Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya

Kamis, 07 Mei 2026 - 14:05 WIB
loading...
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono. Foto/Niko Prayoga.
A A A
JAKARTA - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih memiliki kesempatan untuk mencegah masuknya virus Hanta yang tengah mengguncang dunia internasional saat ini. Virus Hanta menjadi sorotan setelah muncul dan menginfeksi tiga orang di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan Indonesia masih bisa melakukan pencegahan asalkan memiliki respon yang cepat terhadap kabar munculnya virus tersebut. Mengingat ancaman potensial virus Hanta untuk menyebar bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

“Oh, pasti (memiliki potensi mencegah) asal kita mempunyai respon yang cepat. Seringkali orang bilang, owh Belanda masih jauh, owh itu kejadian di sana. Ya kan? Artinya kita nggak pernah bahwa ada potential threat yang bisa mengancam siapa pun dan di mana pun,” kata Pandu saat diwawancarai di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR

Ia menyebut bentuk pencegahan bisa dilakukan dengan mengamankan serta mensterilkan seluruh transportasi dan fasilitas publik dari hewan-hewan yang kemungkinan bisa menularkan virus Hanta.

“Kita pasti punya usaha untuk mengamankan semua tempat-tempat publik, terutama transportasi, supaya jangan ada hewan-hewan. Di rumah aja kita takut kalau ada tikus, apalagi di kapal. Di kapal itu kan dia nggak bisa kemana-mana. Hidup bersama dengan tikus di kapal itu, berhari-hari. Kalau tikusnya sakit, membawa penyakit, ya pasti yang ditularkan siapa? Penumpang di kapal itu,” ucap dia.

Pandu menjelaskan bahwa, langkah tersebut bisa dilakukan mengingat kemunculan virus Hanta di kapal pesiar terjadi akibat tidak ada penjagaan terhadap vektor (kuman) yang berada pada hewan dan berpotensi tertular ke manusia.

“Kejadian yang Hanta itu, artinya di kapal itu tidak ada penjagaan supaya tidak ada vektor, vektor tun kuman. Jadi Indonesia harus siap mengantisipasi agar semua transportasi publik, terutama yang jarak jauh, kapal kan bisa berhari-hari gitu kan, apalagi kapal pesiar dan sebagainya, benar-benar dijamin tidak ada vektor yang bisa memungkinkan penularan,” jelas Pandu.

Baca juga: Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas

Terlebih, virus tersebut mengalami jumping to species atau perpindahan dari hewan kepada manusia. Sehingga kemungkinan virus untuk bermutasi bisa lebih besar dan berpotensi mewabah. Apalagi, tubuh manusia tidak memiliki daya tahan terhadap virus yang ditularkan dari hewan hingga akhirnya kemungkinan menyebar melalui nafas ataupun air seni.

“Kita harus mencegah penularan dari hewan ke manusia supaya kalau nanti terjadi mutasi, yang susah dikenali kan mutasi. Bisa terjadi potensi. Kalau sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia, itu kita out of control, menyeramkan. Kita harus siap dengan kemungkinan terburuk,” tambah dia.

Terlebih lagi, virus yang akan muncul di masa depan banyak kemungkinan berasal dari hewan salah satunya seperti Covid 19 yang muncul dari Kelelawar. Sehingga kesehatan tubuh manusia harusnya seirama dengan kondisi kesehatan hewan-hewan.

“Kita jadi kerangka berpikirnya lebih luas, jangan hanya memikirkan kesehatan manusia, tapi melupakan kesehatan pada hewan. Karena potensial penyakit yang mewabah di masa depan itu akan datang dari hewan. Seperti COVID-19 datang dari kelelawar, flu burung dari unggah. Jadi itu yang harus kita siap mempersiapkan supaya jangan terjadi pandemi yang seperti COVID-19,” pungkas dia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
Bagaimana Penularan...
Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Waspadai Penyebaran Hantavirus Andes
Rekomendasi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Berita Terkini
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved