman
Pameran ini juga menjadi representasi kolaboratif dari seluruh program yang berada di bawah naungan School of Design BINUS University, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), New Media, Animasi, Creative Advertising, Interior Design, Film Program, dan Fashion Design, yang masing-masing menghadirkan perspektif unik dalam mengolah budaya menjadi karya kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Melalui ‘Rupa Kala’, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda Indonesia memiliki akar yang kuat pada budaya, sekaligus mampu berkembang seiring kemajuan teknologi. Kami memandang Artificial Intelligence bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, melainkan sebagai enabler yang memperluas kemungkinan eksplorasi ide dan proses berkarya," kata Dean School of Design BINUS University Danendro Adi.
"Pameran ini menjadi bukti bagaimana mahasiswa kami dari berbagai disiplin desain mampu menggabungkan warisan budaya Nusantara dengan pendekatan kontemporer dan teknologi, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya relevan secara artistik, tetapi juga memiliki nilai bagi industri dan masyarakat," tutur dia lagi.
Melalui inisiatif ini, Binus University tidak hanya mendorong mahasiswa untuk berkarya, juga mempersiapkannya menjadi kreator yang mampu berkontribusi dalam industri kreatif global tanpa kehilangan akar budaya lokal.
Kolaborasi dengan Sarinah ini sekaligus membuka ruang interaksi antara mahasiswa, pelaku industri, dan masyarakat, menciptakan ekosistem kreatif yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan komitmen Binus University dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen pelestarian dan inovasi budaya Indonesia di kancah global.
Mengusung tema Budaya Nusantara dari Waktu ke Waktu, pameran ini menghadirkan karya-karya terpilih mahasiswa School of Design Binus University kepada publik, sekaligus memperkuat posisi Sarinah sebagai ruang kurasi budaya dan kreativitas Indonesia.
"Rupa Kala" merupakan representasi dari pendekatan pembelajaran di Binus University yang mengintegrasikan eksplorasi budaya dengan inovasi desain kontemporer, termasuk pemanfaatan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence sebagai bagian dari proses kreatif yang human-centered.
Beragam karya yang ditampilkan mengangkat inspirasi dari warisan budaya Nusantara, mulai dari motif tradisional, kearifan lokal, hingga nilai-nilai budaya yang diinterpretasikan ulang melalui perspektif generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman
Pameran ini juga menjadi representasi kolaboratif dari seluruh program yang berada di bawah naungan School of Design BINUS University, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), New Media, Animasi, Creative Advertising, Interior Design, Film Program, dan Fashion Design, yang masing-masing menghadirkan perspektif unik dalam mengolah budaya menjadi karya kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Melalui ‘Rupa Kala’, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda Indonesia memiliki akar yang kuat pada budaya, sekaligus mampu berkembang seiring kemajuan teknologi. Kami memandang Artificial Intelligence bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, melainkan sebagai enabler yang memperluas kemungkinan eksplorasi ide dan proses berkarya," kata Dean School of Design BINUS University Danendro Adi.
"Pameran ini menjadi bukti bagaimana mahasiswa kami dari berbagai disiplin desain mampu menggabungkan warisan budaya Nusantara dengan pendekatan kontemporer dan teknologi, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya relevan secara artistik, tetapi juga memiliki nilai bagi industri dan masyarakat," tutur dia lagi.
Melalui inisiatif ini, Binus University tidak hanya mendorong mahasiswa untuk berkarya, juga mempersiapkannya menjadi kreator yang mampu berkontribusi dalam industri kreatif global tanpa kehilangan akar budaya lokal.
Kolaborasi dengan Sarinah ini sekaligus membuka ruang interaksi antara mahasiswa, pelaku industri, dan masyarakat, menciptakan ekosistem kreatif yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan komitmen Binus University dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen pelestarian dan inovasi budaya Indonesia di kancah global.
(dra)
Lihat Juga :