Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Selasa, 02 Juni 2026 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
“Nah tapi yang perlu diperhatikan adalah sifatnya itu zatnya terakumulasi di tubuh, dapat melalui jalur mana saja, TIDAK KHUSUS karena disemprotkan di leher,” jelasnya.
Menurut dr. Adam, risiko yang justru lebih mungkin muncul akibat menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher adalah dermatitis atau peradangan kulit. Dermatitis sendiri dapat menimbulkan gejala seperti gatal, kemerahan, hingga kulit menjadi kering.
Karena itu, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum didukung bukti ilmiah kuat. Ia menyimpulkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan jika menyemprot parfum di leher memicu kanker ataupun tiroid.
“Bukti ilmiah menyemprotkan parfum langsung di leher terhadap terjadinya penyakit tiroid dan kanker masih belum kuat. Risiko yang dapat muncul akibat menyemprotkan parfum di leher adalah dermatitis,” pungkasnya.
Menurut dr. Adam, risiko yang justru lebih mungkin muncul akibat menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher adalah dermatitis atau peradangan kulit. Dermatitis sendiri dapat menimbulkan gejala seperti gatal, kemerahan, hingga kulit menjadi kering.
Karena itu, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum didukung bukti ilmiah kuat. Ia menyimpulkan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan jika menyemprot parfum di leher memicu kanker ataupun tiroid.
“Bukti ilmiah menyemprotkan parfum langsung di leher terhadap terjadinya penyakit tiroid dan kanker masih belum kuat. Risiko yang dapat muncul akibat menyemprotkan parfum di leher adalah dermatitis,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :