ART with HEART 2026 Perluas Akses Seniman Difabel ke Dunia Seni dan Pasar Kreatif
Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:31 WIB
loading...
Pameran seni ART with HEART kembali hadir di Jakarta pada 21-24 Mei 2026. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Pameran seni ART with HEART kembali hadir di Jakarta pada 21-24 Mei 2026. Memasuki tahun ketiga, program ini bertujuan membuka akses lebih luas bagi seniman difabel untuk terhubung dengan dunia seni profesional dan pasar.
Mengusung tema “KAMI”, dalam budaya Indonesia mempunyai makna dua orang atau lebih yang secara bersama akan melibatkan diri untuk melakukan satu atau lebih aktifitas, dan dalam budaya Jepang dapat berarti spirit yang berada di alam dan lingkungan keluarga sebagai bentuk energi positif yang mendorong setiap insan untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.
Baca juga: Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Melalui program ini, Panasonic-GOBEL Group selaku penyelenggara mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pameran, ART with HEART menjadi ruang tumbuh bagi seniman difabel untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemandirian, serta memperluas peran mereka di tengah masyarakat. Setiap karya yang dihasilkan mencerminkan bagaimana seni dapat menjadi sarana pemberdayaan yang melampaui berbagai keterbatasan.
Tahun ini, ART with HEART hadir kembali di Gandaria City, Jakarta dengan dua kegiatan utama. Pertama, business matching yang mempertemukan dunia usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional, dengan menampilkan contoh kerja sama yang telah berhasil, guna mendorong peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kedua, art fair berupa charity sale yang menampilkan 70 karya dari seniman senior dan seniman difabel. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang pendapatan bagi seniman sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap fine art di Indonesia. Sebagian hasil penjualan akan didedikasikan untuk mendukung kemandirian seniman difabel melalui yayasan yang terlibat.
Selain dua kegiatan utama di atas, tersedia juga berbagai aktifitas kreatif bagi pengunjung berupa tote bag painting dan social media challenge berhadiah souvenir bertemakan ART with HEART.
Melalui ART with HEART, inklusivitas bukan hanya nilai sosial, tetapi bagian dari cara kami membangun masyarakat yang menghargai kesetaraan secara berkelanjutan. Ketika individu difabel diberikan akses dan kepercayaan untuk berkarya, mereka tidak hanya menciptakan seni, tetapi juga menghadirkan nilai dan inspirasi bagi masyarakat.
“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni, dan semakin banyak karya mereka mengisi ruang-ruang galeri maupun kegiatan art fair," tutur Ina Silas, kurator pameran “KAMI” ART with HEART, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (23/5/2026)
"Eksposur yang luas, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Panasonic-GOBEL, akan menjadi motivasi bagi seniman difabel untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka,” lanjutnya.
Perwakilan Panasonic-GOBEL Group, M. Arif Rachmat Gobel, menambahkan, “Seni menjadi jembatan menuju kemandirian. Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar.”
Mengusung tema “KAMI”, dalam budaya Indonesia mempunyai makna dua orang atau lebih yang secara bersama akan melibatkan diri untuk melakukan satu atau lebih aktifitas, dan dalam budaya Jepang dapat berarti spirit yang berada di alam dan lingkungan keluarga sebagai bentuk energi positif yang mendorong setiap insan untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.
Baca juga: Kemendagri Gelar Pameran Batik Guna Perkuat Nilai Kebinekaan pada Generasi Muda
Melalui program ini, Panasonic-GOBEL Group selaku penyelenggara mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pameran, ART with HEART menjadi ruang tumbuh bagi seniman difabel untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemandirian, serta memperluas peran mereka di tengah masyarakat. Setiap karya yang dihasilkan mencerminkan bagaimana seni dapat menjadi sarana pemberdayaan yang melampaui berbagai keterbatasan.
Tahun ini, ART with HEART hadir kembali di Gandaria City, Jakarta dengan dua kegiatan utama. Pertama, business matching yang mempertemukan dunia usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional, dengan menampilkan contoh kerja sama yang telah berhasil, guna mendorong peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kedua, art fair berupa charity sale yang menampilkan 70 karya dari seniman senior dan seniman difabel. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang pendapatan bagi seniman sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap fine art di Indonesia. Sebagian hasil penjualan akan didedikasikan untuk mendukung kemandirian seniman difabel melalui yayasan yang terlibat.
Selain dua kegiatan utama di atas, tersedia juga berbagai aktifitas kreatif bagi pengunjung berupa tote bag painting dan social media challenge berhadiah souvenir bertemakan ART with HEART.
Melalui ART with HEART, inklusivitas bukan hanya nilai sosial, tetapi bagian dari cara kami membangun masyarakat yang menghargai kesetaraan secara berkelanjutan. Ketika individu difabel diberikan akses dan kepercayaan untuk berkarya, mereka tidak hanya menciptakan seni, tetapi juga menghadirkan nilai dan inspirasi bagi masyarakat.
“Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni, dan semakin banyak karya mereka mengisi ruang-ruang galeri maupun kegiatan art fair," tutur Ina Silas, kurator pameran “KAMI” ART with HEART, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (23/5/2026)
"Eksposur yang luas, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Panasonic-GOBEL, akan menjadi motivasi bagi seniman difabel untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka,” lanjutnya.
Perwakilan Panasonic-GOBEL Group, M. Arif Rachmat Gobel, menambahkan, “Seni menjadi jembatan menuju kemandirian. Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar.”
(nnz)
Lihat Juga :