Tren Lifestyle Indonesia Makin Kompetitif, Simbol Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban
Selasa, 26 Mei 2026 - 16:52 WIB
loading...
Tren pasar lifestyle di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Tren pasar lifestyle di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan gaya hidup masyarakat urban membuat konsumen kini tidak hanya mencari produk yang sekadar digunakan, juga mampu menghadirkan nilai fungsi sekaligus desain yang menarik.
Fenomena itu terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk-produk premium yang mendukung mobilitas, aktivitas harian, hingga kebutuhan perjalanan. Konsumen modern juga semakin selektif dalam memilih barang yang tidak hanya praktis, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas dan gaya hidup mereka.
Perkembangan generasi muda perkotaan yang akrab dengan tren global, teknologi, dan budaya visual ini mendorong banyak brand menghadirkan inovasi produk yang menggabungkan unsur estetika, kenyamanan, serta kegunaan dalam satu desain.
Victorinox misalnya, memperluas jejak usahanya di Indonesia dengan membuka pop-up store kedua di Jakarta, tepatnya di Kota Kasablanka. Gerai ini hadir melalui kolaborasi bersama Luxasia Indonesia dengan mengusung konsep retail imersif yang menghadirkan pengalaman lebih dari sekadar aktivitas belanja.
Gerai kedua ini mempertegas ambisi brand asal Swiss tersebut untuk tumbuh bersama perkembangan gaya hidup modern di Indonesia. Selama lebih dari 140 tahun, perusahaan itu mempertahankan reputasi melalui produk yang mengedepankan presisi, fungsionalitas, dan kualitas khas Swiss.
Di Kota Kasablanka, perusahaan yang didirikan sejak 1884 oleh Karl Elsener di Ibach ini menghadirkan konsep Experience Hub yang dirancang lebih interaktif. Pengunjung dapat menelusuri sejarah brand melalui area yang menampilkan perjalanan perusahaan, berbagai pencapaian penting, hingga asal-usul nama Victorinox yang terinspirasi dari nama ibu pendirinya, Victoria, dan kata “Inox” yang berarti stainless steel.
Selain itu, pengunjung juga disuguhkan koleksi limited edition Swiss Army Knife, travel gear premium, hingga area demonstrasi produk interaktif untuk mencoba langsung kualitas material dan fungsi produk Victorinox. Salah satu instalasi yang menjadi perhatian adalah The Jakarta Skyline, yakni instalasi bertema lanskap Jakarta yang memungkinkan pengunjung meninggalkan tanda personal sebagai bagian dari pengalaman interaktif bersama brand.
Di kategori perlengkapan perjalanan, koleksi Spectra 3.0 menjadi sorotan karena dibuat menggunakan recycled polycarbonate dan dilengkapi sistem expandable yang mampu menambah kapasitas hingga 40 persen.
Country Manager LUXASIA Indonesia Lia Amelia mengatakan pasar lifestyle di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk yang menggabungkan fungsi dan desain.
“Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka. Victorinox hadir secara natural di ruang ini dengan menghadirkan solusi yang memadukan heritage, quality, dan relevance untuk modern living,” ujar Lia.
Hal senada dikatakan General Manager – Lifestyle Luxasia Indonesia Hendra Purjaka. Menurutnya, Jakarta menjadi lokasi yang tepat bagi Victorinox untuk menjangkau konsumen urban masa kini.
“Dynamic urban energy yang dimiliki Jakarta menjadi setting yang sangat tepat bagi pop-up ini, memungkinkan Victorinox untuk terhubung lebih dekat dengan ritme kehidupan sehari-hari masyarakat kota. Melalui berbagai engaging activations bersama Key Opinion Leaders, media, dan komunitas, kami ingin menciptakan meaningful experiences yang semakin memperkuat relevansi Victorinox dengan konsumen masa kini,” tambah Hendra Purjaka.
Sementara, Managing Director Greater China, Southeast Asia & South Korea Victorinox Donovan Kwek menilai pembukaan pop-up store di Kota Kasablanka menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat pasar di Indonesia.
“Pop-up di Kota Kasablanka ini merupakan langkah strategis bagi Victorinox dalam memperkuat footprint kami di Indonesia. Kehadiran ini mencerminkan ambisi kami untuk membangun brand environment yang lebih connected dan experience-led di kawasan ini — menghadirkan purposeful design dan everyday functionality ke dalam perjalanan brand yang lebih immersive, sambil tetap membawa legacy dari Swiss Army Knife™ serta terus mengembangkan proposisi Travel Gear kami untuk mendukung perjalanan yang lebih seamless dan effortless bagi konsumen modern,” ucap Donovan Kwek.
Fenomena itu terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk-produk premium yang mendukung mobilitas, aktivitas harian, hingga kebutuhan perjalanan. Konsumen modern juga semakin selektif dalam memilih barang yang tidak hanya praktis, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas dan gaya hidup mereka.
Perkembangan generasi muda perkotaan yang akrab dengan tren global, teknologi, dan budaya visual ini mendorong banyak brand menghadirkan inovasi produk yang menggabungkan unsur estetika, kenyamanan, serta kegunaan dalam satu desain.
Victorinox misalnya, memperluas jejak usahanya di Indonesia dengan membuka pop-up store kedua di Jakarta, tepatnya di Kota Kasablanka. Gerai ini hadir melalui kolaborasi bersama Luxasia Indonesia dengan mengusung konsep retail imersif yang menghadirkan pengalaman lebih dari sekadar aktivitas belanja.
Gerai kedua ini mempertegas ambisi brand asal Swiss tersebut untuk tumbuh bersama perkembangan gaya hidup modern di Indonesia. Selama lebih dari 140 tahun, perusahaan itu mempertahankan reputasi melalui produk yang mengedepankan presisi, fungsionalitas, dan kualitas khas Swiss.
Di Kota Kasablanka, perusahaan yang didirikan sejak 1884 oleh Karl Elsener di Ibach ini menghadirkan konsep Experience Hub yang dirancang lebih interaktif. Pengunjung dapat menelusuri sejarah brand melalui area yang menampilkan perjalanan perusahaan, berbagai pencapaian penting, hingga asal-usul nama Victorinox yang terinspirasi dari nama ibu pendirinya, Victoria, dan kata “Inox” yang berarti stainless steel.
Selain itu, pengunjung juga disuguhkan koleksi limited edition Swiss Army Knife, travel gear premium, hingga area demonstrasi produk interaktif untuk mencoba langsung kualitas material dan fungsi produk Victorinox. Salah satu instalasi yang menjadi perhatian adalah The Jakarta Skyline, yakni instalasi bertema lanskap Jakarta yang memungkinkan pengunjung meninggalkan tanda personal sebagai bagian dari pengalaman interaktif bersama brand.
Di kategori perlengkapan perjalanan, koleksi Spectra 3.0 menjadi sorotan karena dibuat menggunakan recycled polycarbonate dan dilengkapi sistem expandable yang mampu menambah kapasitas hingga 40 persen.
Country Manager LUXASIA Indonesia Lia Amelia mengatakan pasar lifestyle di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk yang menggabungkan fungsi dan desain.
“Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka. Victorinox hadir secara natural di ruang ini dengan menghadirkan solusi yang memadukan heritage, quality, dan relevance untuk modern living,” ujar Lia.
Hal senada dikatakan General Manager – Lifestyle Luxasia Indonesia Hendra Purjaka. Menurutnya, Jakarta menjadi lokasi yang tepat bagi Victorinox untuk menjangkau konsumen urban masa kini.
“Dynamic urban energy yang dimiliki Jakarta menjadi setting yang sangat tepat bagi pop-up ini, memungkinkan Victorinox untuk terhubung lebih dekat dengan ritme kehidupan sehari-hari masyarakat kota. Melalui berbagai engaging activations bersama Key Opinion Leaders, media, dan komunitas, kami ingin menciptakan meaningful experiences yang semakin memperkuat relevansi Victorinox dengan konsumen masa kini,” tambah Hendra Purjaka.
Sementara, Managing Director Greater China, Southeast Asia & South Korea Victorinox Donovan Kwek menilai pembukaan pop-up store di Kota Kasablanka menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat pasar di Indonesia.
“Pop-up di Kota Kasablanka ini merupakan langkah strategis bagi Victorinox dalam memperkuat footprint kami di Indonesia. Kehadiran ini mencerminkan ambisi kami untuk membangun brand environment yang lebih connected dan experience-led di kawasan ini — menghadirkan purposeful design dan everyday functionality ke dalam perjalanan brand yang lebih immersive, sambil tetap membawa legacy dari Swiss Army Knife™ serta terus mengembangkan proposisi Travel Gear kami untuk mendukung perjalanan yang lebih seamless dan effortless bagi konsumen modern,” ucap Donovan Kwek.
(dra)
Lihat Juga :