Makna Hari Raya Kurban, Ade Fitrie Kirana Ajak Anak Belajar Empati
Rabu, 27 Mei 2026 - 20:38 WIB
loading...
Hari Raya Iduladha memiliki banyak makna. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Hari Raya Iduladha memiliki banyak makna. Selain berkurban, juga momentum penting untuk membentuk karakter dan menanamkan nilai empati, kepedulian, serta rasa berbagi kepada anak-anak sejak usia dini.
Pebisnis sekaligus aktivis perempuan dan anak, Ade Fitrie Kirana mengatakan momen Hari Raya Kurban dapat menjadi pembelajaran sederhana, namun bermakna bagi tumbuh kembang karakter anak.
Dijelaskannya, anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi bukan sekadar memberikan sesuatu, tetapi juga tentang memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.
“Anak-anak perlu belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari menerima, tetapi juga dari melihat orang lain merasa terbantu dan bahagia,” kata Ade di sela-sela kegiatan sosial yang dilakukannya di Jakarta.
Ade mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam mengenalkan nilai empati kepada anak melalui tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Ia menilai Hari Raya Kurban dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengajak anak melihat langsung proses berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kadang pelajaran terbaik bukan datang dari ceramah panjang, tetapi dari pengalaman sederhana yang mereka lihat dan rasakan sendiri,” katanya.
Menurut Ade, di tengah kehidupan modern yang semakin individualis, anak-anak perlu dibiasakan untuk peduli terhadap lingkungan sosial sejak kecil.
“Empati adalah bekal penting dalam hidup. Anak yang tumbuh dengan rasa peduli biasanya akan lebih menghargai sesama dan memahami arti kemanusiaan,” tutur mantan artis yang kini aktif dalam kegiatan sosial perempuan dan anak tersebut.
Ade juga mengingatkan agar orang tua tidak hanya fokus pada aspek seremonial perayaan, tetapi juga menanamkan makna spiritual dan nilai kemanusiaan di balik ibadah kurban.
“Yang paling penting bukan seberapa besar yang diberikan, tetapi bagaimana kita mengajarkan keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian kepada anak-anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ade mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Iduladha sebagai ruang memperkuat hubungan keluarga sekaligus memperluas kepedulian sosial.
Ia berharap generasi muda Indonesia dapat tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang lembut dan rasa empati terhadap sesama.
“Dunia tidak hanya membutuhkan anak-anak yang pintar, tetapi juga anak-anak yang punya hati baik. Dari rumah dan keluarga, nilai itu bisa mulai ditanamkan sejak hari ini,” ucap dia.
Pebisnis sekaligus aktivis perempuan dan anak, Ade Fitrie Kirana mengatakan momen Hari Raya Kurban dapat menjadi pembelajaran sederhana, namun bermakna bagi tumbuh kembang karakter anak.
Dijelaskannya, anak-anak perlu dikenalkan bahwa berbagi bukan sekadar memberikan sesuatu, tetapi juga tentang memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.
“Anak-anak perlu belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari menerima, tetapi juga dari melihat orang lain merasa terbantu dan bahagia,” kata Ade di sela-sela kegiatan sosial yang dilakukannya di Jakarta.
Ade mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam mengenalkan nilai empati kepada anak melalui tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Ia menilai Hari Raya Kurban dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengajak anak melihat langsung proses berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kadang pelajaran terbaik bukan datang dari ceramah panjang, tetapi dari pengalaman sederhana yang mereka lihat dan rasakan sendiri,” katanya.
Menurut Ade, di tengah kehidupan modern yang semakin individualis, anak-anak perlu dibiasakan untuk peduli terhadap lingkungan sosial sejak kecil.
“Empati adalah bekal penting dalam hidup. Anak yang tumbuh dengan rasa peduli biasanya akan lebih menghargai sesama dan memahami arti kemanusiaan,” tutur mantan artis yang kini aktif dalam kegiatan sosial perempuan dan anak tersebut.
Ade juga mengingatkan agar orang tua tidak hanya fokus pada aspek seremonial perayaan, tetapi juga menanamkan makna spiritual dan nilai kemanusiaan di balik ibadah kurban.
“Yang paling penting bukan seberapa besar yang diberikan, tetapi bagaimana kita mengajarkan keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian kepada anak-anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ade mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Iduladha sebagai ruang memperkuat hubungan keluarga sekaligus memperluas kepedulian sosial.
Ia berharap generasi muda Indonesia dapat tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang lembut dan rasa empati terhadap sesama.
“Dunia tidak hanya membutuhkan anak-anak yang pintar, tetapi juga anak-anak yang punya hati baik. Dari rumah dan keluarga, nilai itu bisa mulai ditanamkan sejak hari ini,” ucap dia.
(dra)
Lihat Juga :