Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Selasa, 19 Mei 2026 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Suara Nusantara sendiri dirancang sebagai gerakan literasi budaya yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Setelah Banten, Navaswara telah menetapkan Jawa Barat sebagai lokasi berikutnya yang rencananya akan digelar pada Juli 2026.
“Suara Nusantara pasti akan menjadi agenda rutin. Setelah Banten, kami akan melanjutkan ke Jawa Barat. Kami juga terbuka terhadap masukan dari masyarakat mengenai daerah-daerah lain yang ingin menjadi tuan rumah berikutnya,” tutur Cahaya.
Festival ini terbagi dalam empat kategori, yaitu Benih Nusantara (SD/MI), Tunas Nusantara (SMP/MTs), Kuntum Nusantara (SMA/SMK), dan Ranting Nusantara (mahasiswa dan umum).
Didukung oleh berbagai mitra strategis, antara lain Bank Negara Indonesia, PLN, Astra International, Bank Indonesia, Frisian Flag Indonesia, dan Mayora Indah, Suara Nusantara diharapkan terus berkembang menjadi gerakan nasional yang menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat dan warisan budaya Indonesia.
“Cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai moral, keberanian, dan identitas bangsa. Tugas kita adalah memastikan warisan ini tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan,” tutup Cahaya.
“Suara Nusantara pasti akan menjadi agenda rutin. Setelah Banten, kami akan melanjutkan ke Jawa Barat. Kami juga terbuka terhadap masukan dari masyarakat mengenai daerah-daerah lain yang ingin menjadi tuan rumah berikutnya,” tutur Cahaya.
Festival ini terbagi dalam empat kategori, yaitu Benih Nusantara (SD/MI), Tunas Nusantara (SMP/MTs), Kuntum Nusantara (SMA/SMK), dan Ranting Nusantara (mahasiswa dan umum).
Didukung oleh berbagai mitra strategis, antara lain Bank Negara Indonesia, PLN, Astra International, Bank Indonesia, Frisian Flag Indonesia, dan Mayora Indah, Suara Nusantara diharapkan terus berkembang menjadi gerakan nasional yang menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat dan warisan budaya Indonesia.
“Cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai moral, keberanian, dan identitas bangsa. Tugas kita adalah memastikan warisan ini tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan,” tutup Cahaya.
(dra)
Lihat Juga :