Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Pemerintah Siagakan 21 RS Sentinel
Senin, 11 Mei 2026 - 15:57 WIB
loading...
Hantavirus sdah mulai menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus tipe HFRS di Indonesia.
Adapun antisipasinya, sebanyak 21 Rumah Sakit (RS) Sentinel telah disiagakan di 20 provinsi untuk mendeteksi dini penyebaran virus tersebut.
PLT Dirjen P2P Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa salah satu gejala yang perlu diwaspadai yakni munculnya warna kuning pada tubuh pasien (jaundice).
Hal ini penting karena gejalanya seringkali mirip dengan penyakit hati atau leptospirosis.
Baca Juga : Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
"Tujuan daripada rumah sakit sentinel ini adalah aktif melakukan surveillance. Jadi jika ada pasien masuk di rumah sakit tersebut, kita melakukan pengamatan bahwa kuning itu bukan hanya karena penyakit hati, bukan hanya karena leptospirosis," terang Andi Saguni dalam konferensi persnya melalui zoom pada Senin (11/5/2026).
Andi menjelaskan, penggunaan tes PCR menjadi kunci utama dalam membedakan jenis virus yang menyerang pasien.
Kemenkes memastikan alat diagnostik yang tersedia saat ini cukup spesifik untuk mendeteksi berbagai jenis virus hanta.
"Pemeriksaan PCR ini merupakan pemeriksaan yang kita butuhkan. Karena PCR ini jika memang positif, baik tipe HFRS maupun tipe HPS, itu kan harus diketahui strain-nya lebih lanjut melalui pemeriksaan tersebut," katanya.
Sejauh ini, data menunjukkan bahwa jenis virus hanta yang terdeteksi di Indonesia adalah tipe HFRS, yang berbeda dengan kasus yang sempat menghebohkan di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Spanyol.
Baca Juga : Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
"Sampai sejauh ini melalui pemeriksaan PCR, jenis daripada Hanta virus tersebut adalah tipe HFRS, beda dengan HPS yang terjadi di kapal pesiar Honduras tersebut," jelas Andi.
"Testing daripada PCR ini itu sudah terkonek atau dilaporkan ke dalam NAR, National All Record," tandasnya.
Adapun antisipasinya, sebanyak 21 Rumah Sakit (RS) Sentinel telah disiagakan di 20 provinsi untuk mendeteksi dini penyebaran virus tersebut.
PLT Dirjen P2P Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa salah satu gejala yang perlu diwaspadai yakni munculnya warna kuning pada tubuh pasien (jaundice).
Hal ini penting karena gejalanya seringkali mirip dengan penyakit hati atau leptospirosis.
Baca Juga : Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
"Tujuan daripada rumah sakit sentinel ini adalah aktif melakukan surveillance. Jadi jika ada pasien masuk di rumah sakit tersebut, kita melakukan pengamatan bahwa kuning itu bukan hanya karena penyakit hati, bukan hanya karena leptospirosis," terang Andi Saguni dalam konferensi persnya melalui zoom pada Senin (11/5/2026).
Andi menjelaskan, penggunaan tes PCR menjadi kunci utama dalam membedakan jenis virus yang menyerang pasien.
Kemenkes memastikan alat diagnostik yang tersedia saat ini cukup spesifik untuk mendeteksi berbagai jenis virus hanta.
"Pemeriksaan PCR ini merupakan pemeriksaan yang kita butuhkan. Karena PCR ini jika memang positif, baik tipe HFRS maupun tipe HPS, itu kan harus diketahui strain-nya lebih lanjut melalui pemeriksaan tersebut," katanya.
Sejauh ini, data menunjukkan bahwa jenis virus hanta yang terdeteksi di Indonesia adalah tipe HFRS, yang berbeda dengan kasus yang sempat menghebohkan di kapal pesiar yang berlayar dari Argentina menuju Spanyol.
Baca Juga : Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
"Sampai sejauh ini melalui pemeriksaan PCR, jenis daripada Hanta virus tersebut adalah tipe HFRS, beda dengan HPS yang terjadi di kapal pesiar Honduras tersebut," jelas Andi.
"Testing daripada PCR ini itu sudah terkonek atau dilaporkan ke dalam NAR, National All Record," tandasnya.
(wur)
Lihat Juga :