Perawatan Kanker Kini Mengarah pada Pendekatan Individual
Senin, 04 Mei 2026 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
“Kami percaya bahwa masa depan penanganan kanker terletak pada pendekatan yang semakin personal, presisi, dan berbasis tim, sehingga setiap pasien dapat memperoleh terapi yang paling tepat dan berkualitas”, lanjut dr. Edy.
Siloam Oncology Summit 2026 menghadirkan berbagai sesi ilmiah, mulai dari rangkaian 4 sesi plenary pada hari kedua dan ketiga, 11 sesi workshop interaktif selama tiga hari, dan 24 sesi simposium di hari kedua dan ketiga. Kemudian kompetisi poster ilmiah yang menampilkan 30+ poster meliputi kategori Original Research, Case Report, Tinjauan Sistematik, dan Meta-analisis, dengan topik seputar diagnostik, terapi, hingga paliatif.
Berdasarkan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, terdapat sekitar 408.661 kasus baru dan 242.099 kematian akibat kanker di Indonesia. Jenis kanker terbanyak adalah payudara, leher rahim, paru-paru, dan kolorektal. Lebih dari 60–70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini menegaskan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini, serta perlunya penguatan sistem rujukan dan penanganan kanker terpadu.
Dalam konteks terapi, radioterapi merupakan salah satu pilar utama penanganan kanker yang terus berkembang, termasuk melalui pemanfaatan teknologi CT-LINAC (Computed Tomography Linear Accelerator) yang memungkinkan visualisasi tumor secara real-time dan penyesuaian terapi dengan presisi tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan fokus onkologi presisi yang diangkat dalam Siloam Oncology Summit 2026, yakni terapi yang adaptif dan berpusat pada karakteristik pasien.
Sesi workshop dan plenary akan menyoroti peran Integrated CT-LINAC dalam mendukung adaptive radiotherapy. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan efisiensi, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam merancang terapi secara real-time, sehingga menghasilkan penanganan yang lebih akurat dan berpusat pada pasien.
Siloam Oncology Summit 2026 menghadirkan berbagai sesi ilmiah, mulai dari rangkaian 4 sesi plenary pada hari kedua dan ketiga, 11 sesi workshop interaktif selama tiga hari, dan 24 sesi simposium di hari kedua dan ketiga. Kemudian kompetisi poster ilmiah yang menampilkan 30+ poster meliputi kategori Original Research, Case Report, Tinjauan Sistematik, dan Meta-analisis, dengan topik seputar diagnostik, terapi, hingga paliatif.
Berdasarkan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, terdapat sekitar 408.661 kasus baru dan 242.099 kematian akibat kanker di Indonesia. Jenis kanker terbanyak adalah payudara, leher rahim, paru-paru, dan kolorektal. Lebih dari 60–70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini menegaskan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini, serta perlunya penguatan sistem rujukan dan penanganan kanker terpadu.
Dalam konteks terapi, radioterapi merupakan salah satu pilar utama penanganan kanker yang terus berkembang, termasuk melalui pemanfaatan teknologi CT-LINAC (Computed Tomography Linear Accelerator) yang memungkinkan visualisasi tumor secara real-time dan penyesuaian terapi dengan presisi tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan fokus onkologi presisi yang diangkat dalam Siloam Oncology Summit 2026, yakni terapi yang adaptif dan berpusat pada karakteristik pasien.
Sesi workshop dan plenary akan menyoroti peran Integrated CT-LINAC dalam mendukung adaptive radiotherapy. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan efisiensi, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam merancang terapi secara real-time, sehingga menghasilkan penanganan yang lebih akurat dan berpusat pada pasien.
Lihat Juga :