Merasakan Keunikan Budaya Mongol Tanpa Keluar Negeri
Rabu, 13 Mei 2026 - 17:22 WIB
loading...
Baru-baru ini, Kedutaan Besar Mongolia menggelar Go Mongolia sebagai bagian dari event Jakarta Marketing Week 2026 untuk memperkenalkan kebudayaan Mongolia. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Baru-baru ini, Kedutaan Besar Mongolia menggelar sesi khusus bertajuk “Go Mongolia” sebagai bagian dari event “Jakarta Marketing Week 2026” untuk memperkenalkan kebudayaan Mongolia kepada masyarakat Indonesia. Dalam sesi tersebut, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia D. Enkhtaivan bersama founder and chairman PT Jababeka Tbk sekaligus Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi (SD) Darmono, membagikan cerita mengenai kekayaan budaya Mongolia yang dikenal dengan kehidupan nomaden dan kemampuan memanah yang legendaris.
Sekadar informasi, pada abad ke-13 hingga ke-14, di bawah kepemimpinan Genghis Khan dan para penerusnya, bangsa Mongol berhasil membangun kekaisaran daratan terbesar yang berkesinambungan dalam sejarah manusia.
Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang berpikir bahwa untuk mengenal budaya Mongolia harus pergi langsung ke negaranya. Padahal, pengalaman tersebut sudah bisa dirasakan tanpa perlu bepergian jauh. Apakah kamu salah satunya?
Tak perlu keluar negeri
Ya, untuk merasakan keunikan kehidupan masyarakat Mongolia, kini masyarakat Indonesia tak perlu ke luar negeri. Cukup datang ke kawasan wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten. Di sana terdapat “kampung Mongol” bernama Mongolian Culture Center.
Berdiri di atas lahan seluas satu hektare, pengunjung akan diajak mengenal kehidupan nomaden, adat istiadat, hingga sejarah bangsa Mongolia. Pengunjung bisa melihat langsung tenda tradisional Mongolia yang disebut Ger. Tendanya berbentuk melingkar dengan tiang-tiang dari anyaman kayu yang diselimuti kain putih. Keunikannya tak hanya terlihat dari bagian luar, tetapi juga bagian dalamnya, di mana ruangan didominasi warna oranye serta ukiran bernuansa etnis khas Mongolia.
Di dalam Ger kamu juga bisa melihat pakaian tradisional yang biasa dikenakan masyarakat Mongolia, baju panglima perang hingga kostum kaisar dan ratu lengkap dengan singgasananya. Yang menarik, pengunjung juga bisa memakai pakaian tersebut dan merasakan sensasi menjadi raja maupun ratu Mongol. Yes! Jangan sia-siakan datang ke Ger tanpa dapat foto-foto kece di sana!
Selesai berfoto layaknya keluarga kerajaan Mongol, cobalah mendatangi area tengah kawasan Mongolian Culture Center. Di sana, kamu bisa mencoba latihan memanah seperti prajurit Mongol pada masa kejayaannya. Diketahui, panah menjadi salah satu senjata utama bangsa Mongol dalam menaklukkan berbagai wilayah. Tertarik mencoba memanah juga? Itu sangat disarankan, agar pengelaman mengenal budaya Mongolia makin lengkap.
Perjalanan lintas budaya
Mengunjungi Mongolian Culture Center sejatinya kamu bak melakukan perjalanan budaya lintas negara. Sejak pertama kali memasuki gerbang kawasan ini, pengunjung akan langsung disambut suasana yang dibuat menyerupai Mongolia. Ambience yang dihadirkan terasa begitu kuat, seolah membawa pengunjung benar-benar berada di negeri asal bangsa Mongol tersebut.
Bagaimana tidak, seluruh kompleks dirancang langsung oleh Duta Besar Mongolia dan menggunakan berbagai material serta ornamen yang diimpor langsung dari Mongolia. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah patung besar Genghis Khan yang berdiri megah tak jauh dari pintu masuk. Begitu memasuki area, mata pengunjung hampir pasti langsung tertuju pada ikon tersebut.
“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” kata D. Enkhtaivan dalam sambutannya.
Hanya 2,5 jam dari Jakarta
Untuk menuju Mongolian Culture Center pun tak memerlukan waktu terlalu lama. Menurut SD Darmono, dengan dibukanya Tol Serang–Panimbang Seksi I, perjalanan kini hanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dari Jakarta. Bahkan, jika Tol Serang–Panimbang Seksi 2 dan 3 rampung pada akhir 2026, durasi perjalanan diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 2 jam saja.
Tak hanya merasakan uniknya budaya Mongolia, pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas wisata lainnya, mulai dari laut, darat, hingga udara. Untuk wisata laut, tersedia sailing club untuk memancing dan beach club dengan berbagai olahraga air seperti jetski, banana boat, donut boat, snorkeling, hingga kayaking.
Sementara untuk aktivitas darat, tersedia ATV, sepeda, serta sepeda listrik. Bahkan, pengunjung juga bisa menyewa pesawat kecil berkapasitas empat orang untuk menikmati pemandangan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau dari udara.
Selain itu, Tanjung Lesung – salah satu kawasan yang dikembangkan PT Jababeka Tbk – juga menyediakan berbagai pilihan penginapan dengan harga yang beragam. Pilihannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk keluarga, pasangan, rombongan, maupun solo traveler.
“Saya berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung, menikmati suasananya, dan merasakan langsung bagaimana uniknya kehidupan budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri,” tutup SD Darmono.
Sekadar informasi, pada abad ke-13 hingga ke-14, di bawah kepemimpinan Genghis Khan dan para penerusnya, bangsa Mongol berhasil membangun kekaisaran daratan terbesar yang berkesinambungan dalam sejarah manusia.
Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang berpikir bahwa untuk mengenal budaya Mongolia harus pergi langsung ke negaranya. Padahal, pengalaman tersebut sudah bisa dirasakan tanpa perlu bepergian jauh. Apakah kamu salah satunya?
Tak perlu keluar negeri
Ya, untuk merasakan keunikan kehidupan masyarakat Mongolia, kini masyarakat Indonesia tak perlu ke luar negeri. Cukup datang ke kawasan wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten. Di sana terdapat “kampung Mongol” bernama Mongolian Culture Center.
Berdiri di atas lahan seluas satu hektare, pengunjung akan diajak mengenal kehidupan nomaden, adat istiadat, hingga sejarah bangsa Mongolia. Pengunjung bisa melihat langsung tenda tradisional Mongolia yang disebut Ger. Tendanya berbentuk melingkar dengan tiang-tiang dari anyaman kayu yang diselimuti kain putih. Keunikannya tak hanya terlihat dari bagian luar, tetapi juga bagian dalamnya, di mana ruangan didominasi warna oranye serta ukiran bernuansa etnis khas Mongolia.
Di dalam Ger kamu juga bisa melihat pakaian tradisional yang biasa dikenakan masyarakat Mongolia, baju panglima perang hingga kostum kaisar dan ratu lengkap dengan singgasananya. Yang menarik, pengunjung juga bisa memakai pakaian tersebut dan merasakan sensasi menjadi raja maupun ratu Mongol. Yes! Jangan sia-siakan datang ke Ger tanpa dapat foto-foto kece di sana!
Selesai berfoto layaknya keluarga kerajaan Mongol, cobalah mendatangi area tengah kawasan Mongolian Culture Center. Di sana, kamu bisa mencoba latihan memanah seperti prajurit Mongol pada masa kejayaannya. Diketahui, panah menjadi salah satu senjata utama bangsa Mongol dalam menaklukkan berbagai wilayah. Tertarik mencoba memanah juga? Itu sangat disarankan, agar pengelaman mengenal budaya Mongolia makin lengkap.
Perjalanan lintas budaya
Mengunjungi Mongolian Culture Center sejatinya kamu bak melakukan perjalanan budaya lintas negara. Sejak pertama kali memasuki gerbang kawasan ini, pengunjung akan langsung disambut suasana yang dibuat menyerupai Mongolia. Ambience yang dihadirkan terasa begitu kuat, seolah membawa pengunjung benar-benar berada di negeri asal bangsa Mongol tersebut.
Bagaimana tidak, seluruh kompleks dirancang langsung oleh Duta Besar Mongolia dan menggunakan berbagai material serta ornamen yang diimpor langsung dari Mongolia. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah patung besar Genghis Khan yang berdiri megah tak jauh dari pintu masuk. Begitu memasuki area, mata pengunjung hampir pasti langsung tertuju pada ikon tersebut.
“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” kata D. Enkhtaivan dalam sambutannya.
Hanya 2,5 jam dari Jakarta
Untuk menuju Mongolian Culture Center pun tak memerlukan waktu terlalu lama. Menurut SD Darmono, dengan dibukanya Tol Serang–Panimbang Seksi I, perjalanan kini hanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dari Jakarta. Bahkan, jika Tol Serang–Panimbang Seksi 2 dan 3 rampung pada akhir 2026, durasi perjalanan diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 2 jam saja.
Tak hanya merasakan uniknya budaya Mongolia, pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas wisata lainnya, mulai dari laut, darat, hingga udara. Untuk wisata laut, tersedia sailing club untuk memancing dan beach club dengan berbagai olahraga air seperti jetski, banana boat, donut boat, snorkeling, hingga kayaking.
Sementara untuk aktivitas darat, tersedia ATV, sepeda, serta sepeda listrik. Bahkan, pengunjung juga bisa menyewa pesawat kecil berkapasitas empat orang untuk menikmati pemandangan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau dari udara.
Selain itu, Tanjung Lesung – salah satu kawasan yang dikembangkan PT Jababeka Tbk – juga menyediakan berbagai pilihan penginapan dengan harga yang beragam. Pilihannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk keluarga, pasangan, rombongan, maupun solo traveler.
“Saya berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung, menikmati suasananya, dan merasakan langsung bagaimana uniknya kehidupan budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri,” tutup SD Darmono.
(dra)
Lihat Juga :