Kasus Meninggalnya dr. Myta Aprilia, MGBKI: Dokter Internship Bukan Tenaga Kerja Murah

Senin, 04 Mei 2026 - 11:38 WIB
loading...
Kasus Meninggalnya dr....
dr. Myta Aprilia. Foto: Instagram
A A A
JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) memberikan pernyataan sikap terkait kasus meninggal dokter internship yang tengah menjadi sorotan banyak pihak saat ini. Kasus terbaru adalah meninggalnya dr. Myta Apliria Azmi.

‎dr. Myta Aprilia adalah seorang dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi yang viral karena diduga masih tetap bekerja meski dalam kondisi sakit.

‎Dalam pernyataan sikapnya, MGBKI menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang remeh apalagi sebelah mata dan dinilai sebagai kejadian individu. Mereka menilai, kasus meninggalnya dokter internship ini harus menjadi peringatan terhadap gagalnya sistem dalam pendidikan kedokteran.

Baca Juga : Berduka Atas Meninggalnya dr. Myta Aprilia, dr. Gia Pratama Ingatkan Hak Dokter Internship

‎"Peristiwa meninggalnya dokter ini tidak boleh dipandang semata sebagai kejadian individual, melainkan harus ditempatkan sebagai alarm keras terhadap kemungkinan adanya kegagalan sistem dalam tata kelola pendidikan kedokteran, supervisi klinis, keselamatan kerja, dan perlindungan peserta pendidikan," demikian pembuka pernyataan sikap resmi dari MGBKI, dikutip Minggu (3/5/2026).

‎Menurut mereka, dokter internship bukanlah tenaga kerja murah yang harus dibebani dengan tanggung jawab besar dan dilepas begitu saja tanpa pendampingan serta jaminan keselamatan.

‎"MGBKI menegaskan bahwa peserta pendidikan kedokteran, termasuk dokter internship, residen, dan peserta program pendidikan klinik lainnya, bukan tenaga kerja murah yang dapat dibebani tanggung jawab pelayanan tanpa perlindungan, supervisi, dan jaminan keselamatan yang memadai," demikian bunyi lanjutan pernyataan sikap tersebut.

‎Maka dari itu, ada lima poin krusial yang menjadi sorotan MGBKI dalam pernyataan sikapnya terhadap kasus meninggalnya dokter internship. Pertama, MGBKI menolak segala bentuk eksploitasi terhadap peserta pendidikan kedokteran.

‎Mereka menilai hal tersebut sebagai bentuk kegagalan dalam tata kelola dan tidak dapat dibenarkan. Apalagi jika dokter internship diberi jam kerja berlebihan, tidak manusiawi, penugasan tanpa supervisi serta pembiaran dalam kondisi sakit.

‎Kemudian, MGBKI juga mendesak berbagai pihak terkait seperti Kementerian Kesehatan, KKI, institusi pendidikan bakam rumah sakit untuk segera melakukan audit terhadap adanya kasus meninggalnya dokter internship dalam masa bertugas.

‎"Mendesak audit independen, transparan, dan menyeluruh. MGBKI meminta Kementerian Kesehatan, KKI, institusi pendidikan, dan rumah sakit wahana pendidikan melakukan audit independen terhadap kronologi, sistem supervisi, beban kerja, respons klinis, ketersediaan obat, serta budaya kerja yang menyertai kejadian ini," tulis mereka dalam pernyataan sikap poin kedua.

‎Di sisi lain, MGBKI juga menolak adanya victim blaming dan intimidasi kepada berbagai pihak demi membungkam informasi dan membuat narasi menyalahkan korban. Apalagi, jika sampai melakukan pengancaman terhadap para peserta pendidikan seperti dokter internship.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Fokus Haji 2026, dr....
Fokus Haji 2026, dr. Gia Pratama Hentikan Aktivitas Media Sosial Sementara
Jangan Cuma Cek Suhu...
Jangan Cuma Cek Suhu Saat Anak Demam, Segera Bawa ke Dokter Jika Ada Gejala Berikut
Terungkap! Ini Penyebab...
Terungkap! Ini Penyebab Sering Terbangun Jam 2-3 Pagi
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Berita Terkini
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved