Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Senin, 08 Juni 2026 - 18:53 WIB
loading...
Persaingan film horor Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya Dosa, Penebusan atau Pengampunan. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Persaingan film horor Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya Dosa, Penebusan atau Pengampunan. Tak hanya menawarkan cerita mencekam, juga menyimpan kisah menarik di balik proses pembuatannya yang penuh tantangan.
Sutradara Sondang Pratama mengatakan harus mencurahkan segenap kemampuan untuk memberikan hasil terbaik. Sqlah satu tantangannya ketika tim gagal menggunakan hotel asli sebagai lokasi syuting karena pihak pengelola menolak bangunannya dipakai untuk film horor, tim pun gerak cepat membangun set yang mirip.
"Awalnya kami sudah menemukan hotel yang cocok di Malang. Tapi pihak hotel keberatan karena takut citra bangunannya makin dianggap angker,” kata Sondang.
Karena kendala tersebut, tim produksi akhirnya memutuskan membangun set hotel sendiri dari nol di dalam studio. “Daripada biaya renovasi dan penggantian properti membengkak, akhirnya kami pilih membangun set sendiri. Bahkan sampai menyewa dua studio sekaligus,” jelasnya.
Film horor Dosa, Penebusan atau Pengampunan sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026, di mana menampilkan pemain bintang, seperti Muhammad Riza Irsyadillah, Jennifer Eve, Revaldo, Dominique Sanda, dan Dede Sunandar.
Sementara, Producer HAS Pictures Reza Aditya dan Executive Producer Irish Bella menyebut film ini merupakan tantangan dan kemajuan besar dalam perkembangan karier mereka yang sama-sama berawal dari pemain film.
“Biasanya kami cuma tahu acting. Sekarang saya dituntut untuk mengetahui detail dari awal sampai akhir. Jelas lebih pusing, tapi ini menantang dan membuat kami tumbuh,” ujar Irih Bella.
Produser Reza Aditya menjelaskan bahwa Dosa menjadi langkah awal HAS Pictures dan HAS Creative dalam memasuki industri film layar lebar setelah sebelumnya dikenal lewat dunia podcast dan konten digital di bawah HAS Creative.
“Kami yakin dengan genre film horor, karya perdana kami bisa diterima masyarakat. Karena film horor potensinya besar,” kata Reza.
Revaldo mengatakan film DOSA menjadi refleksi untuk dirinya sendiri. “Nonton film ini seperti berkaca. Kita semua pernah melakukan dosa,” katanya.
Kisahnya dimulai dari Bima (Riza Irsyadillah) dan istrinya, Ersya (Ratu Sofya), nekat berangkat ke luar kota meski sang ibu, Nungki (Dominique Sanda), telah melarang karena firasat buruk. Ersya bahkan tega mencekoki Nungki dengan obat tidur. Namun, perjalanan itu berubah menjadi petaka saat mobil mereka mengalami kecelakaan hebat di wilayah perbukitan akibat berpapasan dengan Nanang (Revaldo), seorang supir truk ugal-ugalan. Terdampar dalam kondisi luka-luka, Bima dan Ersya terpaksa bermalam di sebuah hotel tua misterius yang dijaga oleh resepsionis dingin bernama Sheren (Jennifer Eve).
Pencarian bantuan itu justru mengantar Bima dan Ersya pada serangkaian kejadian teror yang mengaburkan batas antara realita dan mimpi buruk. Di hotel tersebut, mereka tidak hanya bertemu kembali dengan Nanang, tetapi juga mulai dihantui oleh penampakan mengerikan dan pesan-pesan misterius yang mengarah pada dosa masa lalu. Semakin Bima berusaha menyelamatkan istrinya dari siksaan sosok algojo tak kasat mata, kaitan antara kecelakaan, hotel, dan rahasia kelam mereka, semakin terungkap jelas. Kejadian-kejadian mencekam ini perlahan menyeret mereka pada kenyataan pahit bahwa tidak ada jalan kembali bagi jiwa yang sudah terjerat ganjaran dosanya sendiri.
Sutradara Sondang Pratama mengatakan harus mencurahkan segenap kemampuan untuk memberikan hasil terbaik. Sqlah satu tantangannya ketika tim gagal menggunakan hotel asli sebagai lokasi syuting karena pihak pengelola menolak bangunannya dipakai untuk film horor, tim pun gerak cepat membangun set yang mirip.
"Awalnya kami sudah menemukan hotel yang cocok di Malang. Tapi pihak hotel keberatan karena takut citra bangunannya makin dianggap angker,” kata Sondang.
Karena kendala tersebut, tim produksi akhirnya memutuskan membangun set hotel sendiri dari nol di dalam studio. “Daripada biaya renovasi dan penggantian properti membengkak, akhirnya kami pilih membangun set sendiri. Bahkan sampai menyewa dua studio sekaligus,” jelasnya.
Film horor Dosa, Penebusan atau Pengampunan sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026, di mana menampilkan pemain bintang, seperti Muhammad Riza Irsyadillah, Jennifer Eve, Revaldo, Dominique Sanda, dan Dede Sunandar.
Sementara, Producer HAS Pictures Reza Aditya dan Executive Producer Irish Bella menyebut film ini merupakan tantangan dan kemajuan besar dalam perkembangan karier mereka yang sama-sama berawal dari pemain film.
“Biasanya kami cuma tahu acting. Sekarang saya dituntut untuk mengetahui detail dari awal sampai akhir. Jelas lebih pusing, tapi ini menantang dan membuat kami tumbuh,” ujar Irih Bella.
Produser Reza Aditya menjelaskan bahwa Dosa menjadi langkah awal HAS Pictures dan HAS Creative dalam memasuki industri film layar lebar setelah sebelumnya dikenal lewat dunia podcast dan konten digital di bawah HAS Creative.
“Kami yakin dengan genre film horor, karya perdana kami bisa diterima masyarakat. Karena film horor potensinya besar,” kata Reza.
Revaldo mengatakan film DOSA menjadi refleksi untuk dirinya sendiri. “Nonton film ini seperti berkaca. Kita semua pernah melakukan dosa,” katanya.
Kisahnya dimulai dari Bima (Riza Irsyadillah) dan istrinya, Ersya (Ratu Sofya), nekat berangkat ke luar kota meski sang ibu, Nungki (Dominique Sanda), telah melarang karena firasat buruk. Ersya bahkan tega mencekoki Nungki dengan obat tidur. Namun, perjalanan itu berubah menjadi petaka saat mobil mereka mengalami kecelakaan hebat di wilayah perbukitan akibat berpapasan dengan Nanang (Revaldo), seorang supir truk ugal-ugalan. Terdampar dalam kondisi luka-luka, Bima dan Ersya terpaksa bermalam di sebuah hotel tua misterius yang dijaga oleh resepsionis dingin bernama Sheren (Jennifer Eve).
Pencarian bantuan itu justru mengantar Bima dan Ersya pada serangkaian kejadian teror yang mengaburkan batas antara realita dan mimpi buruk. Di hotel tersebut, mereka tidak hanya bertemu kembali dengan Nanang, tetapi juga mulai dihantui oleh penampakan mengerikan dan pesan-pesan misterius yang mengarah pada dosa masa lalu. Semakin Bima berusaha menyelamatkan istrinya dari siksaan sosok algojo tak kasat mata, kaitan antara kecelakaan, hotel, dan rahasia kelam mereka, semakin terungkap jelas. Kejadian-kejadian mencekam ini perlahan menyeret mereka pada kenyataan pahit bahwa tidak ada jalan kembali bagi jiwa yang sudah terjerat ganjaran dosanya sendiri.
(dra)
Lihat Juga :