Menikmati Daging Sapi Berkualitas Tinggi dengan Finishing Lokal
Kamis, 07 Mei 2026 - 07:31 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Indonesia Livestock Operations (ILO), bagian dari AAM Investment Group asal Australia, menggelar acara The Prime Table Chef Experience. Acara eksklusif ini menandai peluncuran awal (soft launch) merek daging sapi premium Anugerah Agri Makmur (AAM), sebuah jenama boxed beef premium yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Kehadiran para pelaku industri, media, hingga pemengaruh (key influencers) memberikan nuansa prestisius pada acara yang memamerkan seluruh rantai pasok terintegrasi antara Australia dan Indonesia.
Melalui konsep ini, sapi didatangkan dalam bentuk bakalan (feeder cattle) berbobot sekitar 300 kilogram dari Australia. Namun, sapi-sapi tersebut mendapatkan penyelesaian akhir (finishing) secara lokal di fasilitas feedlot Indonesia untuk memastikan kesegaran dan konsistensi kualitas yang optimal.
Atraksi Kuliner: Demonstrasi 30 Kg Daging oleh Dims the Meat Guy
Puncak acara dimeriahkan dengan sesi demonstrasi memasak oleh pakar pengolahan daging kenamaan, Dimas Ramadhan Pangestu, atau yang akrab disapa Dims the Meat Guy. Dalam aksi tersebut, Dimas mengolah langsung 30 kg daging premium AAM untuk menunjukkan kualitas tekstur dan profil rasa unggul yang dihasilkan dari metode composite beef.
"Sapi yang mendapatkan penyelesaian akhir di Indonesia dengan pakan lokal menghasilkan daging dengan marbling dan tekstur yang sangat baik," ungkap Dimas di Lantai 67, The Westin Jakarta, Rabu (7/8/2026).
Ia juga menyoroti keunggulan AAM dalam teknik pemotongan karkas yang mencapai 34 potongan (cuts), jauh lebih banyak dibandingkan praktik umum di pasar tradisional. Inovasi ini memberikan pilihan yang lebih luas dan efisien bagi para koki dalam mengkreasikan hidangan, mulai dari kebutuhan steakhouse hingga BBQ.
Satu Tim, Satu Kendali: Jaminan Transparansi dari Hulu ke Hilir
General Manager AAM ILO, Jack Webb, menekankan bahwa kunci utama dari AAM adalah integrasi penuh tanpa adanya perpindahan tangan ke pihak ketiga (no handovers). Seluruh proses dijalankan dalam satu sistem terintegrasi di bawah satu tim yang sama, sehingga asal-usul produk dapat ditelusuri secara menyeluruh (complete traceability) dan kualitas tetap terjaga sesuai standar Australia.
"Peluncuran ini mewakili standar baru untuk boxed beef di Indonesia, memimpin dengan kekuatan produksi Australia yang didukung oleh keahlian lokal di lapangan," ujar Jack Webb.
Ia menambahkan bahwa sistem ini memberikan jaminan kualitas yang konsisten setiap saat, mulai dari padang rumput hingga ke piring konsumen (paddock to plate). Efisiensi logistik ini juga memungkinkan produk memiliki daya simpan (shelf life) mencapai lebih dari 100 hari dalam kondisi dingin (chilled). Hal ini memberikan fleksibilitas operasional yang signifikan bagi para profesional di bidang foodservice, jagal (butcher), dan ritel modern dalam mengelola stok mereka.
Mendorong Kemandirian Industri Daging dan Kualitas Produksi Lokal
Di luar kemeriahan acara tersebut, kehadiran AAM membawa misi strategis yang menjadi fondasi utama merek mereka dalam memperkuat industri protein nasional. Sebagai jenama boxed beef premium baru yang disesuaikan khusus dengan karakteristik pasar Indonesia, AAM berkomitmen menghadirkan kualitas konsisten melalui proses finishing lokal guna menjamin kesegaran produk.
Produk ini secara spesifik disegmentasikan untuk memenuhi kebutuhan profesional, mulai dari koki hingga penyedia jasa boga. AAM melihat potensi besar dalam penguatan produksi dalam negeri seiring dengan dinamika impor guna membuktikan bahwa produksi lokal mampu menghasilkan kualitas unggul, baik dari sisi rasa maupun daya simpan. Melalui pendekatan terintegrasi ini, AAM tidak hanya berupaya menghadirkan daging berkualitas tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan industri lokal serta mendukung agenda ketahanan pangan nasional di Indonesia.
Melalui konsep ini, sapi didatangkan dalam bentuk bakalan (feeder cattle) berbobot sekitar 300 kilogram dari Australia. Namun, sapi-sapi tersebut mendapatkan penyelesaian akhir (finishing) secara lokal di fasilitas feedlot Indonesia untuk memastikan kesegaran dan konsistensi kualitas yang optimal.
Atraksi Kuliner: Demonstrasi 30 Kg Daging oleh Dims the Meat Guy
Puncak acara dimeriahkan dengan sesi demonstrasi memasak oleh pakar pengolahan daging kenamaan, Dimas Ramadhan Pangestu, atau yang akrab disapa Dims the Meat Guy. Dalam aksi tersebut, Dimas mengolah langsung 30 kg daging premium AAM untuk menunjukkan kualitas tekstur dan profil rasa unggul yang dihasilkan dari metode composite beef.
"Sapi yang mendapatkan penyelesaian akhir di Indonesia dengan pakan lokal menghasilkan daging dengan marbling dan tekstur yang sangat baik," ungkap Dimas di Lantai 67, The Westin Jakarta, Rabu (7/8/2026).
Ia juga menyoroti keunggulan AAM dalam teknik pemotongan karkas yang mencapai 34 potongan (cuts), jauh lebih banyak dibandingkan praktik umum di pasar tradisional. Inovasi ini memberikan pilihan yang lebih luas dan efisien bagi para koki dalam mengkreasikan hidangan, mulai dari kebutuhan steakhouse hingga BBQ.
Satu Tim, Satu Kendali: Jaminan Transparansi dari Hulu ke Hilir
General Manager AAM ILO, Jack Webb, menekankan bahwa kunci utama dari AAM adalah integrasi penuh tanpa adanya perpindahan tangan ke pihak ketiga (no handovers). Seluruh proses dijalankan dalam satu sistem terintegrasi di bawah satu tim yang sama, sehingga asal-usul produk dapat ditelusuri secara menyeluruh (complete traceability) dan kualitas tetap terjaga sesuai standar Australia.
"Peluncuran ini mewakili standar baru untuk boxed beef di Indonesia, memimpin dengan kekuatan produksi Australia yang didukung oleh keahlian lokal di lapangan," ujar Jack Webb.
Ia menambahkan bahwa sistem ini memberikan jaminan kualitas yang konsisten setiap saat, mulai dari padang rumput hingga ke piring konsumen (paddock to plate). Efisiensi logistik ini juga memungkinkan produk memiliki daya simpan (shelf life) mencapai lebih dari 100 hari dalam kondisi dingin (chilled). Hal ini memberikan fleksibilitas operasional yang signifikan bagi para profesional di bidang foodservice, jagal (butcher), dan ritel modern dalam mengelola stok mereka.
Mendorong Kemandirian Industri Daging dan Kualitas Produksi Lokal
Di luar kemeriahan acara tersebut, kehadiran AAM membawa misi strategis yang menjadi fondasi utama merek mereka dalam memperkuat industri protein nasional. Sebagai jenama boxed beef premium baru yang disesuaikan khusus dengan karakteristik pasar Indonesia, AAM berkomitmen menghadirkan kualitas konsisten melalui proses finishing lokal guna menjamin kesegaran produk.
Produk ini secara spesifik disegmentasikan untuk memenuhi kebutuhan profesional, mulai dari koki hingga penyedia jasa boga. AAM melihat potensi besar dalam penguatan produksi dalam negeri seiring dengan dinamika impor guna membuktikan bahwa produksi lokal mampu menghasilkan kualitas unggul, baik dari sisi rasa maupun daya simpan. Melalui pendekatan terintegrasi ini, AAM tidak hanya berupaya menghadirkan daging berkualitas tinggi, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan industri lokal serta mendukung agenda ketahanan pangan nasional di Indonesia.
(unt)
Lihat Juga :