Pentingnya Latihan Pernapasan bagi Penyitas Covid-19
Senin, 21 September 2020 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Teknik pernapasan 4-7-8 merupakan pola pernapasan yang berfokus pada pengendalian pernapasan. Teknik pernapasan 4-7-8 melibatkan pernapasan selama 4 detik, menahan napas selama 7 detik, dan menghembuskannya selama 8 detik. (Baca juga: Sahabat Nabi Tidak Bermazhab, Benarkah?)
Teknik bernapas ini dimulai dengan mengosongkan paru dari udara atau buang napas, kemudian bernapas perlahan lewat hidung selama empat detik. Tahan selama tujuh hitungan. Keluarkan napas dengan kuat melalui mulut sambil membuat bunyi “whoosh” selama delapan detik. Ulangi sebanyak empat kali.
Kini, para ahli tengah meneliti apa saja dampak kesehatan jangka panjang yang ditimbulkan akibat Covid-19. Salah satu efek yang telah diketahui adalah beberapa pasien yang sudah sembuh dari infeksi virus tersebut menderita fibrosis paru (gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru). Jumlah penderitanya pun semakin meningkat.
Pasien SARS yang sudah sembuh dari outbreak yang pernah terjadi di tahun 2003 silam, juga menderita fibrosis paru. Fungsi paru yang tidak normal ini akan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, bahkan ketika hanya melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan atau mengenakan pakaian.
Nah, latihan pernapasan teratur dapat meningkatkan pengembangan paru dan menguatkan otot pernapasan yang membuat kapasitas paru untuk menyediakan oksigen lebih besar. Pernapasan diafragma bisa dilakukan sebagai permulaan. Untuk mendapatkan jumlah oksigen yang maksimal ketika menarik napas, tubuh akan menggunakan otot-otot pernapasan termasuk diafragma. (Baca juga: Koeman Sarankan Puig Segera Tinggalkan Barcelona)
Teknik bernapas ini dimulai dengan mengosongkan paru dari udara atau buang napas, kemudian bernapas perlahan lewat hidung selama empat detik. Tahan selama tujuh hitungan. Keluarkan napas dengan kuat melalui mulut sambil membuat bunyi “whoosh” selama delapan detik. Ulangi sebanyak empat kali.
Kini, para ahli tengah meneliti apa saja dampak kesehatan jangka panjang yang ditimbulkan akibat Covid-19. Salah satu efek yang telah diketahui adalah beberapa pasien yang sudah sembuh dari infeksi virus tersebut menderita fibrosis paru (gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru). Jumlah penderitanya pun semakin meningkat.
Pasien SARS yang sudah sembuh dari outbreak yang pernah terjadi di tahun 2003 silam, juga menderita fibrosis paru. Fungsi paru yang tidak normal ini akan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, bahkan ketika hanya melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan atau mengenakan pakaian.
Nah, latihan pernapasan teratur dapat meningkatkan pengembangan paru dan menguatkan otot pernapasan yang membuat kapasitas paru untuk menyediakan oksigen lebih besar. Pernapasan diafragma bisa dilakukan sebagai permulaan. Untuk mendapatkan jumlah oksigen yang maksimal ketika menarik napas, tubuh akan menggunakan otot-otot pernapasan termasuk diafragma. (Baca juga: Koeman Sarankan Puig Segera Tinggalkan Barcelona)
Lihat Juga :