Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
Kamis, 04 Juni 2026 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Iqbaal Ramadhan mengungkapkan proses memahami karakter Bona membutuhkan banyak diskusi bersama Edwin. Menurutnya, Bona bukan sekadar elemen fantasi yang memperkaya cerita. Karakter tersebut merepresentasikan kegelisahan yang banyak dirasakan pekerja saat ini.
"Bona memang unik, ajaib, fantastis, dan terlihat aneh. Namun yang menarik, dia punya keterkaitan kuat dengan isu yang diangkat film ini. Saya melihat Bona sebagai simbol resistansi terhadap standar produktivitas yang sering dipaksakan kepada kita. Banyak orang merasa harus terus bekerja, terus menghasilkan sesuatu, dan terus memenuhi ekspektasi tanpa pernah diberi ruang untuk berhenti. Hal itu sering dinormalisasi, padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap kehidupan seseorang," kata Iqbaal Ramadhan.
Sementara itu, Edwin menghadirkan horor dalam bentuk yang berbeda dari kebanyakan film Indonesia. Ketegangan dibangun bukan dari kemunculan makhluk gaib. Sebaliknya, rasa takut lahir dari rutinitas yang tampak biasa. Sutradara yang dikenal melalui karya-karya berprestasi internasional itu juga mengkritik budaya hustle culture yang sering dipuja. "Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror," ujar Edwin. Menurutnya, tekanan pekerjaan sehari-hari dapat menghadirkan ketakutan yang tidak kalah mengerikan dibanding horor spiritual.
Di sisi visual, Monster Pabrik Rambut menawarkan pendekatan yang tidak lazim. Edwin memilih menggunakan practical effect tanpa Computer Generated Imagery atau CGI. Bersama desainer produksi Menfo Tantono, pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2024 untuk Penata Artistik Terbaik, ia mengubah Studio Produksi Film Negara menjadi pabrik rambut yang terasa nyata.
Sekitar dua truk rambut asli digunakan selama proses produksi. Selain itu, manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen industri turut memenuhi lokasi syuting. Diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, film ko-produksi Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis ini telah melakukan world premiere di Berlin International Film Festival 2026 serta diputar di sejumlah festival internasional sebelum akhirnya menyapa penonton Indonesia mulai 4 Juni 2026.
"Bona memang unik, ajaib, fantastis, dan terlihat aneh. Namun yang menarik, dia punya keterkaitan kuat dengan isu yang diangkat film ini. Saya melihat Bona sebagai simbol resistansi terhadap standar produktivitas yang sering dipaksakan kepada kita. Banyak orang merasa harus terus bekerja, terus menghasilkan sesuatu, dan terus memenuhi ekspektasi tanpa pernah diberi ruang untuk berhenti. Hal itu sering dinormalisasi, padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap kehidupan seseorang," kata Iqbaal Ramadhan.
Sementara itu, Edwin menghadirkan horor dalam bentuk yang berbeda dari kebanyakan film Indonesia. Ketegangan dibangun bukan dari kemunculan makhluk gaib. Sebaliknya, rasa takut lahir dari rutinitas yang tampak biasa. Sutradara yang dikenal melalui karya-karya berprestasi internasional itu juga mengkritik budaya hustle culture yang sering dipuja. "Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror," ujar Edwin. Menurutnya, tekanan pekerjaan sehari-hari dapat menghadirkan ketakutan yang tidak kalah mengerikan dibanding horor spiritual.
Di sisi visual, Monster Pabrik Rambut menawarkan pendekatan yang tidak lazim. Edwin memilih menggunakan practical effect tanpa Computer Generated Imagery atau CGI. Bersama desainer produksi Menfo Tantono, pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2024 untuk Penata Artistik Terbaik, ia mengubah Studio Produksi Film Negara menjadi pabrik rambut yang terasa nyata.
Sekitar dua truk rambut asli digunakan selama proses produksi. Selain itu, manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen industri turut memenuhi lokasi syuting. Diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, film ko-produksi Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis ini telah melakukan world premiere di Berlin International Film Festival 2026 serta diputar di sejumlah festival internasional sebelum akhirnya menyapa penonton Indonesia mulai 4 Juni 2026.
(wur)
Lihat Juga :