Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia Butuh Laboratorium Level Tinggi
Berkaca pada masa pandemi Covid-19, Indonesia dinilai perlu untuk memiliki laboratorium penelitian dengan level yang tinggi. Dari empat level laboratorium yang disebut BSL (Bio-Safety Level), Indonesia baru memiliki level ke-3. Menurut saya kita sudah membutuhkan BSL-4. Setidaknya bukan untuk merekayasa virus. Tapi bagaimana mempercepat produksi vaksin dan obat, jika terjadi sesuatu, ujar Masdalina kepada Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 20 Mei 2026.
Penjelasan Masdalina ini terkait Hantavirus yang keluar-masuk dari biovirus kategori A, atau level tinggi. Hal itu dinilai Masdalina mesti diwaspadai. Mikroorganisme yang masuk di level A sangat rentan dijadikan senjata biologi (biological weapon). Walau sudah ada regulasi soal itu, tapi banyak negara tetap melakukan riset. Seperti saat pandemi Covid-19, banyak yang mempertanyakan apakah rekayasa virusnya dilakukan di laboratorium di Wuhan? kata dia.
Masdalina menuturkan, negara tetangga Indonesia pada umumnya sudah memiliki laboratorium BSL-4, seperti Singapura dan Australia. Ia menyebut, pada satu kali ada koleganya dari Singapura yang bertanya apakah Indonesia merekayasa virus. Masdalina menjawab diplomatis. Katanya, Indonesia tak mungkin melakukan itu karena tidak punya laboratorium BSL-4. Justru Singapura yang mungkin melakukannya karena punya laboratorium level tinggi.
Walau kami pada epidemiolog tidak banyak bekerja di laboratorium, tapi kami terus mendorong agar kolega kami bisa bekerja baik. Terutama untuk menjaga negara kita dari ancaman senjata biologis dan perubahan karakter penyakit, kata Masdalina. Sebab, seperti halnya manusia, virus dan bakteri juga bisa beradaptasi dengan iklim.
Berkaca pada masa pandemi Covid-19, Indonesia dinilai perlu untuk memiliki laboratorium penelitian dengan level yang tinggi. Dari empat level laboratorium yang disebut BSL (Bio-Safety Level), Indonesia baru memiliki level ke-3. Menurut saya kita sudah membutuhkan BSL-4. Setidaknya bukan untuk merekayasa virus. Tapi bagaimana mempercepat produksi vaksin dan obat, jika terjadi sesuatu, ujar Masdalina kepada Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 20 Mei 2026.
Penjelasan Masdalina ini terkait Hantavirus yang keluar-masuk dari biovirus kategori A, atau level tinggi. Hal itu dinilai Masdalina mesti diwaspadai. Mikroorganisme yang masuk di level A sangat rentan dijadikan senjata biologi (biological weapon). Walau sudah ada regulasi soal itu, tapi banyak negara tetap melakukan riset. Seperti saat pandemi Covid-19, banyak yang mempertanyakan apakah rekayasa virusnya dilakukan di laboratorium di Wuhan? kata dia.
Masdalina menuturkan, negara tetangga Indonesia pada umumnya sudah memiliki laboratorium BSL-4, seperti Singapura dan Australia. Ia menyebut, pada satu kali ada koleganya dari Singapura yang bertanya apakah Indonesia merekayasa virus. Masdalina menjawab diplomatis. Katanya, Indonesia tak mungkin melakukan itu karena tidak punya laboratorium BSL-4. Justru Singapura yang mungkin melakukannya karena punya laboratorium level tinggi.
Walau kami pada epidemiolog tidak banyak bekerja di laboratorium, tapi kami terus mendorong agar kolega kami bisa bekerja baik. Terutama untuk menjaga negara kita dari ancaman senjata biologis dan perubahan karakter penyakit, kata Masdalina. Sebab, seperti halnya manusia, virus dan bakteri juga bisa beradaptasi dengan iklim.
(unt)
Lihat Juga :