Waspada Malaria Monyet, Kasus Meningkat di Malaysia dan Muncul di Aceh
Kamis, 14 Mei 2026 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, ia menyebut bahwa hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia. Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.
“Jadi ketiga hal ini yang menyebabkan terjadinya ada infeksi pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak akan terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di hutan hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” ucap dia.
Baca Juga : Ini Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyebaran Malaria dari Guru Besar Esa Unggul
Beberapa gejala yang terjadi saat manusia terkena Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Gejala diantaranya adalah demam dengan siklus tertentu atau naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah karena siklus dari parasit yang cepat.
“Karena yang saya sampaikan tadi, siklus hidupnya itu sangat cepat, maka dia dengan cepat dapat menambah jumlah parasit di dalam tubuh sehingga infeksi bisa dengan cepat menjadi berat. Nah tanda-tandanya ialah trombosit yang turun dengan cepat bisa menjadi sesak nafas, bisa gagal ginjal, bisa menjadi kuning, sampai terjadi kesadaran menurun,” tutur dr. Inke.
“Jadi ketiga hal ini yang menyebabkan terjadinya ada infeksi pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak akan terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di hutan hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” ucap dia.
Baca Juga : Ini Cara Mencegah dan Mengendalikan Penyebaran Malaria dari Guru Besar Esa Unggul
Beberapa gejala yang terjadi saat manusia terkena Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Gejala diantaranya adalah demam dengan siklus tertentu atau naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah karena siklus dari parasit yang cepat.
“Karena yang saya sampaikan tadi, siklus hidupnya itu sangat cepat, maka dia dengan cepat dapat menambah jumlah parasit di dalam tubuh sehingga infeksi bisa dengan cepat menjadi berat. Nah tanda-tandanya ialah trombosit yang turun dengan cepat bisa menjadi sesak nafas, bisa gagal ginjal, bisa menjadi kuning, sampai terjadi kesadaran menurun,” tutur dr. Inke.
Lihat Juga :