Road to Balinale 2026, Festival Film Internasional Hadirkan 100 Karya dari 35 Negara
Sabtu, 02 Mei 2026 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Memasuki tahun 2026, Balinale mencatatkan lebih dari 1.300 karya yang masuk dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang mencerminkan jangkauan internasional yang semakin luas.
Melalui kategori resmi seperti Short Narrative, Narrative Feature, Short Documentary, Documentary Feature, dan Short Animation, festival ini akan menampilkan 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres, yang menghadirkan keragaman cerita serta perspektif sinematik dari berbagai penjuru dunia.
Balinale memiliki kategori penghargaan baru untuk Best Indonesian Short ‘Tapestry of Indonesia’. Di saat yang sama, Balinale terus mendorong pertumbuhan sinema Indonesia, termasuk kemunculan sutradara muda berbakat, berkembangnya suara baru dalam film fiksi dan dokumenter, serta kemajuan kreativitas dan teknologi dalam animasi dan produksi layar modern.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan diri dan daya saing perfilman Indonesia di kancah internasional.
Selain pemutaran film, Balinale juga menghadirkan program pengembangan talenta dan kolaborasi kreatif global, salah satunya Art of the Score, The Juilliard School oleh Dr. Edward Bilous. Director Juilliard Center for Creative Technology tersebut akan berpartisipasi pada program festival.
Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film.
Melalui kategori resmi seperti Short Narrative, Narrative Feature, Short Documentary, Documentary Feature, dan Short Animation, festival ini akan menampilkan 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres, yang menghadirkan keragaman cerita serta perspektif sinematik dari berbagai penjuru dunia.
Balinale memiliki kategori penghargaan baru untuk Best Indonesian Short ‘Tapestry of Indonesia’. Di saat yang sama, Balinale terus mendorong pertumbuhan sinema Indonesia, termasuk kemunculan sutradara muda berbakat, berkembangnya suara baru dalam film fiksi dan dokumenter, serta kemajuan kreativitas dan teknologi dalam animasi dan produksi layar modern.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan diri dan daya saing perfilman Indonesia di kancah internasional.
Selain pemutaran film, Balinale juga menghadirkan program pengembangan talenta dan kolaborasi kreatif global, salah satunya Art of the Score, The Juilliard School oleh Dr. Edward Bilous. Director Juilliard Center for Creative Technology tersebut akan berpartisipasi pada program festival.
Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film.
Lihat Juga :